
Setelah dua kali mendatangi kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah, aliansi pemuda dan masyarakat Semarang kembali melakukan aksi dengan jumlah massa yang lebih besar. Kali ini, Jumat (15/8/2014) ratusan anggota yang tergabung dalam aliansi tersebut menggeruduk kantor DPRD Jateng.
Dalam rilis yang kami terima dari koresponden di Semarang, massa terbagi menjadi tiga kelompok, masing-masing kelompok buruh, mahasiswa dan guru, menyuarakan untuk menolak hasil Pemilu. Mereka menolak hasil Pemilu dikarenakan proses yang dilangsungkan pada 9 Juli lalu tersebut cacat hukum.
"Suara kita hari ini tetap sama, yakni menolak hasil Pemilu Presiden versi KPU, kami juga mendorong DPRD untuk menolak RAPBN," kata Fauzi salah seorang peserta aksi dari mahasiswa.
Aksi yang dijaga ketat oleh puluhan aparat kepolisian tersebut merupakan aksi lanjutan dari elemen masyarakat Semarang yang kecewa terhadap kecurangan yang terjadi dalam Pilpres 2014 ini.
"Jika terus demikian, kita juga meminta kepada Presiden SBY untuk mengeluarkan Dekrit presiden untuk memperpanjang masa jabatan Presiden,"ujarnya.
Para peserta aksi bahkan mengancam akan terus melakukan aksi hingga tuntutan mereka dipenuhi.
"Kita akan datang dengan jumlah massa yang lebih besar," pungkasnya.[dm/pasberita.com]








