News Update :

PKS 1

PKS 1

PKS 2

PKS 2

PKS 3

PKS 3

PKS 4

PKS 4

PKS 5

PKS 5

Tampilkan postingan dengan label Kolom. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kolom. Tampilkan semua postingan

Ayyuhal Ikhwah...Mohon Diaminkan Doa Anak Ini



Ketika menyaksikan rekaman video ini, saya tak mampu untuk menahan butir-butir bening kristal yang seakan berlomba keluar dan menganak sungai mengairi pipi saya. Sementara hati dan lidah mengucap lirih, aamiin ya Allah, kabulkan do'a ini ya Allah.

Inilah do'a yang dipanjatkan oleh seorang anak yang memohon perlindungan, pertolongan dan kekuatan dalam menghadapi kekejaman zionis Yahudi yang ingin menghancurkan bangsa Palestina.

Mohon diaminkan do'a ini wahai saudaraku...


اللَّهُمَّ يَا بَاسِطَ الْأَرْضِ وَرَافِعَ السَّمَاءِ...
Ya Allah… Dzat yang membentangkan Bumi dan yang meninggikan Langit..

يَا نَاصِرَ الْمَظْلُوْمِيْنَ…
Wahai Penolong hamba-Nya yang terdzalimi

يَا مُغِيْثَ الْمَغُوْثِيْنَ....
Dzat yang mengabulkan permohonan hamba yang memohon belas kasih-Nya...

اللَّهُمَّ اُنْصُرْ أهْلَنَا الْمُرَابِطِيْنَ فِيْ فِلَسطِيْنَ ...
Ya Allah Tolonglah saudara-saudara kami para pejuang di Palestina..

اللَّهُمَّ اُنْصُرْ أهْلَنَا الصَّابِرِيْنَ فِيْ غَزَّةَ...
Tolonglah Saudara-saudara kami yang senantiasa bersabar di Gaza...

اللَّهُمَّ ارْحَمْ شُهَدَاءَهُمْ...
Ya Allah..Rahmatilah Orang-orang yang gugur syahid diantara mereka...

وَاشْفِيْ جَرْحَاهُمْ...
Sembuhkanlah yang terluka diantara mereka...

وَاجْبُرْ كَسْرَاهُمْ...
Hilangkanlah kesedihan mereka ...

وَقَوِّيْ عِجَالَهُمْ...
Kuatkanlah Orang- yang lemah diantara mereka...

وَانْصُرْهُمْ عَلَى أَعْدَائِكَ...
Dan tolonglah mereka terhadap Musuh-musuhMu...

وَاَيِّدْهُمْ بِجُنُوْدِكَ...
Serta bantulah mereka dengan bala tentaraMu...

وَثَبِّتْ أَقْدَامَهُمْ...
Kokohkan pijakan Kaki mereka...

وَفَرِّجْ قُرْبَاهُمْ...
Lepaskanlah kesulitan mereka

وَكُنْ مَعَهُمْ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ...
Dan aku mohonkan agar Engkau bersama (menolong) mereka wahai Rabb semesta alam...

اللَّهُمَّ يَا قَوِيٌّ يَا عَزِيْزٌ...
Ya Allah… Wagai Dzat yang Maha Kuat lagi Maha Mulia...

عَلَيْكَ بِالْيَهُوْدَ الْمُعْتَادِيْنَ...
Turunkan adzab-Mu kepada Yahudi yang sangat melampaui batas tersebut ...

الظَّالِمِيْنَ الْمُفْسِدِيْنَ...
Yang sangat dzalim lagi melakukan kerusakan...

اللَّهُمَّ زَلْزِلْ الْأَرْضَ مِنْ تَحْتِ أَقْدَامِهِمْ...
Ya Allah goncangkan bumi di bawah kaki mereka .. Ya Rabb

يَا رَبْ... اِجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِيْ نُحُوْرِهِمْ...
Jadikanlah tipu daya mereka mengenai diri mereka sendiri...

يَا رَبْ... نَعُوْذُ بِكَ مِنْ شُرُوْرِهِمْ...
Ya Rabb… Kami berlindung kepada-Mu dari kejahatan-kejahatan mereka...

اَرِنَا بِالْيَهُوْدَ عَجَائِبَ قُدْرَتِكَ...
Perlihatkanlah kepada kami kejaiban kekusaan-Mu terhadap Orang-orang Yahudi yang lalim itu...

