News Update :

PKS 1

PKS 1

PKS 2

PKS 2

PKS 3

PKS 3

PKS 4

PKS 4

PKS 5

PKS 5

Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inspirasi. Tampilkan semua postingan

Cita-cita Menjadi Ulama, Remaja Indonesia ini Menjelajah Turki


"Hatif, Sang Inisiator"

Usianya baru 14 lebih tiga bulan, saat menyatakan kepada abinya ingin menjadi ulama dan mendirikan Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an sebelum berkeluarga.

Usia 14 tahun, masa remaja yang penuh impian dan angan-angan. Orang lain mungkin menganggapnya ini celoteh anak yang sedang menghayal, tapi tidak dengan abinya. Ungkapan ini dinyatakan oleh seorang remaja yang sudah hafal Al Qur'an dan diucapkan pada tanggal 27 Ramadhan 1432 H/ 27 Agustus 2011, saat sedang i'tikaf.

Namanya Muhammad Hatif Ash Shiddiq, lahir tanggal 1 Juni 1997. Masa kecil dilakoninya seperti anak-anak yang lain. Ceria, kreatif, suka iseng dan suka bergaul. Mengenyam pendidikan pra sekolah di TKIT Qurrota'ayun hanya satu tahun, dilanjutkan ke SD Muhammadiyah Labuhan Ratu Bandar Lampung, hanya sampai kelas empat. Kelas lima sampai kelas sembilan dijalaninya di pondok Darrul Huffaz, karena mengikuti jejak kakaknya menghafal Al Qur'an.

Sebelum masuk pondok, bisa dikatakan belum ada yang melejit dari potensi dirinya, kecuali mudah bergaul dan memiliki banyak teman. Prestasi akademis biasa saja. Bahkan, ketika kelas empat, membaca Al Qur'an pun belum begitu lancar. Uminya sempat deg-degan saat menantikan pengumuman dari pondok, diterima atau tidak. Alhamdulillah, diterima.

Dua tahun pertama di pondok, Hatif masih memuaskan kebutuhan mainnya. Belum nampak berbeda dengan anak-anak seusianya. Saat kelas 7, sepertinya kesadaran itu datang bersama masuknya masa remajanya. Kesungguhannya dalam belajar mulai terlihat, dan puncak kesungguhan itu jelas terlihat saat kelas delapan. Sampai kemudian, tanggal 12 Agustus 2012 di wisuda dengan predikat penghafal terbaik dari wisudawan PonPes Darrul Huffaz saat itu.

Selain sebagai penghafal terbaik, Hatif juga beberapa kali menjuarai event-event Musabaqah Hafidzul Qur'an di berbagai tingkat dan penyelenggara. Prestasi yang sangat membanggakan saat usianya baru empat belas tahun sudah mendapat amanah menjadi imam tarawih satu juz permalam, mengimami jamaah dewasa dan para ustadz, Subhanallah.

Bagaimana Hatif saat berkumpul keluarga? Ha ha, sama saja dengan remaja lainnya, yang senang menggoda adik-adiknya.

Saat Hatif kelas 9, kakaknya yang tinggal di Jakarta, juga sudah Hafal Qur'an, menawarkan bea siswa ke Turki.  Sebenarnya tawaran itu untuk dirinya, tapi karena jurusannya tidak sesuai dengan minatnya, maka dia alihkan ke Hatif, yang saat itu sedang menimbang-nimbang mau melanjutkan pendidikan ke mana.

Setelah mengikuti rangkaian tes seleksi, dengan izin Allah, Hatif di terima UICCI (United Islamic Cultural Centre of Indonesia) sebuah yayasan sosial Turki yang bekerjasama dengan pemerintah Indonesia.

Ada beberapa program yang disediakan, salah satunya untuk yang sudah hafal Al Qur'an 30 juz. Untuk program ini, bagi yang mampu menjalani masa karantina satu tahun di Indonesia, tujuannya memantapka hafalan Qur'an, belajar bahasa Arab untuk persiapan mempelajari kitab dan belajar bahasa Turki untuk persiapan komunikasi, karena nantinya, di Turki, bahasa yang digunakan adalah bahasa Turki.

Hatif merasakan perjuangan yang sangat berat selama setahun di asrama Indonesia, bahkan pernah tercetus keinginannya untuk menambah waktu setahun lagi agar lebih mantap. Tapi orang tua dan kakaknya selalu memotivasi dan meyakinkannya bahwa dia bisa dan sanggup, dengan izin Allah tentunya.

Akhirnya...22 Agustus 2013 malam, Hatif take off dari Cengkareng.

Perjalanan menuju cita-cita dilanjutkan. Tak terfikirkan sebelumnya, di usia 16 tahun pergi sendiri ke luar negeri. Tanpa biaya, karena sejak di terima di UICCI seluruh biaya ditanggung oleh yayasan, semacam beasiswa.

Kebiasaan belajar keras dan tekun saat di Indonesia, sangat membantunya menyesuaikan diri dengan tugas belajar yang sangat berat. Selain memperlancar bahasa Arab dan Turki, pelajaran utamanya adalah menghafal kitab Nahu Sorof, pelajaran tata bahasa Arab dan segala yang berkaitan dengannya.

Metodenya? Menghafal! Ya, tak ada bedanya dengan menghafal Al Qur'an, ada setoran hafalan, ada saatnya ujian.

Belajar keras itu diimbangi dengan libur dua hari setiap dua minggu sekali. Mereka diberi uang saku untuk keluar asrama, refreshing sekaligus menjelajah Turki.

Mereka layak mendapatkan itu, mengingat kesungguhan mereka untuk dipersiapkan menjadi penjaga agama.

Hatif lumayan berprestasi, sehingga dia sering diamanahi menjadi imam, terutama saat ada tamu-tamu istimewa. Bahkan sering diundang untuk membaca Al Qur'an ketik ada acara-acara peringatan di masjid-masjid.




Saat libur, Hatif mendapat amanah untuk mengajar anak-anak di sana. Ini kesempatan langka, karena hanya beberapa orang saja yang ditunjuk untuk itu.

Sementara Hatif belajar, di Indonesia orang tuanya sibuk mempersiapkan apa yang menjadi cita-citanya.

Mendirikan pondok bukan pekerjaan ringan, butuh kemampuan yang tidak main-main. Dan tidak bisa Kun Fayakun, karena itu hak Allah. Tetapi itu bukan suatu hal yang mustahil, dengan izin Allah. Dengan bismillah, langkah-langkah kecil mulai di rintis. Secara perhitungan kemampuan diri, maka yang paling mungkin adalah memulainya dengan Rumah tahfidz.

Konsepnya sederhana, mencari pendukung sebanyak-banyaknya untuk proyek umat ini. Menemukan orang-orang yang menyediakan tempat, merekrut tenaga pengajar yang hafal Al Qur'an, mengumpulkan murid yang antusias menghafal dan menghimpun dana dari para dermawan agar proyek ini berjalan sesuai harapan.

Siapapun kita bisa andil dalam proyek ini, sebagai salah satu unsur yang dibutuhkan untuk suksesnya.

Hatif sebagai Sang Inisiator, tapi dia tidak akan bisa mewujudkannya sendirian. Dia butuh pendukung, untuk itu dia mengharapkan cita-citanya menjadi cita-cita bersama.

*)http://nenysuswati.blogspot.com/2014/08/sang-inisiator.html

Kisah Sukses Bisnis dari Keajaiban Berkah Allah



Cerita inspirasi hari ini teman. Kejaiban Berkah Allah itu sangat mengejutkan. Saya terkesan dengan penuturan seorang ibu yang sukses dalam bisnisnya karena 'Keberkahan dari Allah'. Dalam obrolan santai suatu sore di warung makan samping tempat usaha saya, dia bercerita sedikit tentang pengalaman bisnisnya kepada saya.

Kata mbak Tutut, begitu panggilannya, saat masa sulitnya beberapa bulan lalu, dia mendapat dari relasinya sebuah proyek desain interior bangunan besar di jakarta. Walhasil didapatlah harga deal dengan sang pemilik bangunan sekitar Rp.1͵3 Milyar. Dalam hitungan kasar pada waktu itu keuntungan yg bisa didapat dari proyek tersebut sekitar Rp.300 juta lebih. Pada saat proses akad perjanjian, mbak Tutut bertanya pada yang punya gedung "buat bisnis apa tempatnya ini pak?" Dijawab oleh bapak tersebut, "buat tempat hiburan, melayani minuman beralkohol dan pijat plus".

Mbak Tutut kaget dan bimbang, ada yang mengganjal di hatinya, kemudian dia berkonsultasi kepada seorang ustad tentang proyek tersebut. Ustad itu menyarankan lebih baik tidak mengambil proyek tersebut walau untungnya lumayan besar, itu tidak sebanding dengan dosa yang ikut ditanggung dari setiap orang yg datang ke tempat tersebut kelak.

Singkat kata mbak Tutut datang keeseokan harinya kepada pemilik gedung tersebut, lalu dengan penuh keyakinan dia membatalkan proyek tersebut demi semata mengharapkan kebaikan dan pahala di sisi Allah. Sebuah keputusan luar biasa yang mungkin bagi kebanyakan orang termasuk saya, akan berkata, sayang banget itu proyek dilepas, untungnya kan banyak dan apalagi dalam kondisi lagi sulit.

Mbak Tutut melanjutkan ceritanya. Katanya, setelah kejadian penolakan proyek tersebut, dia mengalami banyak miracle (keajaiban) dalam perjalanan bisnisnya. Rezkinya begitu banyak masuk bertubi-tubi, bisnisnya berkembang sangat pesat, hatinya tenang dan sangat bahagia.

Saya pun kagum sambil berucap dalam hati. MasyaAllah, luar biasa ini ibu. Selalu senang dan gembira serta uangnya tetap banyak dari cara halal.

