News Update :

PKS 1

PKS 1

PKS 2

PKS 2

PKS 3

PKS 3

PKS 4

PKS 4

PKS 5

PKS 5

Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Untukmu Anggota Dewan (PKS)





Untukmu Anggota Dewan (PKS)

Terbanglah..terbang..
Menyibak angin membelah langit
Jadilah kuat dan menguatkan
Jadilah besar dan membesarkan

Hotel mewah yang bakal kau singgahi
Adalah tanah becek perkampungan
tempat kami menebar brosur menawarkan nama
AC-nya yang dingin...
Tak sedingin malam yang pernah kami lewati
Ketika memasang spanduk bergambar wajahmu

Oh !.berpaculah bagai kuda perang
Jangan takut menyampaikan kebenaran
Jangan ketiduran di medan perjuangan

Oh !..melesatlah jauh laksana anak panah
Sejauh sampai menuju sasaran
Tapi jangan lupa pulang

Biarlah kami disini menunggumu dalam rindu
Sekedar mengenang kisah kita dahulu

Oleh: Antho Bandara

Mencari Keadilan




Mencari Keadilan

Sungguh, kemenangan yang sudah di tangan itu
Belum bisa membuat kalian tidur tenang
Belum bisa membuat kalian  mengembangkan senyuman
Belum bisa membuat kalian mengepalkan tangan
Belum bisa membuat kalian mengeluarkan suara dengan lantang
Lantas berteriak "KAMI MENANG"...!!!

Sungguh, simpanlah dulu mimpi kalian
Simpanlah dulu harapan kalian
Simpanlah dulu keinginan kalian
Simpanlah dulu semua ambisi kalian
Dalam peti kehampaan yang berisi
ribuan dusta dan kecurangan

Ingatlah, pertarungan yang sesungguhnya baru kita mulai, kawan...
Seiring dengan terdengarnya genderang perang
Namun bukan kami yang telah menabuhnya
Kesombongan dan keculasan kalianlah
yang terpaksa membuat kita harus berhadap-hadapan sekarang

Sungguh, kekuasaan bukan semata-mata menjadi tujuan
Bukan pula untuk memenuhi pundi-pundi kami dengan butiran intan
dan permata berlian
Apalagi cuma untuk mencari sesuap makan

Kami maju atas nama suara rakyat
yang sudah diabaikan
Karena hak kami dan mereka
Sudah kalian rampas tanpa perasaan
Di sini...kami hanya menuntut sebuah keadilan yang tercampakkan
Dalam kubangan demokrasi kepahitan
Di sini...semua akan turut menyaksikan
kami, kalian, mereka dan juga Tuhan
Semoga kebenaran akan berpihak pada kebenaran
Jikapun tidak...biarlah menjadi sebuah kepasrahan dalam doa dan harapan
Masih ada pengadilan masa depan
yang di dalamya tak ada lagi sandiwara
yang bisa kita main dan perankan...

Pamulang, 24/7/2014
(di sela-sela waktu dan dekapan i'tikaf kutemukan "ilham")

Oleh: Ria Dahlia
Follow @RiaSanusi on Twitter

Merobek Jubah Kesombongan




Merobek Jubah Kesombongan

Jika kalian mengira kami akan diam saja
dengan makar-makar yang kalian buat
itu adalah SALAH BESAR
Jika kalian mengira kami tak punya data-data yang lengkap untuk menghadapi kalian
itu adalah SALAH BESAR
Jika kalian mengira kami tak punya bukti tentang perbuatan culas kalian
itu adalah SALAH BESAR
Jika kalian mengira kami cuma membual dan menggertak saja
ketika kami mengatakan akan MELAWAN kesewenang-wenangan kalian
itu adalah SALAH BESAR
Jika kalian mengira kami takut menghadapi kalian
itu juga SALAH BESAR
sebab kalian cuma mengira
sebab kalian cuma menduga-duga...

Ketahuilah,
pertarungan ini baru saja dimulai
belum bisa disebutkan siapa yang menang & siapa yang kalah
di Mahkamah Konstitusi kita akan adu data
masing-masing kita akan membawa bukti otentik yang kita punya
Papua, Kepulauan Nias, Jawa Timur. Maluku serta DKI Jakarta
masih menyimpan banyak sengketa yang tersisa
menanti tangan-tangan arif untuk menyelesaikannya

Jangan karena merasa sudah menang kalian menjadi jumawa
lantas mengabaikan segala aturan yang ada
dengan mengatasnamakan hak asasi manusia
dalam negeri demokrasi bernama Indonesia
Demi keadilan...
kami akan hadapi kalian sampai titik darah penghabisan
lebih baik KALAH dengan mahkota kehormatan
daripada MENANG dengan jubah kedodoran
berbordir benang-benang kecurangan
yang akan mengantarkan siapa saja
ke dalam jurang kenistaan
juga kehancuran...!!!