اللَّهُمَّ لَا تَرْفَعْ لَهُمْ رَايَةً...
Jangan Engkau angkat bendera (menangkan) mereka...

وَلَا تُحَقِّقْ لَهُمْ غَايَةً...
Dan janganlah Engkau wujudkan keinginan mereka...

وَاجْعَلْهُمْ لِلْعَالَمِيْنَ آيَةً...
Jadikanlah (kebinasaan mereka) pelajaran bagi segenap manusia

يَا اللهَ... يَا اللهَ... يَا اللهَ...
Ya Allah... Ya Allah... Ya Allah...

اَرِنَا بِالْيَهُوْدَ عَجَائِبَ قُدْرَتِكَ...
Perlihatkanlah kepada kami kejaiban kekusaan-Mu terhadap orang-orang Yahudi yang lalim itu...

Doa adalah salah satu bukti kepedulian kita.
Semoga Allah Ta'ala mempercepat turunnya pertolongan bagi saudara kita di Gaza Palestina.

*)https://www.youtube.com/watch?v=QjkYnzqtGG8&list=UUvKr_OdVeZAABwQ2nBHuhDw

Perlawanan Palestina Kini Jadi Penentu Masa Depan Konflik di Timteng




Samir Hijawi*

Hasil agresi Israel ke Gaza adalah perlawanan Palestina yang makin kuat sebagai pemain utama, termasuk di kawasan regional. Kini kelompok perlawanan tidak bisa dilewatkan dalam setiap percaturan konflik. Ini karena Israel gagal mematahkan barisan pejuang perlawanan Palestina dari Brigade Al-Qassam, Brigade Al-Quds dan Brigade Alawiyah Nasher Shalahuddin, dan Brigade Abu Ali Mustafa.

Kelompok perlawanan Palestina berhasil menghabisi nyawa 100 serdadu penjajah namun Israel hanya mengaku 63 nyawa. Sementara 1200 lebih serdadu Zionis penjajah terluka. Ekonomi dan lalu lintas hampir macet total di wilayah Israel (Palestina jajahan 1948), bandara Ben Gurion, sehingga kerugian ekonomi Israel diterka sampai mencapai 4 milyar dolar USD.

Pakar strategi Israel Yoav Sharoni menegaskan, "Kami sudah kalah dalam peperangan ini dengan sangat jelas dan kami akan menundukkan kepala kami di ranah politik dan militer. Sangat besar kerugian kami di militer Israel. Militer Israel tersentak dengan serangan ribuan roket ke kota Tel Aviv. Para pejuang perlawanan Palestina mampu membuat kekuatan militer Israel tak berdaya. Pasukan Israel menjadi pasukan penakut. Sebab pasukan Israel berperang ingin tanpa kematian dan ingin menang tanpa menjelak bumi. Akibat perang ini, Israel menjadi negara paling banyak memberikan anggarannya bermilyar-milyar dolar untuk melindungi serdadunya. Sehingga pasukan Israel adalah yang paling dimanja, pemalas, dan paling cengeng menangisi kepergian rekan mereka di medan perang."

Mantan kepala Mossad, Everim Halave menegaskan, Israel tidak boleh lagi melupakan Hamas dalam percaturan politik di kawasan Timteng pasca agresi terakhir ke Gaza sebab meski mendapat pukulan telak, Hamas masih bertahan. Bahkan, Hamas seakan keluar dari puing-puing kerusakan Gaza seperti burung Finik dan melakukan perundingan keras dengan Mesir tanpa kata menyerah.

Halavi mengatakan di TV7 Israel, "Saya tidak suka Hamas. Namun kita harus mencari hal riil meyakinkan Hamas bahwa mereka memiliki kepentingan bicara dengan kami. Kita harus mulai ke arah sana. Hamas punya potensi untuk hal ini setelah mau bicara soal gencatan senjata tanpa perlu mensyaratkan anulir atas piagam (Hamas) soal menghancurkan Israel. Tidak ada jalan menghentikan roket Al-Qassam tanpa melebur Hamas dalam proses politik."

Kolumnis Israel Ben Kasbet menegaskan di harian Maarev bahwa Israel gagal dalam perang melawan Hamas dan nasib politik Benjemen Netenyahu saat ini di tangan komandan Al-Qassam Muhammad Dhaif. Ia menegaskan, Netenyahu, Yaalon, Gants mengakui tidak memiliki solusi.