Benarlah apa yang disampaikan baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam:

Ø¥ِÙ†َّÙƒَ Ù„َÙ†ْ تَدَعَ Ø´َÙŠْئًا للهِ عَزَّ ÙˆَجَÙ„َّ Ø¥ِلاَّ بَدَّÙ„َÙƒَ اللهُ بِÙ‡ِ Ù…َا Ù‡ُÙˆَ Ø®َÙŠْرٌ Ù„َÙƒَ Ù…ِÙ†ْÙ‡ُ

"Sesungguhnya tidaklah engkau meninggalkan sesuatu karena Allah 'Azza wa Jalla, kecuali Allah akan menggantikannya bagimu dengan yang lebih baik bagimu" (HR Ahmad no 23074)

Kemudian mbak Tutut menasehati saya. "Keajaiban (berkah) Tuhan itu pak Azwar, kadang sangat mengejutkan. Membiasakan berbuat kebaikan yang mengejutkan pada diri kita atau orang lain bisa sangat membantu keajaiban Tuhan menghampiri kita".

Terima kasih mbak Tutut, cerita dan nasehat anda sangat menginspirasi dan semoga bermanfaat bagi kita semua. Amiin.

(Azwar Rasmin)

Tips Menghafal Al-Quran | Oleh Vokalis IZIS Bang @af1_




Menghafal Al-Quran itu mudah dan menyenangkan, dan tentu saja membuat hidup berlimpah berkah. Bagi anda yang padat dengan segudang kesibukan harian, Bang Afwan Riyadi -vokalis grup nasyid Izzatul Islam (IZIS)- berbgai tips menghafal Al-Quran. Yuks kita simak:


Alhamdulillah .. di usia hampir kepala 4 ini, urusan menghafal Al Quran ternyata gak sesulit yg dibayangkan.

Mau saya share tips2-nya kawan? #MenghafalQuran

Buat anak2 muda yg masih fresh sih harusnya lebih cepat menghafalnya dibanding saya .. #MenghafalQuran

Oiya, rekor saya sih 1 juz hafal dalam 2 bulan .. Not bad lah (^___^) .. apalagi saya tobatnya mulai belakangan ini lagi (^__^) ..

Saya terinspirasi dari penelitian anak saya; Wafa. Dia meneliti hubungan antara kedekatan dgn Al Quran & kecerdasan. Ternyata sangat erat.

Sejak itu ane mencoba kejar2an sama Wafa banyak2an hafalan. Tiap pagi kalau antar sekolah, kita sering talaqqi sama2. #MenghafalQuran

Tips-nya #MenghafalQuran itu gak berat2 amat. Yang berat mempertahankan semangat untuk istiqamah. Beneran dah.

Intinya #MenghafalQuran itu cuma 2 : 1. Istiqamah .. 2. Banyak mengulang (talaqqi). Itu aja. Sisanya disesuaikan kemampuan & selera masing2.

Ane baru mulai #MenghafalQuran lagi tahun lalu setelah lamaaaa vakum gak menghafal .. (~__~) .. Lumayan, alhamdulillah ..

Jadi cara ane #MenghafalQuran itu begini : sebelum pergi, sisihkan waktu 5-10 menit menghafal 3 atau 4 baris. Udah cukup jangan maruk..

Nah lalu kita pergi (entah ke kantor, antar anak sekolah atau kemana aja); diulang2 terus apa yg kita hafal tadi. #MenghafalQuran

Jadi waktu dijalan yg bisa memakan waktu 30 menit bahkan kadang sampai 2 jam; gak sia-sia. Kita bisa gunakan buat mengulang2 hafalan.

Oiya, pas #MenghafalQuran, ane menggunakan Al Quran yg ada terjemahan, sehingga bisa sedikit mengerti apa yg kita hafal.

Mengerti ceritanya; apa yg ingin disampaikan Allah dalam ayat2 yg kita hafal. Itu cara #MenghafalQuran yg efektif sekali menurut ane.

Jadi waktu yg digunakan untuk nambah hafalan gak banyak; cukup 5-10 menit sehari. Lalu dijalan ulang2 terus. Disambung dgn ayat2 sebelumnya

Nah kadang kalau bosan, okelah satu hari rehat gak nambah. Namanya jiwa manusia kadang butuh rehat. Cara rehatnya, tetap dgn Al Quran juga.

Ane biasanya membaca tafsir; atau minimal terjemahan dari ayat2 yg belum kita hafal. Jadi pas nanti kita mau menghafalnya, sudah agak faham

Macam begitu 1 hari aja. Besoknya kita tambah hafalan lagi. Cukup 3 atau 4 baris sehari. Gak usah buru2. #MenghafalQuran

Insya Allah kalo konsisten, kita bisa #MenghafalQuran diluar kepala 1 lembar dalam 1 pekan. Lumayan kan?

Akan nancep lagi, kalau hafalan itu kita amalkan dalam shalat malam. Puas2in deh berlama2 shalat sambil membacakan semua yg kita hafal

Gak terasa tiba2 kaki bergetar karena kelamaan berdiri .. (^___^) .. tapi gak mau selesaikan shalat. Ketagihan. Beneran deh ane gak bohong

Jadi intinya, tips ane #MenghafalQuran itu : bikin dgn cara seringan mungkin. Jangan ngoyo jangan ngotot. Santai aja. Dinikmati prosesnya

Cukup 5-10 menit sebelum berangkat kerja, luangkan waktu nambah hafalan. Lalu ulang2 terus selama perjalanan. Kalau lupa, buka contekan.

Syukur2 bisa nancep bener, tambahin 5-10 menit sebelum pulang kerja. Hafalin 3-4 baris saja jangan banyak2. Atau 2-3 ayat pendek. Cukup.

Kadang ane malah cuma 1 ayat, 1 baris aja. Gapapa yg penting hafal & gak lupa2 lagi insya Allah. #MenghafalQuran

Menambah hafalan-nya pakai Al Quran yg ada terjemahnya, jadi kita sedikit faham dgn apa yg kita hafal. Itu membantu dlm #MenghafalQuran

Sekali-kali bangun malam; atau shalat malam sebelum tidur juga gpp. Baca deh ayat2 yg sudah kita hafal, Nikmaaaat rasanya.

Saya & adik2 binaan membuat buku laporan shalat malam. Simpel, bikin sendiri dari 1 kertas A4 dilipat 8. Jadilah buku kecil2an.

Setiap halaman adalah laporan shalat malam kita selama 1 pekan. Simpel aja kayak main catur jawa. Kalau shalat kasih O kalau enggak kasih X

Nanti keliatan, dalam 1 pekan siapa yg menang. Yang O atau X ? Itulah kita dalam sepekan.

Itu aja, Simpel kan? Memang harus dibuat simple sehingga kita senang & merasa mudah melaksanakannya. #MenghafalQuran

Kalau belum2 sudah merasa berat; gak akan bisa kita menghafal. Sudah ada mental block duluan. Padahal Al Quran itu sdh dimudahkan Allah

Gitu aja. Semoga bermanfaat ya tips2 #MenghafalQuran-nya. Waktunya baca mention kawan..

*dikutip dari twit @af1_

Sudah Ada Warung Shodaqoh, Untuk Kaum Dhuafa yang Mau Makan Tak Punya Uang



Mengutip kabar yang ramai di media sosial sejak Rabu (20/8/2014), ternyata di negara kita sudah ada warung khusus 'wong cilik' fakir miskin dan kaum dhuafa.

Dalam pemberitaan itu, dikatakan bahwa bila kita tidak punya uang untuk makan, silakan mampir ke warung tersebut. Pengunjung boleh mengaajak istri, suami, anak, tetangga, teman, atau siapa saja yang membutuhkan makan, tetapi terkendala uang.

“Silakan, pesan menu apa saja yg kita mau, dan tersedia di situ. Tak akan dimintai bayaran sepeserpun,” ungkap status di halaman Facebook, pada Rabu (20/8).

“Atau jika kita punya uang, apakah itu seribu perak, duaribu perak, silakan.. masukkan uang tsb ke tempat yg sudah disediakan. Semuanya akan dilayani dg sepenuh hati,” tambahnya.

Pengunjung tidak perlu khawatir. Menu masakannya cukup beragam. Ada ayam opor, nasi megono, telur bacem, telur ceplok, sampai daging rendang.

Buka setiap hari, Warung Shodaqoh beroperasi mulai pukul 06.00-09.00 WIB, yang berlokasi di Alun-alun Kota Pekalongan.

Setiap hari, banyak saudara-saudara kita yang berprofesi sebagai tukang becak, kuli panggul, pengemis, dan sebagainya, makan disana.

Warung tersebut dibuka dan dibiayai oleh seseorang yang mengaku sebagai ‘Hamba Allah’. Tujuannya, untuk membantu orang-orang yang kekurangan. Ia jg ingin mengembalikan fungsi alun-alun sebagai tempat favoritnya rakyat kecil. Dengan begitu, rakyat kecil bisa ikut menikmati makanan murah bahkan gratis di kawasan alun-alun. Maasyaa Allah.

Tentu ini juga sekaligus menyentil orang-orang kaya, para pejabat, atau siapapun, untuk ikut terketuk hatinya membantu orang-orang miskin. Semoga jiwa dermawan pendiri Warung Shodaqoh menginspirasi kita untuk selalu berbagi kepada sesama yang membutuhkan. (adibahasan/arrahmah.com)

Anak Kader PKS Juarai Lomba Komik Nasional





Yasmin Filistin, anak kader PKS Yogyakarta ini menorehkan prestasi nasional dengan menjuarai Lomba Komik yang digelar di kota Bandung, Sabtu kemarin (23/8/2014).

Dalam ajang nasional yang digelar oleh C-Genation ini, Yasmin menyabet Juara Satu lewat karya komiknya yang berjudul '4 Serangkai'. Komik yang menceritakan nilai-nilai pendidikan pada generasi muda ini mendapat skor tertinggi dan mendapat hadiah utama Rp 15 juta.

Saat diwawancarai TVRI usai pemberian hadiah, Yasmin menceritakan keahlian komiknya hasil otodidak yang awalnya sekedar coret-coretan tangan sejak duduk di bangku SDIT Baitussalam Prambanan.


Setelah menginjak SMP, 'akhwat' kelahiran 1 Februari 1997 ini mulai belajar membuat komik di komputer, dengan belajar secara otodidak software mulai coreldraw, photoshop, manga studio. Saat masih SMP inipun karya komiknya beberapa kali nampang di koran KOMPAS.