Pamulang, 22/7/14

Oleh: Ria Dahlia
Follow @RiaSanusi on Twitter

[Puisi] Bhinneka Tunggal Ika | By @RiaSanusi


Bhinneka Tunggal Ika

Berbeda itu indah
jika kita bisa memaknainya dengan jiwa
berbeda itu manis
jika kita bisa menghiasinya dengan cinta
berbeda itu nikmat
jika kita bisa menjadikannya surga
kita berbeda...
karena memang diciptakan tak pernah sama
kita berbeda...
karena memang itu adalah sunnatullah

biarkan perbedaan itu seperti apa adanya
biarkan dia tumbuh mengikuti kehendak takdirnya
biarkan dia mengalir menuju kepada muaranya
sebab tak ada yang salah saat kita berbeda
sebab perbedaan hadir untuk memberikan warna

di sini kita punya Indonesia
sabang sampai merauke adalah tanah kita
di sini kita bangga dengan bhineka tunggal ika
sebagai semboyan dan perekat bangsa
di sini kita lantangkan suara
meski berbeda namun tetap SATU jua...!!!

Oleh: Ria Dahlia

Dariku, Untukmu Sobat...



Dariku, Untukmu Sobat...

Aku tertegun sesaat
Kala mendengar kabar bagai kilat
Seorang sahabat yang tampak sehat
Begitu bersemangat
Dikabarkan sedang menahan beban berat
Katanya dia harus dirawat

Sobat...
Maafkan aku yang tak mampu berbuat lebih
Hanya mampu merasa sedih
Sambil berdo'a agar engkau segera pulih
Karena aku yakin engkau orang terpilih
Tetap kobarkan semangatmu walau tertatih
Karena keahlian didapat dengan banyak berlatih

Sobat...
Tanpamu disini sepi
Canda tawamu bagai secangkir kopi
Temani daku kala jenuh menghinggapi
Semoga engkau kuat menghadapi
Cobaan yang ku yakin pasti bertepi

Batam, menahan gerah, Ahad (22/6)

Oleh: Bang DM
____
Puisi ini didedikasikan untuk admin Web PKS Cikarang Timur, Bekasi (www.pksciktim.org) yang sedang sakit. Semoga Allah segera sembuhkan. Aamiin.

"Bagaimana Dirimu Begitulah Pemimpinmu"


Tidak tahu lah aku, apa sebenarnya yang terjadi.
Sudah sedemikian jelasnya sandiwara yang dilakukannya....
Pencitraan busuk yang disebarkannya.....
Dusta di siang bolong yang disaksikan jutaan mata....
Tapi masih saja banyak yang mengaguminya.

Memang benar ungkapan itu "Bagaimana dirimu begitulah pemimpinmu".

Barangkali kita memang bangsa yang hoby berdusta, hoby dengan slogan pencitraan, hoby sandiwara. Hingga kita suka didustai, terlena dicitrai, dan senang disandiwarai.

Bagaimana lagi....kita tunggu hari H-nya. Mana yang mayoritas? Kalau mayoritas kita suka dengan kedustaan, ya.........jangan sedih bila yang naik jadi pimpinan juga pendusta.

Aku hanya berdo'a yang terbaik buat negeriku, semoga Allah memberikan keberkahan untuknya.

Semoga ini bukan lah abad di mana orang baik-baiknya dihabisi, dan para durjananya resmi merajalela.

Jangan diam, lakukan apa yang kau bisa!!!


*by Zulfi Akmal
(NB: Sekedar melepaskan isi hati terhadap apa yang disaksikan.)

SATU is The Best To Choose


SATU is The Best To Choose

Sahabat, dalam hidup ini untuk menggapai Ridho Allah
Kita harus SATU Tujuan Hidup yaitu Allah SWT
Kita harus SATU Tauladan Hidup yaitu Nabi Muhammad SAW
Kita harus SATU Pedoman Hidup yaitu Al-Quran

Sahabat, dalam berorganisasi untuk mencapai tujuan
Kita harus SATU dalam VISI
Kita harus SATU dalam MISI
Kita harus SATU dalam MOTTO
Kita harus SATU dalam Gerakan

Sahabat, agar tujuan pergerakan kita BERHASIL
Kita harus SATU dalam Instruksi
Kita harus SATU dalam Cara Berfikir
Kita harus SATU dalam Cara Bersikap
Kita harus SATU dalam Cara Bertindak

Sahabat, agar dakwah ini BERHASIL sesuai dengan SYARIAT
Kita harus SATU dalam Sami’na Watho’na
Kita harus SATU dalam Langkah
Kita harus SATU dalam Semangat
Kita harus SATU dalam Kebersamaan
Kita harus SATU dalam Ukhuwah Islamiyah
Kita harus SATU dalam Kemenangan

Sahabat, untuk Menang kita harus berSATU
Ber SATU untuk melakukan Perubahan
Ber SATU untuk melakukan Perbaikan
Ber SATU untuk mewujudkan Kuntum Khoirah Ummat
SATU dalam Rahmatan Lil’alamin

SATU adalah Pilihan yang terbaik untuk MENANG
SATU adalah Pilihan tepat untuk Calon Pemimpin yang bermartabat
SATU adalah Pilihan Kita SEMUA

Oleh: Bang Opieq [BO PKS Bengkalis]