Menlu Israel, Avigdor Lieberman mengakui Israel tak berdaya menghabisi perlawanan Palestina dan mengusulkan agar Jalur Gaza dialihkan pemerintahannya kepada PBB.

Inilah kesimpulan dari pakar-pakar, pengamat pentolan Israel yang menegaskan bukan saja soal kekalahan Israel dalam perang atas Gaza namun juga pesan buat para sekutu Israel dari kalangan negara-negara Arab dan Amerika bahwa kini sudah terjadi perimbangan kekuatan di kawasan dimana perlawanan Palestina memiliki peran besar dan dihormati di kalangan Israel. Kelompok perlawanan memiliki syarat dalam gencatan senjata di antaranya membuka blokade Gaza, kebebasan lalu lintas, pembebasan tawanan Palestina, membuka jalur laut Gaza, mengoperasikan bandara Gaza dan membuka pelabuhan laut dan segera merekonstruksi Gaza. Bagi Hamas syarat itu tidak bisa ditawar-tawar sehingga suara perlawanan Palestina menjadi paling tinggi.

*Sumber: Asy-Syarq Qatar
(infopalestina.com)

Sosok Abdillah Onim, Relawan Indonesia Jurnalis tvOne di Garda Depan Gaza



Menjadi relawan kemanusiaan di tanah jihad, memang penuh suka dan duka. Hal ini seperti yang dialami oleh Abdillah Onim, relawan MER-C yang menetap di Gaza, Palestina. Relawan Indonesia untuk Palestina yang juga merupakan Jurnalis TVOne ini adalah putra tanah Galela, Maluku Utara.

Onim kini menjadi target tembak Israel karena selalu menjadi yang terdepang dalam mengabarkan situasi di Gaza melalui stasiun TVOne. Sementara wartawan dari luar dipersulit bahkan dilarang untuk memasuki kawasan jalur Gaza oleh militer Israel.

Awalnya Abdillah Onim adalah pria lajang yang mulai berangkat ke Gaza pada tahun 2009. Ia memang memiliki keinginan menikahi wanita Gaza, ia pun berusaha keras mencari pendamping hidup dibantu teman-temannya di Gaza.

“Waktu itu saya masih bujang, saya memang bertekad untuk mencari jodoh di Gaza. Dibantu dengan teman dan pejabat yang ada di sana saya dibantu untuk berta’aruf dengan muslimah di sana. Saya berta’aruf dengan muslimah di 4 wilayah Jalur gaza; jalur gaza Selatan, jalur Gaza tengah, Gaza City dan jalur Gaza utara,” kata Abdillah Onim sebagaiman dikutip dari voa-islamdotcom.

Seperti mimpi, dirinya yang berasal dari ujung timur Indonesia, akhirnya bisa menikahi muslimah di tanah jihad Gaza, Palestina. Nama muslimah itu adalah Rajaa, seorang hafizhah (penghafal Al-Qur’an) nan cantik jelita.

“Jodoh itu takdir dari Allah Ta’ala, saya dari daerah di ujung timur Indonesia dan mendapat jodoh seorang muslimah dari negara lain yang asli Palestina dan tinggal di Jalur Gaza. Saya juga pemuda pertama dari Indonesia yang melangsungkan pernikahan di Jalur Gaza. Saya merasa ini karunia yang luar biasa, karena Allah benar-benar memberikan imbalan bagi hambaNya, apalagi saya hanya seorang yang menjalankan misi kemanusiaan,” ungkap pria asal Galela ini.

Sebagai seorang relawan kemanusiaan, tentu dirinya memiliki berbagai keterbatasan, terutama soal materi. Hal ini yang membuatnya ketar-ketir, jelang pernikahan. Namun tak lama, berbondong-bondong bantuan datang dari arah yang tak disangka-sangka. Di sinilah ia merasakan pertolong Allah itu turun kepada hambaNya yang ingin melaksanakan sunnah yang suci dan demi menjaga iffah.

“Saya juga merasakan bagaimana pertolongan Allah itu turun, apalagi saat saya membutuhkan mahar, itu benar-benar ‘tangan ’ Allah yang membantu. Kondisi saya benar-benar dalam keterbatasan, apalagi saya sebagai relawan, tidak berharap gaji lalu menikah di wilayah konflik yang biaya hidupnya itu sangat tinggi. Mahar saya sampai puluhan juta, saya sudah jual kambing tetapi tidak cukup dan subhanallah hanya dalam waktu dua jam, saya berhasil mengumpulkan mahar itu yang totalnya sekitar sembilan puluh juta lebih,” tuturnya.