Tahun 2012 lalu, komiknya yang berjudul 'Mr Telat' menyabet The Best Story dalam ajang lomba komik yang digelar MnC di Jakarta.

Baru-baru ini, karya komiknya yang berjudul 'The Battle Of The Good Guy' diterbitkan oleh penerbit komik Yogyakarta.

Saat Gaza Palestina di-invasi zionis Israel, 'Bunga Melati Palestina' inipun mengekspresikan kepeduliannya lewat karya seninyanya 'For Our Brother' yang diunggah di DevianArt.

Saat ditanya apa cita-citanya, siswi SMA 3 Yogyakarta yang ingin kuliah di ITB tahun depan ini mengutarakan ingin menjadi komikus kebanggan Indonesia di ajang internasional.
"Our Spirit, Dua, Hope, All For You, Gaza" (Karya Yasmin Filistin)



(by Didi D)

Walikota Padang Masuk "7 Hal Unik Pejabat Indonesia" Trans7



Program singgah sahur yang dilaksanakan Wali Kota Padang H. Mahyeldi Ansharullah pada bulan Ramadhan 1435 Hijriyah lalu dinilai sebagai hal unik. Trans7, salah satu stasiun televisi swasta nasional memasukkan program tersebut sebagai salah satu dari tujuh hal unik yang dilakukan pejabat di Indonesia dalam program On The Spot.

Jika lazimnya pejabat menggelar buka bersama di bulan puasa, namun kepala daerah yang satu ini justru menyempatkan sahur bersama warganya yang miskin. Dia datang ke rumah warganya yang hidup sangat sederhana pada waktu dini hari dengan membawa segala kebutuhan untuk sahur.

Dalam program ini, Wali Kota Mahyeldi bukan sekedar datang untuk sahur saja, melainkan juga dibarengi dengan pelaksanaan bedah rumah, serta langsung melihat kondisi kesehatan, pendidikan hingga mata pencarian warga.

Wali Kota Padang tak sendiri menjalankan kegiatan ini, beberapa SKPD terkait juga dilibatkan. Di antaranya, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial dan Tenaga Kerja, Dinas Pendidikan dan Bapedalda serta Bagian Humas.

''Kunjungan itu kesempatan kita untuk melihat kondisi warga lebih dekat. Sebagai Wali Kota, ini merupakan tugas saya dalam melayani masyarakat,'' ujar Mahyeldi saat dihubungi, Senin (18/8) kemarin.

Menurut Mahyeldi, program ini dikaitkan dengan bedah 1000 rumah tak layak huni dalam setahun. Jadi tidak hanya sebatas di bulan puasa, tapi akan dilanjutkan pada bulan - bulan biasa ke depannya.

''Ini merupakan program pengentasan kemiskinan agar terwujud kesejahteraan masyarakat seperti yang kita cita - citakan,'' ujarnya.

Adapun untuk anggaran program bedah rumah ini, menurut Mahyeldi lagi dapat diupayakan dari bantuan CSR dan anggaran - anggaran yang telah diplot untuk itu.

''Alhamdulillah juga, bantuan mengalir dari berbagai pihak untuk mendukung program ini. Kita juga mendapat bantuan sebesar Rp.1,55 milyar dari Kemensos untuk mendukung program ini,''sebutnya.

Sumber: Humas Pemko Padang

Cerita Dibalik Rumah Megah "House of The Rising Sun" Ustadz Cahyadi Takariawan






"Rumah Hadiah"

Oleh Ida Nurlaela 'Cahyadi Takariawan'

Ini adalah tulisan ke empat. Yang pertama di sini, kedua di sini, ketiga di sini.

“Kami membangun rumah ini modalnya sejuta dik...” kata mbak Lilik.
“Hah...yang betul mbak?!” kataku penasaran.

“Iya betul. Mulanya uang sejuta saya titip ke toko besi yang saya percaya. Pak ini uang sejuta kalau beli semen dapat berapa sak? Tahun itu bisa dapat 40 sak. Jadi dicatatlah kami membeli semen. Saya minta diantar besok jika saya sudah siap membangun rumah...”

Begitulah tiap punya rejeki, mereka menitipkan uang yang dicatat sebagai pembelian semen, besi, kayu, kusen, paku dsb.

Beberapa tahun kemudian saat mereka punya tanah dan siap membangun, mereka tinggal minta dianterin bahan yang telah dibeli bertahun-tahun yang lalu....

Sekalipun sebenarnya harga barang saat diantar sudah jauh melambung dari saat akad, tapi pemilik telah sepakat untuk memberikan sesuai perjanjian jual beli di depan.

“....jadi dik, jangan takut untuk mulai membangun rumah. Mulai saja...nanti rejeki akan datang sendiri....Pokoknya harus yakin Allah Maha Kaya.

Cerita yang sungguh menginspirasi. Tinggal cari toko bahan bangunan yang bisa dipercaya untuk model pembelian seperti itu ya...

Anda yang ingin meniru, semoga menemukan toko yang tepat, yang pemiliknya baik dan amanah...

Bazar murah yang meriah di garasi rumah

Tapi kami tidak sepenuhnya meniru modus kakak senior itu.

Setelah menimbang-nimbang, kami memutuskan memindahkan tanah warisan jatah suami dengan membeli tanah di Jogja. Itu tahun 2003. Tentu sepersetujuan ibu mertua. Memang bapak mertua almarhum pernah berpesan bahwa anak-anak boleh memindahkan jatah tanahnya ke lokasi yang diinginkan.

Uang yang ada jika membeli di kawasan kota, hanya akan mendapat lahan yang sempit. Kami memilih di desa, dekat sawah, dekat masjid, tak jauh dari sekolah anak-anak, tak jauh dari Bandara dan terminal. Masih bonus view gunung Merapi. Alasan lain jika di desa masih terus bisa diperluas.

Itulah tanah cikal bakal rumah kami. Suamiku minta tolong temannya seorang pemborong yang sungguh baik hati untuk mengelola pembangunan rumah. Modalnya tabungan yang tidak begitu banyak dan hasil penjualan tanah yang pernah kami beli di lokasi yang kurang strategis sepuluh tahun sebelumnya..

Subhanallah ternyata butuh waktu dua tahun hingga rumah utama selesai dan bisa kami tempati. Kadang kami kehabisan uang dan suamiku bilang ke temannya untuk menghentikan sementara. Tapi temannya menolak.

“Biar kupinjami dulu bahan-bahannya, yang penting tolong carikan uang untuk bayaran tukang setiap hari Sabtu...”

Memang pemborong ini punya toko bahan bangunan juga. Subhanallah itu namanya pertolongan Allah yang datang dari tempat yang tidak disangka-sangka.

“Bagi saya kehormatan untuk membuatkan rumah pak Cah dan keluarga...” begitu kata sang pemborong.

Tahun 2004 kami mulai membangun rumah induk dan tahun 2006 telah kami tempati.
Sejak itu kami tidak berhenti membangun. Ada saja rejeki untuk ditempelkan jadi sesuatu. Tanah juga diperluas dari waktu ke waktu hingga menjadi 3 sertifikat. Gak perlu diceritakan bahwa kami juga harus menyekolahkan sertifikat untuk terus menyempurnakan fungsi-fungsi rumah.

Pertolongan dari Allah adalah terus berdatangan order pelatihan dari perusahaan-perusahaan besar atau kecil, bahkan yang gratisan...alhamdulillah.

Sepuluh tahun sudah sejak kami meletakkan batu pertama, ternyata terus saja tak bisa dihentikan. Hari ini kami membangun 3 kamar mandi lagi, bersiap menghadapi rombongan yang akan menginap akhir bulan ini.

Di Garasi mereka mengantri menyetorkan hafalan Qur'an


Maka jika mengenalkan bagian rumah kepada tetamu untuk memotivasi agar mereka mau berkarya dengan menulis, suamiku bilang:

“Ini garasi Amerika...karena dibangun sepulang saya diundang sebulan ke Amerika....ini paviliun Jepang, karena saya dapat sepulang dari tiga minggu di Jepang...Ini area Korea, Ustrali.....dst...”

Ada seorang tukang yang bahkan terus bersama dengan kami membangun rumah itu, yang pernah kuceritakan di sini.

Kalau sekarang orang yang baru mengenal kami dan tidak tahu cerita dibalik house of the rising sun...semoga sekarang lebih bisa melihat runtutannya. Itu pula yang membuat kami memilih rumah tak berpagar dengan halaman yang mengundang.

Merasa bahwa ini bukan milik kami sepenuhnya, ini adalah rumah hadiah dari Allah, maka kami selalu menawarkan kepada siapapun yang membutuhkan tempat transit, tempat menginap atau tempat beraktivitas.

Silahkan menggunakan fasilitas yang disediakan Allah. Kami masih ingin terus meluaskan, membaguskan dan membuat nyaman untuk bisa memberikan keberkahan kepada lebih banyak orang.

Komunitas Toekangphoto pernah manjadi tamuku


Sejak berdiri tak henti kami menerima tamu, hanya sekedar beraktivitas atau numpang menginap. Seperti komunitas toekang photo dalam cerita ini.

Bulan Ramadhan garasi menjadi tempat tarawih remaja dan anak, serta aktvitas tahfidz dan pengajian. Saat lebaran digelar open house menjamu para tetangga yang berkunjung.


Open house lebaran


Awal Agustus ini juga ada odojer dari Jadebotabek yang transit tiga hari dalam perjalanan wisata religi mereka. Akhir bulan nanti juga ada rombongan yang akan transit menginap beberapa hari dari Bekasi.

Kepada semua yang yang menginginkan rumah besar dan berkah, pertama yakinlah bahwa Allah Maha Kaya. Jangan hanya bertumpu pada hitungan manusiawi kita. Terus bekerja, terus berusaha, beramal dan berdoa. Allah akan mudahkan kita mewujudkan impian. Yang namanya menabung, bukanlah semata menabung uang, tetapi memperluas silatrurahmi, menabur amal kebaikan juga bagian dari tabungan.

Jika kita mempermudah urusan orang lain, semoga Allah mempermudah urusan kita dunia akhirat.

Yang paling penting...niatkan sebanyak mungkin kebaikan dalam memfungsikan rumah impian...biar jadi amal dunia akhirat.

Bismillah ...semangaat!

Kuceritakan semua ini apa adanya untuk menjadi inspirasi bagi siapa saja yang menginginkan rumah impian. Ya Allah jauhkan kami dari sifat sombong dan riya', dan jadikan kami hamba yang pandai mensyukuri nikmatmu, amiin.

Tunggu tulisan selanjutnya tentang menabung amal berbuah fasilitas kehidupan.

Pengobatan gratis juga di Garasi

Ditulis 10 Agustus 2014

*)http://ida-nurlaila.blogspot.com/2014/08/rumah-hadiah.html

Belajar "Kemustahilan" dari Anak Muda SMK yang Mendunia




SUASANA ruang tamu di rumah Arfi’an Fuadi, 28, di Jalan Canden, Salatiga, Jawa Tengah, masih dipenuhi nuansa Idul Fitri. Jajanan Lebaran seperti kacang, nastar, dan kue kering memenuhi meja untuk menjamu tamu yang berkunjung.

Di sebelah ruang tamu terdapat ruangan yang lebih kecil. Di dalamnya ada tiga unit komputer. Rupanya, di ruangan kecil itulah Arfi –panggilan Arfi’an Fuadi– bersama sang adik M. Arie Kurniawan dan dua karyawannya mengeksekusi order design engineering dari berbagai negara.

Kiprah dua bersaudara itu di dunia rancang teknik internasional tak perlu diragukan lagi. Tahun lalu Arie memenangi kompetisi tiga dimensi (3D) design engineering untuk jet engine bracket (penggantung mesin jet pesawat) yang diselenggarakan General Electric (GE) Amerika Serikat. Arie mengalahkan sekitar 700 peserta dari 56 negara.

”Lomba ini membuat alat penggantung mesin jet seringan mungkin dengan tetap mempertahankan kekuatan angkut mesin jet seberat 9.500 pon. Saya berhasil mengurangi berat dari 2 kilogram lebih menjadi 327 gram saja. Berkurang 84 persen bobotnya,” ungkap Arie ketika ditemui di rumah kakaknya, Senin (4/8).

Yang membanggakan, Arie mengalahkan para pakar design engineering yang tingkat pendidikannya jauh di atas dirinya.

Misalnya, juara kedua diraih seorang PhD dari Swedia yang bekerja di Swedish Air Force. Sedangkan yang nomor tiga lulusan Oxford University yang kini bekerja di Airbus. ”Padahal, saya hanya lulusan SMK Teknik Mekanik Otomotif,” jelas Arie.

Sekilas memang tak masuk akal. Bagaimana bisa seorang lulusan SMK yang belum pernah mendapatkan materi pendidikan CAD (computer aided design) mampu mengalahkan doktor dan mahasiswa S-3 yang bekerja di perusahaan pembuat pesawat? CAD adalah program komputer untuk menggambar suatu produk atau bagian dari suatu produk.

Rupanya, ilmu utak-atik desain teknik itu diperoleh dan didalami Arie dan kakaknya, Arfi, secara otodidak. Hampir setiap hari keduanya melakukan berbagai percobaan menggunakan program di komputernya. Mereka juga belajar dari referensi-referensi yang berserak di berbagai situs tentang design engineering.

”Terus terang dulu komputer saja kami tidak punya. Kami harus belajar komputer di rumah saudara. Lama-lama kami jadi menguasai. Bahkan, para tetangga yang mau beli komputer, sampai kami yang disuruh ke toko untuk memilihkan,” kenang Arfi.

Sebelum menjadi profesional di bidang desain teknik, dua putra keluarga A. Sya’roni itu ternyata harus banting tulang bekerja serabutan membantu ekonomi keluarga. Arfi yang lulusan SMK Negeri 7 Semarang pada 2005 pernah bekerja sebagai tukang cetak foto, di bengkel sepeda motor, sampai jualan susu keliling kampung.

Sang adik juga tak jauh berbeda, jadi tukang menurunkan pasir dari truk sampai tukang cuci motor. ”Kami menyadari, penghasilan orang tua kami pas-pasan. Mau tidak mau kami harus bekerja apa saja asal halal,” tutur Arfi.

Baru pada 2009 Arfi bisa menyalurkan bakat dan minatnya di bidang program komputer. Pada 9 Desember tahun itu dia memberanikan diri mendirikan perusahaan di bidang design engineering. Namanya D-Tech Engineering Salatiga. Saksi bisu pendirian perusahaan tersebut adalah komputer AMD 3000+. Komputer itu dibeli dari uang urunan keluarga dan gaji Arfi saat masih bekerja di PT Pos Indonesia.

”Gaji saya waktu itu sekitar Rp 700 ribu sebagai penjaga malam kantor pos. Lalu ada sisa uang beasiswa adik dan dibantu bapak, jadilah saya bisa membeli komputer ini,” kenangnya.

Setelah berdiskusi dengan sang adik, Arfi pun menetapkan bidang 3D design engineering sebagai fokus garapan mereka. Sebab, dia yakin bidang itu booming dalam beberapa tahun ke depan. ”Kami pun langsung belajar secara otodidak aplikasi CAD, perhitungan material dengan FEA (finite element analysis), dan lain-lain,” jelasnya.

Tak lama kemudian, D-Tech menerima order pertama. Setelah mencari di situs freelance, mereka mendapat pesanan desain jarum untuk alat ukur dari pengusaha Jerman. Si pengusaha bersedia membayar USD 10 per set. Sedangkan Arfi hanya mampu mengerjakan desain tiga set jarum selama dua minggu.

”Kalau sekarang mungkin bisa sepuluh menit jadi. Dulu memang lama karena kalau mau download atau kirim e-mail harus ke warnet dulu. Modem kami dulu hanya punya kecepatan 2 kbps. Hanya bisa untuk lihat e-mail.”

Di luar dugaan, garapan D-Tech menuai apresiasi dari si pemesan. Sampai-sampai si pemesan bersedia menambah USD 5 dari kesepakatan harga awal. ”Kami sangat senang mendapat apresiasi seperti itu. Dan itulah yang memotivasi kami untuk terus maju dan berkembang,” tegas Arfi.

Sejak itu order terus mengalir tak pernah sepi. Model desain yang dipesan pun makin beragam. Mulai kandang sapi yang dirakit tanpa paku yang dipesan orang Selandia Baru sampai desain pesawat penyebar pupuk yang dipesan perusahaan Amerika Serikat.

”Pernah ada yang minta desain mobil lama GT40 dengan handling yang sama. Untuk proyek itu, si pemilik sampai harus membongkar komponen mobilnya dan difoto satu-satu untuk kami teliti. Jadi, kami yang menentukan mesin yang harus dibeli, sasisnya model bagaimana dan seterusnya. Hasilnya, kata si pemesan, 95 persen mirip,” jelasnya.

Selama lima tahun ini, D-Tech telah mengerjakan sedikitnya 150 proyek desain. Tentu saja hasil finansial yang diperoleh pun signifikan. Mereka bisa membangun rumah orang tuanya serta membeli mobil. Tapi, di sisi lain, capaian yang cukup mencolok itu sempat mengundang cibiran dan tanda tanya para tetangga.

”Kami dicurigai memelihara tuyul. Soalnya, pekerjaannya tidak jelas, hanya di rumah, tapi kok bisa menghasilkan uang banyak. Mereka tidak tahu pekerjaan dan prestasi yang kami peroleh,” cerita Arfi seraya tertawa.

Sayangnya, dari 150 proyek itu, hanya satu yang dipesan klien dalam negeri. ”Satu-satunya klien Indonesia adalah dari sebuah perusahaan cat. Mereka beberapa kali memesan desain mesin pencampur cat,” lanjutnya.

Meski punya segudang pengalaman dan diakui berbagai perusahaan internasional, Arfi dan Arie masih belum bisa berkiprah di desain teknik Indonesia. Penyebabnya, mereka hanya berijazah SMK.

”Kalau ditanya apakah tidak ingin membantu perusahaan nasional, kami tentu mau. Tapi, apakah mereka mau? Di Indonesia kan yang ditanya pertama kali lulusan apa dan dari universitas mana,” ujarnya.

Stigma ”hanya berijazah SMK” ditambah sistem pendidikan Indonesia yang dinilai kurang adil itulah yang ikut mengandaskan keinginan Arie melanjutkan pendidikan ke jenjang S-1 di Teknik Elektro Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. Arie tidak bisa masuk jurusan itu karena hanya lulusan SMK mekanik otomotif.

”Saya ingin kuliah di jurusan itu karena ingin memperdalam ilmu elektro. Kalau mesin saya bisa belajar sendiri. Tapi, saya ditolak karena kata pihak Undip jurusannya tidak sesuai dengan ijazah saya. Padahal, lulusan SMA yang sebenarnya juga tidak sesuai diterima. Ini kan tidak adil namanya,” cetus Arie.

Meski ditolak, Arie tidak kecewa. Bersama sang kakak, dia tetap ingin menunjukkan prestasi yang mengharumkan nama bangsa. Dan itu telah dibuktikan dengan menjuarai kompetisi design engineering di Amerika yang diikuti para ahli dari berbagai negara. Selain itu, mereka tak segan-segan menularkan ilmunya kepada anak-anak muda agar melek teknologi 3D design engineering.

”Ada beberapa anak SMK yang datang ke kami untuk belajar. Sekarang ada yang sudah kerja di bidang itu. Ada juga yang bakal ikut kompetisi Asian Skills Competition sebagai peserta termuda,” jelasnya.

Mereka juga punya keinginan mengembangkan teknologi energi terbarukan. Salah satunya dengan mengembangkan desain pembangkit listrik tenaga angin.

”Kami bekerja sama dengan anak-anak SMK untuk mengembangkan biodiesel dari minyak jelantah. Lalu, Mas Ricky Elson (pembuat mobil listrik yang dibawa Dahlan Iskan dari Jepang, Red) pernah menghubungi lewat Facebook, ingin menjalin kerja sama dengan kami. Tentu saja kami terima,” ungkapnya.