Alhamdulillah, dari pernikahan Abdillah Onim dengan muslimah Gaza ini dikaruniai Allah seorang putri mungil yang kini berusia dua tahun, bernama Marwiyah Filindo.

“Ini anak pertama saya, putri pertama keturunan Indonesia walaupun lahir di Jalur Gaza, namanya Marwiyah Filindo,” ucapnya.

Setelah berada di Gaza selama lebih dari dua tahun, Abdillah diberikan cuti, hal ini dimanfaatkannya untuk berkunjung ke kampung halamannya di Galela, Maluku Utara bersama istri dan anaknya.

Namun, saat ditanya mengapa tak menetap di Indonesia saja, ia mengaku tidak mampu tinggal di Indonesia. Bukannya tak cinta tanah air, hal ini lantaran lingkungan dan sisi keislaman di negeri ini berbeda jauh dari Gaza.

“Kalau untuk tinggal di Indonesia, saya dan istri saya sepertinya tidak mampu. Karena karakter dan budaya hidup di Indonesia dengan palestina itu sangat berbeda terutama dari sisi keislaman. Jadi saya lebih memilih untuk mendidik dan membesarkan anak-anak di sana,” jawabnya.

Abdillah Onim pun semakin kokoh tekadnya untuk tinggal di Gaza membesarkan anaknya, ia tak peduli meskipun serangan Zionis Israel sewaktu-waktu bisa mengancam.

“Alhamdulillah istri saya seorang hafizhah dan seluruh keluarga saya di Jalur Gaza itu hafizh dan hafizhah jadi saya lebih memilih membesarkan anak-anak di sana dan kalau ada rezeki mau bangun rumah di sana. Tapi insya Allah akan bolak-balik ke Indonesia,” tutupnya. (voa-islam)

Amal Bukan Sebab Masuk Surga? (Kritik Atas "Klarifikasi" Prof. Quraish Shihab)


Oleh Abdullah Haidir
(Riyadh, Saudi)

Sebenarnya maju mundur juga menurunkan tulisan ini, khawatir dapat tuduhan macam-macam (fitnah, tak paham, dll) apalagi dari orang sekelas ustaz TKI berbanding prof. DR. dan ahli tafsir ternama. Namun, bismillah, saya turunkan juga tulisan ini dengan niat saling menasehati tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada Pak Quraish Shihab. Moga ada manfaat yang dapat diambil.

1. Kita apresiasi "klarifikasi" Pak Quraish tentang ucapannya 'tidak ada jaminan Rasulullah saw masuk surga'. Meskipun masih terkesan muter-muter jawabannya, namun setidaknya beliau telah nyatakan bahwa uraiannya bukan berarti tidak ada jaminan dari Allah bahwa Rasul akan masuk surga.

Sebenarnya lebih elegan kalau beliau katakan 'Saya minta maaf, saya ralat ucapan saya yang menyatakan 'tidak ada jaminan Nabi Muhamad masuk surga'. Karena memang itu kesimpulan yang langsung dapat ditangkap oleh siapapun yang mendengar ucapannya. Bahkan dia tekankan dengan kata-kata 'saya ulangi lagi…' Silakan perhatikan lagi ucapannya di tayangan tersebut. Hanya saja, banyak yang sudah kadung terkesima dengan ilmu dan nama besar beliau, sehingga kata-kata tersebut masih  ingin dicarikan pembenarannya. Sedangkan bagi yang mengkritiknya hanya ada dua pilihan; Tidak tahu atau ingin fitnah.

2. Pernyataan beliau "Ini karena amal baik bukan sebab masuk surga tapi itu hak prerogatif Allah." juga sebenarnya tak kalah berbahayanya dari sebelumnya.

Kalau amal baik atau amal saleh bukan sebab masuk surga, lalu buat apa beramal? Apa kedudukan amal? Buat apa Allah turunkan ajaran-Nya melalui Kitab dan Rasul-Nya yang memberi kita panduan untuk beramal saleh dan menyerukan kita beramal saleh? Kemudian di akhirat nanti ada hisab, mizan (timbangan) terhadap amal saleh, untuk apa semua itu kalau amal saleh bukan sebab masuk surga? Dalam Al-Quran, nyaris tidak disebutkan kalimat 'Orang-orang beriman' kecuali disandingkan dengan 'Dan mereka yang beramal saleh'  (allaziina aamanuu wa amilushshalihaat). Karena itu, para ulama memasukkan amal sebagai bagian dari iman.