Dengan semua upaya itu, mereka punya satu impian, yakni mengembangkan sumber daya lokal Salatiga untuk menjadikan kota kecil itu pusat pengembangan manufaktur teknologi kelas dunia. Layaknya Silicon Valley di San Francisco, Amerika Serikat.

”Kami ingin membuktikan bahwa Indonesia bisa menjadi pusat industri manufaktur dunia. Terlebih lagi, teknologi 3D printing bakal menjadi tulang punggung industri masa depan. Itulah kenapa 3D design engineering sangat penting,” tandasnya.  (*/c9/ari)

*sumber: jppn

"Arti sebuah kesetiaan... pada jalan Dakwah"


Hai sahabat pujangga,
Gimana kabar kalian?

Semoga kalian tetap sehat, baik, bahagia dan selalu bermanfaat untuk orang lain :)

Hari ini, prof akan berbagi cerita kepada kalian tentang arti sebuah kesetiaan,
Kesetiaan yang tiada habisnya untuk menjaga cinta suci dengan tuhanNya.

"Walau raga harus hancur,
Mesti jiwa harus tersayat,
Namun cinta ini akan tetap kuperjuangkan untukMu wahai sang pemilik 'Ars."

Sahabat, pernah melihat film titanic?

Film cinta yang dikemas dengan begitu banyak cobaan dan tantangan, namun akhirnya mereka berdua siap mati bersama demi kesetiaan cinta mereka ketika kapal mulai tenggelam,

Film ini banyak mengandung romantisme percintaan dan kesetiaan;
Bagaimana kita tetap bisa terus saling menolong, berbagi, melindungi dan setia walau badai ujian menghampiri; sampai pada kesetiaan yang tak bertepi, yaitu mati dan berkorban demi cinta.

Disini, prof tidak akan bercerita lebih jauh tentang titanic-nya, namun mau berbagi rasa dan cerita tentang sebuah arti kesetiaan karena cinta.

Cerita disini, adalah cerita kenyataan yang sengaja disajikan untuk kalian agar bisa mengambil pelajaran dan hikmah yang terserak,

cerita cinta ini bukan-lah cerita romantis yang seperti biasa, akan tetapi cerita ini mengandung unsur cinta yang lebih besar dan lebih kekal yaitu cinta kepada Allah lewat Dakwah,

Simak yuk kisah prof,

Kemarin, saya berkesempatan untuk bisa silaturahim dan menjenguk ustad tercinta, ustad yang sangat sangat baik dan ramah, begitu kuat dan teguh, walau cobaan selalu mengujinya,

Silaturahim kali ini terasa berbeda, karena pada kesempatan ini prof bersilaturahim didalam penjara,!
Penjara Yang dijaga oleh para polisi militer dan jendral berbintang 2,
Berlapis jeruji besi yang rapat, dan kuat,
Disana juga ada anjing yang sangat ganas, bergigi Tajam, memanjarkan lidah, berliur dan berwajah seram seperti anjing Helder yang siap menyiksa siapapun ketika perintah dilontakan.

Ada pertanyaan yang mungkin menelusuk kedalam hati kalian,
Bagaimana bisa, seorang ustad yang begitu baik dan ramah bisa masuk kedalam penjara yg begitu ketat,??

Ceritanya sangat sangat panjang, prof tak akan bisa menceritakan detilnya, namun, fitnah ini dimulai pada tahun 2012 bulan desember,
Banyak fitnah yang ditudingkan ke guruku tersebut sehingga ia sekarang dijatuhkan hukuman dan dijebloskan kedalam penjara,
Ceritanya sangat paanjaaaang dan penuh dengan konspirasi serta fitnah yang sangat sangat keji,
Dimulai dari tuduhan kasus korupsi, namun akhirnya tak terbukti,
Lalu tuduhan pencucian uang, namun buktinya pun tak ada.
Lalu tuduhan penyalah gunaan kewenangan, namun disanggah pihak saksi bahwasanya ia tidak bersalah, akan tetapi fitnah lainnya terus berdatangan tanpa henti sehingga membuat hati ini terasa sedih dan ingin membela, akan tetapi besarnya fitnah dan cobaan sehingga diri ini tak mampu berbuat apa apa, selain berdoa.

("Ya Allah, Berikanlah kesabaran kepada "nya" dan berkahilah keluarga "nya" ")

Hanya doa itu yang bisa prof lantunkan ketika berdoa,
Yaaaaah, mungkin tak ada efek secara real,
Namun prof yakin, Allah maha kuat dan hebat, bisa memberi pertolongan kepada hambanya yang terdzholomi.

Lantas, dimana letak kesetiaan itu?

Hmmm., begini sahabat,
Ustad/guruku tersebut sudah lama berjuang untuk menciptakan indonesia yang lebih maju dan sejahtera lewat sebuah jamaah yang menaunginya,
Ia juga pernah ikut membantu kaum muslimin di afgan dengan menjadi prajurit pembela,

Ia betul betul sudah mewakafkan dirinya hanya untuk berjuang demi kebangkitan islam dan kesejahteraan indonesia.
Sehingga ia dengan teman temanmya berusaha untuk bisa menjadi pengambil kebijakan di pemerintahan indonesia lewat berpolitik, dengan niat untuk beribadah dan berjuang lewat kebijakan yang memajukan rakyat indonesia.

Namun, apalah daya, fitnah dan ujian bertubi tubi datang hingga ia di jebloskan ke dalam penjara,
Satu tak terbukti, ada fitnah yg ke dua,
Fitnah yang ke dua pun kalah, datang fitnah yang ketiga, fitnah ketiga pun tak berlandasan maka muncullah yang keempat dan banyak lagi.

Ada yang unik,,dimana seluruh penjara berisikan orang orang yang jahat dan kotor, bahkan banyak orang yang sudah men-cap- bahwa orang yg dipenjara itu buruk, namun ternyata tidak.
Masih ada seseorang yang baik, difitnah dan dijebloskan ke dalam penjara, sehingga didalam penjara ia tetap menjadi rujukan ilmu, beliau sering menjadi imam shalat, diminta untuk mengisi ceramah dan kultum, terutama saat bulan ramadhan lalu,
Beliau begitu sabar dalam berdakwah, walah posisinya sudah dipenjara.

Coba bayangkan sahabat,
Jika ayahmu masuk kedalam penjara,
Bagaimana rasanya!?
Bagaimana??
Apakah kalian merasakan bahagia??
Atau merasakan kebebasan karena tak ada ayah yang mengawasi??
Bagaimana dengan kewajiban nafkah jika seorang ayah masuk penjara?
Bagaimana perasaan seorang istri jika suaminya dipenjara?
Dan apa komentar orang yg disekeliling rumah kita jika ada yg dipenjara?
Bahagiakah kalian?

Tentu tidak,!
Kita pasti akan merasakan kesedihan, ketakutan, ocehan buruk dan lainnya,

jikalau ayah kalian masuk penjara, rasanya pasti sedih dan mau menangis,
Betulkan?

Akan tetapi, guruku tersebut tetap ber-baik sangka kepada Allah, dan ia tetap semangat untuk berdakwah, juga menyebarkan risalah islam walau dipenjara sekalipun.

Inilah, kesetiaan sejati bagi seorang muslim untuk bisa terus istiqomah dalam berdakwah dan berjuang untuk menyebarkan risalah islam sehingga lambat laun cahaya islam akan memajukan negri itu sendiri.

Ia begitu sadar bahwa hidup ini perjuangan.
Ia sangat paham bahwa hidup ini adalah mengabdi.
Ia mengerti bahwa kenikmatan yang abadi hanyalah surga,
Maka ia rela berdakwah dan terus berjuang walaupun jiwa raganya mati dalam ke-syahidannya.

Cinta selalu meminta pengorbananmu,
Hingga jantungmu sudah tidak kuat lagi menahan beratnya ujian,
Lalu ia berhenti berdetak,
Dan pada saat itulah kau disebut sebagai seorang pujangga sejati, yang setia kepada cintamu.

Sebuah catatan dan oretan tak berarti, bagi kalian yang tak ingin memahami apa arti kesetiaan sejati.
Kesetiaan yang membutuhkan tetesan keringat, bahkan darah sekalipun
Kesetiaan yang menuntut jiwa dan ragamu untuk lelah,
Kesetiaan yang merenggut kebahagian dan kenyamanan hidupmu.
Hingga Allah memanggilmu dalam perjuangan.

Kesetiaan ibarat proses metamorfosis kupu-kupu,
Sang daun rela dimakan ulat untuk terus tumbuh, sang ulatpun merasakan sangat sangat sakit tuk berubah menjadi kepompong,
Larva ulat juga harus Sangat sangat sabar didalam kepompong yang pengap dan sempit,
Ia tak bisa bergerak, bermain, apa lagi melihat indahnya dunia,
Hingga pada akhir proses itulah,
keluar seekor kupu kupu yang indah, berwarna warni pelangi, menari diatas bunga mawar merah, menebarkan keindahan dan kecantikanya kepada seluruh alam.

Itulah kesetiaan.
Berkorban dan berjuang sampai titik nadi terakhir.
Walau kebahagiaan tak pernah terasa dan mampir di bibir
Karena waktu telah memanggil kita agar beristirahat selamanya di surga yang penuh degan kenikmatan air.

Sebelum prof akhirkan tulisan ini,

Tak lepasnya bibir ini selalu berdoa,
"Ya Allah, berilah kesabaran kepadanya, dan berkahilah keluarganya"
Amiin

Untuk ustad dan guruku tercinta,
Yang ada dalam jeruji besi sana,
Semoga doa ini bisa selalu menembus baja-baja yang kuat sekalipun,
Agar dirimu bisa tetap teguh dalam perjuanganmu.
Amiin.

By : Inspirator Ibadurrahman

*)http://www.profesorcinta.com/2014/06/arti-sebuah-kesetiaan.html

Puing 2014...| By @bangirwan

Pemilu legislative 2014 telah usai. Pemilu paling GILA yang pernah saya jalani sejak terjun di dunia politik sepuluh tahun silam. Saya katakan GILA sebab Pemilu kali ini telah meruntuhkan semua teori pemasaran politik yang susah payah dibangun oleh ahlinya (baca: pengamat) dan diimplementasikan oleh para politisi.