Surat Az-Zukhruf ayat 72,

وَتِلْكَ الْجَنَّةُ الَّتِي أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

"Dan itulah surga yang diwariskan kepada kamu disebabkan amal-amal yang dahulu kamu kerjakan." (QS. Az-Zukhruf: 72)

umumnya disimpulkan oleh para ulama tafsir bahwa amal merupakan sebab masuk surga.

Saya kutip beberapa kitab tafsir tentang ayat ini;

Tafsir Ibnu Katsir;

 أي: أعمالكم الصالحة كانت سببا لشمول رحمة الله إياكم، فإنه لا يدخل أحدًا عمله الجنة، ولكن بفضل من الله ورحمته

Maksudnya adalah Amal-amal saleh kalian merupakan sebab datangnya rahmat Allah kepada kalian, karena amal seseorang  tidak memasukkannya ke dalam surga, melainkan karunia dan rahmat Allah. (7/239)

Tafsir At-Tahrir Wat-Tanwir, Ibnu Asyur;

والباء في للسببية وهي سببية بجعل الله وعده

Huruf "ب" dalam ayat  بما كنتم تعملون  menunjukkan 'sebab' sehingga Allah memenuhi janjinya. (13/321)

At-Tafsir Al-Muyassar, disusun oleh sejumlahahli tafsir dibawah bimbingan Syekh Abdullah bin Abdul-Muhsin At-Turky;

وهذه الجنة التي أورثكم الله إياها؛ بسبب ما كنتم تعملون في الدنيا من الخيرات والأعمال الصالحات، وجعلها مِن فضله ورحمته جزاء لكم

"Surga yang Allah berikan kepada kalian adalah karena sebab amal yang kalian lakukan di dunia berupa amal kebaikan dan amal saleh yang dengan karunia dan rahmat Allah surga dijadikan balasannya bagi kalian."

Jika dikatakan bahwa amal bukan satu-satunya sebab seseorang masuk surga itu lebih tepat. Karena memang di sana ada rahmat dan karunia Allah Ta'ala yang menjadikan amal sebagai sebab seseorang masuk surga.

Hal inilah yang dinyatakan oleh Ibnu Rajab Al-Hambali dalam kitabnya, Jami'ul Ulum Wal Hikam, 1/70l

لن يدخل الجنة أحد منكم بعمله فالمراد والله أعلم أن العمل بنفسهلا يستحق به أحد الجنة لولا أن الله عز و جل جعله بفضله ورحمته سببا لذلك والعمل بنفسهمن فضل الله ورحمته على عبده فالجنة وأسبابها كل من فضل الله ورحمته

"Ungkapan 'Tidaklah seseorang dari kalian masuk surga karena amalanya' Maksudnya adalah –wallahua'lam- bahwa amal saja tidak menyebabkan seseorang berhak dapat surga kalau bukan karena karunia dan rahmat Allah yang menjadikan amal tersebut sebagai sebab untuk itu. Amal itu sendiri merupakan karunia dan rahmat Allah terhadap hambaNya. Maka surga dan sebab-sebabnya, seluruhnya merupakan karunia Allah dan rahmat-Nya.

Menyatakan begitu saja bahwa amal bukan sebab masuk surga, tapi itu hak prerogratif Allah, dapat menggiring sikap meremehkan amal saleh atau bahkan mencampakkannya, untuk kemudian dia hanya berharap rahmat dan karunia Allah saja. Ini jadi mirip prinsip kaum liberal yang terkenal anti syariat. Wallahu a'lam.

Hadaanallahu wa iyyaakumajma'iin.

Dari Australia, Prabowo Lovers Serukan Kesiapan Lahir Batin Pasca Pilpres


Prabowo-Hatta Lovers Australia menunjukkan kualitas kedewasaannya dalam berdemokrasi. Hal ini tercermin dari status Facebook salah seorang Prabowo_Hatta Lovers di Perth – Australia Barat bernama Vienna Alifa.

Ustadzah Vien, begitu panggilan akrabnya, menyerukan untuk meminta kemantapan hati pada Allah SWT dalam pilpres mendatang. Ustadzah Vien yang juga pengajar pada Langford Islamic College (LIC) - Western Australia dan penceramah tetap di Wisma Indonesia KJRI Perth ini juga mengajak kita semua untuk memohon kesiapan lahir batin dalam menghadapi apapun ketentuan Allah SWT yang akan berlaku pasca pilpres. Berikut status facebook Prabowo-Hatta Lovers ini di dinding account facebooknya:

https://www.facebook.com/#!/v.alifa?hc_location=timeline

Rasanya kita tidak hanya perlu meminta kemantapan hati pada Allah swt tatkala memilih pemimpin bangsa beberapa hari ke depan. Tapi juga penting untuk memohon kesiapan lahir batin dalam menghadapi segala kondisi yang akan terjadi di hadapan. Agar saat menang tak jadi jumawa dan bertindak semena-mena, pun ketika kalah mampu legawa dan terus bekerja. Siapapun yang memimpin, apapun kebijakannya, serta bagaimana pun situasinya, kita harus tetap teguh memegang nilai-nilai moral yang disepakati secara universal.

Sesungguhnya, jika kita menganggap kompetisi yang terjadi dalam pemilihan presiden ini adalah sebuah kompetisi dalam kebaikan, maka semestinya tak kan ada pihak yang merasa dikalahkan. Selayaknya hanya apresiasi yang bertaburan atas setiap jejak prestasi atau teguran bijak yang keluar atas kelemahan lawan.

Tapi nyatanya...

Kita masih harus banyak belajar untuk berlomba-lomba dalam kebaikan. Karena hawa nafsu dan ego yang terpancar lewat akhlaq laku, lisan atau tulisan nampaknya belum mampu ditundukkan.

Semoga Ramadan ini menjadi sarana latihan, khususnya bagi tiap muslim Indonesia yang ingin menyumbangkan pikiran, menaruh harapan, dan memberi kebaikan pada negerinya di mana pun mereka berada.

(NH &VA)

"Tangan yang Sudah Mulai Keriput" | catatan purnawirawan

Dengan Ayah

Pagi itu, selesai menikmati pertandingan Piala Dunia di televisi yang berlangsung sejak pukul 3 dinihari, saya baru menyadari bahwa punggung telapak tangan saya sudah terlihat mulai keriput. Bentuk yang sama saya lihat pada tangan almarhum ayah saya puluhan tahun lalu. Saya menyaksikannya dengan rasa iba karena melihat ayah saya, tidak hanya tangannya akan tetapi hampir keseluruhan tubuhnya memang telah memperlihatkan tanda-tanda “ketuaan” alami karena usia yang telah menjelang. Kini, bentuk tangan ayah saya itu terlihat kembali, namun pemandangan itu saat ini telah menjelma di tangan sendiri.

Tidak terasa, sudah lebih kurang 10 tahun saya pensiun setelah berkiprah lebih dari 30 tahun sebagai Perwira Angkatan Perang Negeri ini. Sekarang, terminologi yang digunakan secara umum bagi orang-orang seperti saya , yang sudah pensiun adalah “purnawirawan”. Bijaksana adalah hal yang sangat didambakan dari mereka yang telah berumur. Bijak dalam bertindak dan bijak dalam berbicara, sehingga patut diteladani oleh mereka yang jauh lebih muda.

Saya lulusan Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia Bagian Udara. Satu Lembaga pendidikan Tinggi yang sangat terhormat, yang saya junjung tinggi, membanggakan dan telah menghasilkan begitu banyak Perwira dengan segudang prestasi pengabdiannya kepada negeri tercinta. Satu Lembaga Pendidikan Perwira Militer yang cukup disegani bahkan di pentas Global sekalipun. Empat tahun digembleng di Kawah Candradimuka yang bernama Akabri. Dalam perjalanan karier, saya sempat  menjabat sebagai Komandan  Wing (Resimen) Taruna Akademi Angkatan Udara, Gubernur Akademi Angkatan Udara dan juga sebagai Komandan Jenderal Akademi TNI. Saya mengenal betul dan sangat mencintai almamater yang sekali lagi “sangat terhormat dan membanggakan” itu.