Akibatnya para tukang survey harus jatuh bangun melakukan justifikasi atas kekeliruan hasil survey mereka. Terlalu banyak anomali yang terjadi. Partai korup dan tidak korup tidak penting bagi pemilih. Caleg melayani dan tidak melayani persetan bagi pemilih. Yang sering nangkring di TV dan yang “ghaib” tak ada bedanya bagi pemilih. Yang penting, “Wani piro?”.

Makanya pasca Pileg, puing-puing korban perang 2014 masih berserakan dimana-mana. Terutama puing hati para Caleg gagal. Saya tahu beberapa sahabat saya yang gagal adalah sosok yang begitu aktif memperjuangkan aspirasi masyarakat di kantor Dewan. Tapi bagi sebagian besar pemilih itu semua hanya masa lalu. Yang penting saat ini kata mereka, adalah “yang ada di depan mata”.

Salahkah mereka? Tidak juga. Perilaku pemilih seperti ini adalah hasil dari jualan politisi yang diproduksi oleh partai politik. Tak ada penjual, tak ada pembeli! Terlalu banyak anggota Dewan yang setelah Pemilu selesai tak pernah lagi menyapa konstituennya. Padahal ketika kampanye dulu janjinya segudang. Akhirnya para pemilih mulai belajar, dari pada jadi korban janji Caleg lagi, lebih baik janjinya disetor di depan. Soal janji yang lain, yah nanti sajalah setelah terpilih. Pada saat yang sama, parpol rame-rame merekrut Caleg vote getter dari kalangan pemilik modal. Gayung bersambutlah dengan keinginan Pemilih. Jadilah Pemilu Legislatif 2014 yang lalu ajang transaksi suara terbesar dalam sejarah demokrasi Indonesia.

Yah, miris memang. Tapi setidaknya, selalu ada sisi baik yang dapat dipetik. Dalam Pileg kali ini para pemilih mulai “tega” mengambil uang para Caleg lalu tidak memilihnya. Seperti kampanye yang selama ini didengungkan, “Ambil Uangnya, Jangan Pilih Orangnya!”. Dari lima Caleg yang datang ke pemilih menawarkan uang, pada sebagian pemilih, semua “sumbangan” tersebut diambil, dan hanya memilih satu di antaranya.

Dari aspek “teganya” sudah bagus. Semoga kedepan “ke-tega-an” ini tetap terpelihara untuk memberi efek jera kepada politisi karbitan berkantong tebal. Tinggal bagaimana mengajak masyarakat agar memilih calon-calon legislative yang kredibel, dekat dan lebih peduli dengan mereka. Wallahu ‘alam…

Oleh: Irwan, ST
http://inspirasibangirwan.blogspot.com  

Pak Anung, Sosok Tua-Tua Keladi

Usia boleh sudah tidak muda lagi, tapi semangat tetap mantapks. Dikenal dengan panggilan Pak Anung, ia terlahir di Bandung tanggal satu bulan satu tahun enam satu, dengan nama lengkap Eddy Supriadi. Bukan nama yang familiar bagi kita seperti halnya para caleg atau pejabat daerah, tapi justru familiar di telinga para caleg dan pejabat daerah di Kota Bandung.
Awal perkenalan dengan beliau terjadi pada saat Pilgub Jawa Barat tahun 2008, di masa kemunculan pasangan HADE (Ahmad Heryawan-Dede Yusuf). Ketika itu saya diamanahi sebagai Ketua DPRa PKS Kelurahan Jamika Kota Bandung yang saat itu kesulitan mencari orang yang bersedia direkrut menjadi saksi di TPS-TPS. Hingga akhirnya Allah mempertemukan saya dengan Pak Anung melalui kader PAN (ketika itu Dede Yusuf diusung Partai Amanat Nasional-red). Silaturahim pun berlanjut hingga pasangan HADE memenangkan Pilgun Jabar waktu itu. Dan Alhamdulillah, silaturahim pun berlanjut hingga saat ini, meski usia kami terpaut jauh.
Satu hal yang membuat saya iri terhadap Pak Anung selama mengenal beliau adalah semangatnya yang tak pernah kendor. Mungkin ungkapan ‘Tua-tua keladi, makin tua makin menjadi’ sangat pas untuk beliau. Mulai dari bermain futsal hingga menghimpun relawan-relawan untuk dijadikan saksi di Pilgub, Pilwalkot dan Pileg yang baru berlalu kemarin, beliau lakukan sesuai dengan instruksi dan dedikasi yang tinggi. Meski beliau hanya simpatisan dan bukan kader.
Takdir memang selalu sampai di tangan yang tepat. Seperti Pak Anung yang ditakdirkan berangkat Umroh melalui kerja kerasnya selama ini. Hadiah dari DPD PKS Kota Bandung ini diberikan atas pengorbanannya yang tak kenal lelah guna menghimpun relawan RIDO (Ridwan Kamil - Oded M Danial) untuk maju dalam pertarungan Pilwalkot Bandung. Tak main-main, Pak Anung berhasil mengumpulkan relawan kurang lebih 700 orang! Fantastis bukan? Inilah juga yang mungkin menjadi jalan kemenangan bagi RIDO pada pertarungan pilwalkot yang lalu.
Mensyukuri takdir, Pak Anung mengadakan walimatus safar dengan mengumpulkan sanak saudara, tetangga dan tentunya kader-kader PKS di Jamika. Tangis haru berbalut suka cita menghangatkan suasana untuk melepas beliau pergi umroh pada tanggal 22 Mei mendatang. Isak tangis dan do'a pun menambah rasa syukur dan yakin kami atas Yang Maha Pemberi Rezeki, bahwa dengan cara apapun jika Allah berkehendak maka siapa yang dapat menghalang?
Selamat menunaikan ibadah umroh, Pak. Semoga Allah memberikan kesehatan, keselamatan dan memudahkan segala urusan-urusan Pak Anung selama beribadah Umroh hingga kembali lagi ke rumah berkumpul bersama keluarga. Aamiin

Yang mencintaimu karena Allah
-Mang Ihin-

*)http://www.pksbandungkota.com/2014/05/pak-anung-sosok-tua-tua-keladi.html

Bangkrut, Hidup Mike Tyson Lebih Menyenangkan

Mantan juara dunia tinju kelas berat, Mike Tyson, mengatakan kehidupannya jauh lebih baik saat ini. Padahal, mantan petinju yang dijuluki "Si Leher Beton" itu mengaku sudah bangkrut.

Hal tersebut diungkapkan aktor Hollywood yang juga sahabat Tyson, Jamie Foxx. Seperti dikutip dari ABC News, pemeran film "Ray" dan "Django Unchained" itu mengaku sempat berbincang dengan Tyson di Miami, Amerika Serikat. Foxx mengatakan kehidupan Tyson jauh lebih baik saat ini.

"Kami bertemu dan saya bertanya mengenai kabarnya. Dia bilang, 'Saya senang. Semuanya berkat Allah, teman. Saya tidak punya uang, jadi saya senang. Tidak ada orang yang menginginkan sesuatu dari saya'," ujar Foxx menirukan pernyataan Tyson.

Foxx mengaku sedih ketika Tyson mengatakan telah bangkrut. Pasalnya, mantan petinju yang punya rekor bertanding 50 menang (40 menang KO), 6 kalah dan 2 no contest itu adalah petinju idola Foxx.

"Saya bertanya, 'Maksud kamu apa?'. Dan dia bilang, 'Ketika saya punya uang, saya melakukan hal-hal yang buruk, dan semua orang selalu berharap dari saya. Padahal, yang saya inginkan hanyalah tetap dicintai'," ujar Foxx.

Dalam pertemuan tersebut, Foxx juga meminta izin kepada Tyson untuk membuat film perjalanan hidup petinju kelahiran Brooklyn, New York, tersebut.

"Saya punya kesempatan berteman ketika Tyson masih sukses, dan hingga kini dalam situasi sulit. Saya bilang ke Tyson ingin membuat film mengenai kehidupannya. Menurut saya itu akan menjadi cerita yang luar biasa," ujar Foxx. (one/vivanews)

Akhwat Effect

Ketua Bidang Perempuan DPW PKS Jawa Tengah Dyah Woro Haswini  mengatakan, bahwa keberhasilan PKS mempertahankan suara di pemilu 2014 kali ini adalah karena Akhwat Effect. Para Ibu telah berjuang habis-habisan di pemilu 2014 kali ini. Akhwat-akhwat PKS yang memiliki multi talenta warna tersediri di pemilu 2014.

Saat pemilu, Ibu-ibu PKS memiliki peran ganda, selain memiliki peran terhadap Suami dan Anaknya, mereka pun juga masih harus berjuang ikut terjun di masyarakat. "Para Ibu-ibu PKS mempunyai pengaruh yang dasyat kepada keluarga (suami dan anak) beserta lingkungan, Ibu Effect telah memberikan warna tersendiri bagi betahannya suara PKS di pemilu 2014" Ungkap Woro.

Woro memberikan bukti, bahwa para akhwat PKS  berani turun ke lapangan tanpa takut-takut meskipun PKS sedang di terpa badai dan di pojokan di berbagai media. "Kegiatan dan aksi ibu-ibu PKS tidak terpengaruh badai yang telah melanda PKS, kalaupun mereka harus tertatih-tatih mengembalikan kepercayaan masyarakat untuk tetap bersama PKS" Kata Woro.

Woro menambahkan Kekuatan doa menjadi salah satu kekuatan penting dalam mengarungi pertarungan di medan dakwah, Doa para ibu-ibu PKS Terijabahi karena mereka tak pernah lelah berdoa.

Pada saat pemilu 2014, program ibu-ibu PKS yang di gawangi oleh bidang perempuan terus berjalan tanpa terpengaruh badai yang melanda PKS. Ibu-ibu PKS ini memiliki prinsip, setiap kebaikan pasti suatu saat akan menuainya, semua perilaku dan kebaikan akan kembali pada pelakunya.