Namun belakangan ini, diberbagai media berhamburan berita yang sangat menggelisahkan hati.   Malu sekaligus cemas beserta rasa sedih yang sangat mendalam, melihat, membaca pemberitaan yang demikian vulgar. Para lulusannya kini, terutama para Purnawirawan telah saling melemparkan banyak hal yang sangat amat negatif dan bahkan membuka data-data yang seyogyanya tersimpan rapi didalam “personal-data” masing-masing dan didalam almari instansi yang terhormat itu. Tidak ada manusia yang sempurna, semua memiliki lembaran hitam dan hal negatif masing-masing didalam perjalanan karier bahkan perjalanan hidupnya, hanya karena memang mereka adalah manusia biasa saja, dan itu bukanlah bahan publikasi yang terbuka.

Perebutan kekuasaan  akhir-akhir ini yang sifatnya sangat duniawi  ternyata telah memporakporandakan “keperwiraan” dan sifat “ksatria” mereka semua. Akankah dibuka lebar-lebar, seluruh aib yang ada dalam diri kita semua, para purnawirawan lulusan Akademi Militer yang selama ini begitu terpandang? Tidak sadarkah bahwa itu akan membuat “cemar” lembaga pendidikan yang seharusnya dijunjung tinggi kehormatannya. Saya baru menyadari, bahwa ternyata dalam realitanya sifat “perwira” itu mungkin hanya akan terdapat didalam dongeng-dongeng belaka. Sadar sekali saya, bahwa memang hanya sedikit para Purnawirawan itu dibanding dengan ribuan para lulusan Akabri lainnya yang tidak pernah terdengar lagi suaranya sejak mereka masuk masa purnawira. Namun sayangnya, yang sedikit itu, adalah justru mereka-mereka yang memiliki nama besar dan selama ini dikenal sebagai “pemimpin” dan “tauladan” mewakili ribuan teman-temannya yang nyaris sudah tiada lagi terdengar suaranya. Masih adakah “kehormatan” itu, yang telah porak poranda hanya dalam hiruk pikuknya pemilihan Presiden Republik Indonesia? Hanya karena ingin jadi Presiden?  Sebenarnya bila ingin tetap menjadi pemimpin, saya teringat akan kata-kata dari seorang yang bernama I. Ayivor bahwa

“A true leader is still a leader even when he takes up servants’ duty”.

Sebagai pemimpin, tidak harus menjadi Presiden! Lalu dimana “patriotisme” para purnawirawan lulusan Akabri itu, dimana rasa hormat kepada almamaternya? Entah dimana pula ke “sakral” an nya Hymne Taruna, yang selalu mendirikan seluruh bulu roma saat dinyanyikan? Dimana Sumpah Prajurit dan Saptamarga?

Sekali lagi, baru kali ini sepanjang perjalanan hidup sebagai purnawirawan lulusan Akademi yang begitu terhormat dan membanggakan, saya merasa malu, gelisah dan cemas melihat hal itu semua.   Ambisi untuk berkuasa ternyata sangat mudah melunturkan semua kebanggaan dan lebih-lebih kehormatan korps dan rasabangga pada almamater yang bernilai luhur. Dalam merenungkan apa yang kini tengah melanda negeri ini, saya tersadar kembali, melihat punggung dari telapak tangan saya yang sudah mulai keriput , tanda ketuaan yang sudah saya saksikan puluhan tahun lalu ditangan almarhum ayah saya yang sangat saya banggakan, karena dia adalah seorang patriot, seorang “Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia”, demikian predikat yang diberikan Pemerintah RI di hari tuanya.

Saya Bangga padanya, walau dia bukan apa-apa, dia bukan lulusan akademi, dia hanya orang biasa saja, namun saya tidak pernah melihat kemunafikan dalam dirinya, tidak pernah pula mendengar dia menjelek-jelekkan teman-temannya, apalagi di ruang publik. Sejatinya, ditangan yang keriput, yang puluhan tahun lalu saya saksikan, ternyata disitulah berpulang kebanggaan saya padanya. Teringat kembali, betapa ditubuh ayah yang tua renta kala itu, sorot matanya masih memancarkan “spirit” yang begitu tajam memancarkan ketabahan luar biasa menghadapi pahitnya kehidupan, tanpa mudah tergoda dengan hal yang duniawi sifatnya. Ternyata memang Akademi tidak sanggup memberikan segala-galanya dalam membangun karakter seseorang, disisi lain seorang ayah terbukti sangat besar pengaruhnya dalam membentuk dan membangun karakter seseorang.

Jakarta, ditengah hiruk pikuknya pemilihan Presiden 2014, hari hari diawal bulan Juni.

Chappy Hakim
Warga Negara biasa.