Dalam pemilu 2014, Caleg Perempuan memiliki kontribusi yang sangat baik. Di Kota Semarang, total suara caleg perempuan mencapai 22% dari total suara PKS Kota Semarang. Dan yang menggembirakan ada perwakilan perempuan dari PKS yang masuk menjadi Aleg DPRD Propinsi Jawa Tengah.

*)http://www.pkssemarang.org/2014/05/pks-bisa-pertahankan-suara-karena.html

Istri Presiden PKS Hajar Rampok

Aksi kejahatan di Ibu Kota Jakarta membuat cemas kaum perempuan. Para istri pejabat, istri pengusaha, dan sosialita lainya kini sibuk membekali diri dengan ilmu bela diri.

Anaway Iriani Mansyur, istri pertama Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta adalah salah satu istri pejabat yang menyempatkan diri berlatih ilmu bela diri khusus wanita. Anaway berlatih bela diri di Women Self Defense of Kushin Ryu (WSDK) mengambil kelas privat.

Setiap pekan, pelatihnya, Eko Hendrawan Sofyan datang dari Bandung ke Jakarta untuk melatih istri petinggi PKS ini. Hasilnya, Anaway kini jauh lebih berani menghadapi penjahat.

Ketika spion mobilnya akan dicuri penjahat di tengah kemacetan arus lalu lintas di Jakarta beberapa waktu lalu, dia langsung bertindak. Tanpa rasa takut dia turun dari mobil menghajar penjahat sambil berteriak. Malingnya terkejut dan lari tunggang langgang menerobos kemacetan untuk menyelamatkan diri dari kejaran warga. (Harian Warta Kota)

*Baca selengkapnya di Harian Warta Kota Edisi Senin, 12 Mei  2014

Beginilah Umar bin Abdul Aziz Ditarbiyah Sejak Kecil

Di masa kecilnya Umar bin Abdul Aziz diutus orang tuanya Abdul Aziz bin Marwan untuk belajar adab di Madinah. Beliau meminta kepada Imam Shalih bin Kaisan untuk melakukan itu.

Adab pertama yang diajarkan gurunya adalah membiasakan shalat berjama'ah di mesjid.

Pada suatu kali ia terlambat untuk menghadiri shalat berjama'ah. Setelah ditanya oleh gurunya ia menjawab: "Tukang sisir rambutku kelamaan menyisirnya".

Gurunya berkata: "Segitunya menyisir rambut, sampai melambatkanmu untuk menghadiri shalat berjama'ah?"

Saat itu juga gurunya menulis surat kepada ayah Umar bin Abdul Aziz yang menjadi gubernur di Mesir, melaporkan hal itu.

Mendapatkan berita itu, ayah Umar bin Abdul Aziz segera mengirim tukang cukur dari Mesir ke Madinah. Sesampainya di Madinah ia terus saja menemui Umar bin Abdul Aziz. Tanpa ba bi bu langsung saja mencukur rambutnya sampai licin.

Di antara pelajaran yang bisa diambil:

1. Sebelum disekolahkan, anak-anak diajari adab terlebih dahulu.

2. Adab paling penting yang pertama sekali ditanamkan kepada anak adalah menghadiri shalat berjama'ah di mesjid.

3. Kepedulian tinggi dan kerjasama yang baik antara orang tua dan guru dalam mendidik anak.


*by Zulfi Akmal

"Catatan Perjalanan Menuju Menang"

by @penaamatir

(Ini cerita #menang kami dari Kab.Dompu NTB daan mengantarkan ustad Nasaruddin menjadi anggota DPRD Dompu)

Ingin mengurai satu demi satu cerita perjalanan #menang di 2014 ini. Karena ada banyak hikmah yang akan menjadi penguat langkah kedepan..

Perjalanan ini harus dicatat karena ada pelajaran tentang perjuangan sungguh-sungguh kita untuk #menang..

Saya akan catat satu per satu lompatan kita dari persiapan perhelatan besar kemarin, hari pencoblosan,dan ketika perhelatan selesai..#menang

Jauh hari sebelum pencalonan, hampir semua orang ragukan calon kita..mirisnya malah ada yang sebar berita calon kita tidak memasyarakat..

Ketika pasang nomor urut ada juga yang tidak ingin calon kita pakai nomor 1..Orang eksternal mau dipaksa masuk..

Pening kepalaku..Buntu otak bodoh ku..masa berjuang dimedan berat tapi pasang orang luar untuk perjuangkan idiologi kita..ini gatung diri..

Tapi alhamdulillah bisa kembali ke jalan yang benar..calon kita diberi nomor 1...ini harga diri sekaligus tanda menang sebelum perang..

Dalam perjalanan ternyata tidak gampang juga..karena meyakinkan orang bisa menang dengan strategi jitu tapi kemampuan terbatas itu susah..

Tapi ini menguatkan..kami justru susun strategi yang lebih hebat..kami berani mimpi tinggi..dan kami komit selamatkan eksistensi perjuangan.

Konsekwensinya tidak ada waktu selain bicara agenda pemenangan..tidak ada jumpa selain bicara target pemenangan..

Kami rapat tiap minggu, futsal 3 kali seminggu, kopi darat lebih sering lagi..dan kami pasti bicara agenda dan target menang disana..

Kami kumpulkan faham,mimpi,asahan strategi,peran rata,dan potensi lain..menjadi satu dalam ikhtiar kami untuk #menang di pileg 2014..

Data tim sukses dan pendukung kami pastikan berhari-hari..

Kami yakin bahwa menang itu rasional..Bukan sekedar perasaan yakin tanpa data..

Setelah semua ikhtiar kami lakukan dan semua potensi kami kerahkan..hari H pencoblosan kami serahkan semua pada Allah..

Semoga sujud panjang kami menembus langit dan memberi #menang pada kami..doa itu yang sama-sama kami panjatkan..

9 April..pagi buta semua saksi ada di TPS..semua kader juga ambil peran sekecil apapun tanpa menunggu instruksi karena perang telah mulai...

Ada yang ikut jelaskan ke pemilih awam tentang cara coblos...soalnya agak ribet..

Banyak yang cerita setelah di bilik suara mereka bingung..kertas suaranya besar dan nama calegnya banyak..shg banyak kertas suara kosong..

Siang hari setelah pencoblosan selesai ada yang tugas anter konsumsi para saksi..melihat semangat saksi semua kita juga ikut semangat..

Perhitungan suara dilakukan hingga malam hari bahkan ada yang lanjut besok pagi..dedikasi tak ada tandingan..

dan buah semua ihtiar tidak perlu tunggu lama..karena malam itu juga kami tau#menang karena suara suda 1.280..

Tp praktis tidak ada yang terlalu bersorak-sorai..bahagia hanya tenggelam dalam hati dan lahirkan syukur dan mata berkaca..

Memandangi wajah Ustad Nasaruddin tidak banyak yang beda dengan sebelumnya..tidak ada raut wajah yang berlebihan karena #menang..

Dia biasa saja..saat itu terlihat sambil melayani timses yang ingin tau berita #menang..semua salut..

Aku melihat seperti ada campur antara bahagia dan amanah berat sudah ada dipundak..karena amanah melayani rakyat..

Beginilah orang yang faham..kalah justru lebih ringan ujiannya dari pada #menang..karena banyak orang yang lupa diri..

#menang tidak lantas buat kami lupa..lalu berleha-leha..karena tugas selanjutnya menunggu..C1, D1, DA1..harus amankan..

Kami turun ke pelosok untuk ambil C1..tidak mudah..ada timses calon lain sengaja simbunyikan C1..karena kecewa tidak menang..

Kami juga tidak habis akal..kami putar otak..dan kami ambil alternatif kedua..sebar kesemua kantor desa untuk dapat D1..

Lebih kurang 3 hari D1 baru terkumpul..itupun tidak sedikit dana habis untuk transport dan konsumsi..Semoga Allah ganti semua..Amin

Rekapitulasi C1 dan D1 semakin yakinkan kami bahwa Ustad Nasaruddin pasti lolos ke DPRD Dompu..dan dapat urutan ke 5..

Kami penuh syukur Allah balas semua ikhtiar dan perjuangan kami..

Acara kumpul ngopi, futsal, obrol santai tidak hilang begitu saja..justru semakin sadarkan kami untuk lebih sering ada..

Tetapi dengan bahan obrol beda..kami bicara banyak soal strategi merawat konstituen dan penuhi aspirasi rakyat..5 tahun amanah dipundak..

Merawat lebih sulit dari pada mengejar..karena istiqomah itu berat..

Dalam rangka itu kami gelar evaluasi...kami bicara ulang perencanaan dulu dan ukur realisasinya..

Kami buka berkas perencanaan, kami bahas gap-nya, lalu temukan kesulitan serta rekomendasi dan pelajaran penting dari semua tahapan..

Terus kami buat formula untuk bantu Ustad Nasaruddin pertahankan visi-nya jd wakil rakyat..soalnya banyak yg disorientasi setelah disana..

Kami juga mulai perkuat struktur..karena amanah ini semakin besar..tugas ini masih banyak..

Kami mulai bangun faham sama tentang sistem kuat, struktur matang, dan kaderisasi efektif..ini kunci perjuangan dakwah kedepan..

Kami ingin sefaham bahwa amanah berat ini adalah amanah semua..tugas saja yang beda..

Masyarakat sudah tunggu bukti..semoga kami bisa amanah..

Semoga ustad Nasaruddin diberi kuat,sehat, untuk penuhi dan perjuangkan hak rakyat..

Semoga istiqomah..Amin

*)http://novalpalandi.blogspot.com/2014/04/perjalanan-menuju-menang.html

Suara yang tak Mampu Dibeli

Bang edi 1PKS JAKARTA – Disadari atau tidak suksesnya sebuah perhelatan ada kisah-kisah heroik orang-orang hebat di belakangnya. Sebut saja namanya Erdiman, kami memanggilnya dengan sebutan bang Edi asli Pariaman, Sumatera Barat, beliau sudah  tinggal di RT 01 RW 05 Kelurahan Tangkerang Barat, Pekanbaru  sejak tahun 1997. Sudah 17 tahun lamanya beliau mengontrak  rumah yang sangat sederhana bersama istri dan kelima anak-anaknya yang sudah mulai tumbuh dewasa.

Anak yang pertama tamat SMU tahun ini dan masih ada 4 anaknya lagi yang duduk di SMP, Pesantren dan SD. Walaupun tidak mempunyai pekerjaan tetap beliau tetap mensyukuri apa yang Allah berikan kapadanya .

Beliau adalah salah satu pendukung setia partai dakwah (PKS-red) ini, apapun jenis kegiatan PKS insya Allah beliau  selalubersedia membantu, seperti ketika DPRa PKS Tangkerang Barat mengadakan Baksos beliau langsung sigap membantu mulai mendirikan tenda, angkat kursi, bahkan membagikan stiker, kalender caleg di musim kampanye yang lalu.

Hampir setiap hari kami selalu bertatap muka karena  rumah saya tidak jauh dari rumah bang Edi, beliau juga rajin sholat 5 waktu dimasjid maklum beliau  salah satu anggota jama’ah tabligh yang aktif.

Beliau menceritakan awal mulanya bersentuhan dengan Partai dakwah ini ketika di perkenalkan oleh Bang Ardiansyah mantan Ketua DPRa Tangkerang Barat sekitar tahun 2006 untuk ikut membantu dalam pelaksanaan Pilwako Kota Pekanbaru, ketika itu PKS mengusung Ustadz Ayat Cahyadi  sebagai Wakil Walikota berpasangan Dengan Bapak Erwandi Saleh (alm) sebagai walikota.

Ketika saya tanyakan apa yang menyebabkan bang edi tertarik mendukung PKS? “ karena PKS salah satu partai Islam yang Bersih” begitu beliau menceritakan kepada saya. “Bahkan Ustadz Ayat Cahyadi pernah singgah di rumah kontrakan kami yang sederhana ini, ketika itu Ustadz Ayat masih menjabat wakil ketua DPRD Kota Pekanbaru,” itulah kesan yang selalu di ingatnya ketika saya menanyakan awal ketertarikanya dengan PKS.

Pada Pileg yang lalu sang istri pernah ditawarkan untuk menjadi saksi Caleg dari partai lain dengan imbalan uang 200 ribu rupiah, tapi dengan syarat harus mencoblos nama caleg tersebut. Merasa tidak ingin membohongi hati kecilnya sang istri mengembalikan  uang yang sudah diterimanya, padahal uang sebanyak itu bisa menutupi keperluan dapur selama satu minggu. Dalam hati saya, luar biasa ibu ini padahal PKS tidak memberikan uang untuk membeli suaranya.

Beliau juga berdo’a di tahun-tahun mendatang PKS tidak terkena fitnah Seperti yang terjadi kepada Ustadz Luthfi, dan PKS semakin berkibar seperti bendera yang berada diatas rumah kami, begitulah dakwah ini ketika sudah menyentuh hati orang-orang seperti keluarga Bang Edi, semoga Allah SWT memudahkan segala urusan dan usahanya. Aamiin.

Di akhir perbincangan beliau berharap supaya  tidak ada lagi anak-anak yang putus sekolah, karena ketidakmampuan orang tuanya membiayai uang sekolah putra putrinya, harapan yang sangat mulia bagi seorang ibu.[pksmarpoyan.org]

By: Asep Ykl
Ketua DPRa PKS Tangkerang Barat
RPF PKS Riau

MAAF MAS SAYA TIDAK ADA KEMBALIAN (Agus sasmito)

Cuaca hari ini sangat sangat panas. Mbah sarno terus mengayuh sepeda tuanya menyisir jalan perumahan condong catur demi menyambung hidup. Mbah sarno sudah puluhan tahun berprofesi sebagai tukang sol sepatu keliling. Jika orang lain mungkin berfikir “mau nonton apa saya malam ini?”, mbah sarno cuma bisa berfikir “saya bisa makan atau nggak malam ini?”

Di tengah cuaca panas seperti ini pun terasa sangat sulit baginya untuk mendapatkan pelanggan. Bagi mbah sarno, setiap hari adalah hari kerja. Dimana ada peluang untuk menghasilkan rupiah, disitu dia akan terus berusaha. Hebatnya, beliau adalah orang yang sangat jujur. Meskipun miskin, tak pernah sekalipun ia mengambil hak orang lain.

Jam 11, saat tiba di depan sebuah rumah mewah di ujung gang, diapun akhirnya mendapat pelanggan pertamanya hari ini. Seorang pemuda usia 20 tahunan, terlihat sangat terburu-buru.

Ketika mbah sarno menampal sepatunya yang bolong, ia terus menerus melihat jam. Karena pekerjaan ini sudah digelutinya bertahun-tahun, dalam waktu singkat pun ia berhasil menyelesaikan pekerjaannya.

“wah cepat sekali. Berapa pak?”

“5000 rupiah mas”

sang pemuda pun mengeluarkan uang seratus ribuan dari dompetnya. Mbah sarno jelas kaget dan tentu ia tidak punya uang kembalian sama sekali apalagi sang pemuda ini adalah pelanggan pertamanya hari ini.

“wah mas gak ada uang pas ya?”

“nggak ada pak, uang saya tinggal selembar ini, belum dipecah pak”

“maaf mas, saya nggak punya uang kembalian”

“waduh repot juga kalo gitu. Ya sudah saya cari dulu sebentar pak ke warung depan”

“udah mas nggak usah repot-repot. Mas bawa dulu saja. Saya perhatikan mas lagi buru-buru. Lain waktu saja mas kalau kita ketemu lagi.”

“oh syukurlah kalo gitu. Ya sudah makasih ya pak.”

=============================================================

jam demi jam berlalu dan tampaknya ini hari yang tidak menguntungkan bagi mbah sarno. Dia cuma mendapatkan 1 pelanggan dan itupun belum membayar. Ia terus menanamkan dalam hatinya, “ikhlas. Insya allah akan dapat gantinya.”

ketika waktu menunjukkan pukul 3 lebih ia pun menyempatkan diri shalat ashar di masjid depan lapangan bola sekolah. Selesai shalat ia berdoa.

“ya allah, izinkan aku mencicipi secuil rezekimu hari ini. Hari ini aku akan terus berusaha, selebihnya adalah kehendakmu.”

selesai berdoa panjang, ia pun bangkit untuk melanjutkan pekerjaannya.

Ketika ia akan menuju sepedanya, ia kaget karena pemuda yang tadi siang menjadi pelanggannya telah menunggu di samping sepedanya.

“wah kebetulan kita ketemu disini, pak. Ini bayaran yang tadi siang pak.”

kali ini pemuda tadi tetap mengeluarkan uang seratus ribuan. Tidak hanya selembar, tapi 5 lembar.

“loh loh mas? Ini mas belum mecahin uang ya? Maaf mas saya masih belum punya kembalian. Ini juga kok 5 lembar mas. Ini nggak salah ngambil mas?”

“sudah pak, terima saja. Kembaliannya, sudah saya terima tadi, pak. Hari ini saya tes wawancara. Telat 5 menit saja saya sudah gagal pak. Untung bapak membiarkan saya pergi dulu. Insya allah minggu depan saya berangkat ke prancis pak. Saya mohon doanya pak”

“tapi ini terlalu banyak mas”

“saya bayar sol sepatu cuma rp 5000 pak. Sisanya untuk membayar kesuksesan saya hari ini dan keikhlasan bapak hari ini.”

=============================================================

Quote:

Tuhan punya cara tersendiri dalam menolong hamba-hambanya yang mau berusaha dalam kesulitan. Dan kita tidak akan pernah tahu kapan pertolongan itu tiba.

Keikhlasan akan dibalas dengan keindahan.


ref : fb note

Dude dan Alyssa Niatkan Istiqomah Ber-Odoj

Dude Herlino dan Alyssa Soebandono, pasangan selebritis anggota ODOJ
Dude Herlino dan Alysa, pasangan selebriti yang belum lama ini menggenapkan separuh agamanya, berniat untuk selalu mewarnai kehidupan rumah tangganya dengan AlQuran. Bahkan pasangan ini berusaha istiqomah untuk membaca AlQuran satu juz setiap hari dengan bergabung ke komunitas One Day One Juz (ODOJ).

"Bareng Dini 897 kaget waktu ikut odoj, alhamdulillah menjadi orang yang membiasakan membaca AlQuran." Kata Alysa sambil menatap suaminya dengan senyuman.

"Memang berat, tapi dalam ibadah adalah niat. Bagaimana memberikan keikhlasan setiap hari, ikhlas karena Allah bukan karena orang-orang", kata Dude dengan tatapan serius.

"Diusahakan satu juz setiap hari, karena ridho Allah yang penting dalam hidup kita. Kalau seluruh umat muslim Indonesia yang merupakan mayoritas, bukan tidak mungkin kebangkitan Islam itu dari Indonesia, mengalahkan negara-negara Eropa, Amerika dan lainnya. Pengaruhnya sangat besar membawa keberuntungan dalam hidup, dan apapun dimudahkan, ditenangkan hatinya dan diberikan jalannya dari Allah. Mendengar orang membaca AlQuran juga membuat tenang, kemudian membaca dengan artinya, tadabburi kemudian bertanya kepada Ustadz di grup 140", tutup Dude dengan indah yang membuat terharu orang yang mendengarnya.

Dude Herlino sudah bergabung dengan komunitas ODOJ sejak sebelum menikah. Dengan niat agar semakin dekat dengan AlQuran. Bagaimanakah dengan kita? (rms)

[Foto] Begini Kelakuan Akhwat PKS di Commuter Line


Beredar sebuah foto yang sangat menarik perhatian bagi siapa saja yang melihat. Foto yang diupload ke media sosial twitter oleh sebuah account @vianawahyu pada Ahad 5 Mei 2014, kemudian di retweet oleh account @sahabat_odoj.

Dalam foto tersebut nampak memperlihatkan seorang perempuan berjilbab putih dengan bordir logo Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sedang asyik membaca ayat suci Al-Qur'an.

Berbeda dengan para penumpang lainya, aktivitas perempuan berjilbab PKS membaca ayat demi ayat  dari Al-Qur'an. Biasanya para penumpang KRL Commuter Line asyik memainkan gadgetnya dengan bermain game, chatting atau dengan sosial media yang lain. (rms/islamedia)