*)http://www.chappyhakim.com/2014/06/14/tangan-yang-sudah-mulai-keriput/

Hidayat Nurwahid: Kota Pahlawan Jangan Dinodai Lokalisasi Dolly

Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid mendukung langkah Walikota Surabaya Tri Rismaharani atau Risma untuk menutup lokaliasi Dolly. Surabaya sebagai Kota Pahlawan, lanjut Hidayat, jangan sampai ternodai dengan lokalisasi.

"Masak prestasinya Surabaya sebagai lokalisasi terbesar dan itu Kota Pahlawan loh. Jangan dinodai," ujar Hidayat di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (18/6/2014).

Ia meyakini penolakan dari penghuni yang berada di Gang Dolly itu tak akan terlalu berpengaruh dan sesuai rencana tetap ditutup. Keberhasilan menutup lokalisasi sudah dilakukan mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso.

"Dulu Sutiyoso juga pernah hilangkan lokalisasi Kramat Tunggak. Sebagai negara Pancasila, masalah ini harus diselesaikan," ucap Hidayat.

Selain itu, mantan Ketua MPR tersebut mendengar dari Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf, lokasi tersebut akan disulap jadi sentra bisnis. "Saya dengar akan dibangun lahan usaha 6 lantai," tandas Hidayat.

Dalam penutupan itu, 1.000 personel gabungan TNI-Polri disiagakan di Islamic Center, tempat dilangsungkannya deklarasi penutupan lokalisasi terbesar se-Asia Tenggara tersebut.

Menurut Kapolrestabes Surabaya Komisaris Besar Polisi Setija Junianta menjelaskan pihaknya mem-back up Polda Jatim dan TNI AD yang akan mengamankan deklarasi penutupan Dolly itu. Personel yang diterjunkan dari Polrestabes Surabaya ialah 900 anggota dan dibantu TNI AD sebanyak 100 personel.

Gang Dolly yang berdekatan dengan kompleks Lokalisasi Jarak di Kecamatan Sawahan itu kini dihuni sebanyak 1.080 pekerja seks komersial (PSK) dan 300 mucikari. Mereka berbaur bersama sekitar 400 warga setempat. (Sss)

*)http://news.liputan6.com/read/2065041/hidayat-pks-kota-pahlawan-jangan-dinodai-lokalisasi-dolly

Satu Sisi yang Tak Banyak Orang Tahu Tentang Prabowo Subianto


Wayne Downing adalah seorang pensiunan Jenderal Bintang Empat yang paling dihormati dan disegani di Amerika Serikat.

Ketika terjadi perang Vietnam, Wayne Downing memimpin para prajurit Amerika Serikat bertempur dengan gagah berani dalam setiap titik-titik pertempuran di Vietnam. Prestasi-prestasinya menggempur para tentara Vietnam dan membebaskan para tahanan prajurit Amerika yang disekap para prajurit Vietkong membuatnya menjadi sosok yang paling dihormati jasa-jasanya di negeri paman Sam itu.

Setelah perang Vietnam usai, Wayne Downe menjabat sebagai penasehat anti terorisme pada masa pemerintahan Presiden George Bush. Pada tahun 1990, Downing membentuk tim elit anti terorisme Amerika Serikat (semacam Densus 88 kalau di Indonesia).

Selain aktifitasnya sebagai penasehat anti terorisme, Downing juga adalah salah satu Instruktur di Fort Bragg, lembaga Pendidikan Militer di Amerika Serikat yang mencetak pasukan khusus para prajurit-prajurit dari negara-negara asing.
Fort Bragg (Wikipedia)
Wayne Downing mengakui bahwa dari semua prajurit negara asing yang ia latih di Fort Bragg, hanya dua prajurit yang paling menonjol. Kedua prajurit tersebut adalah Abdullah II bin Al-Hussein, yang menjadi Raja Yordania, dan yang seorang lagi yaitu Prabowo Subianto, Komandan Pasukan Khusus dari Indonesia.

Kedua murid kebangaanya itu diceritakan oleh Downing kepada Stanley A Weiss, pendiri lembaga Business Executives for National Security di Washington pada tahun 2009 yang silam.

Menurut Downing, kedua muridnya itu adalah siswa cemerlang yang paling menonjol daripada murid-muridnya yang lain. Yang paling berkesan bagi Downing adalah sosok Prabowo Subianto. Dimata Wayne Downing, Prabowo adalah sosok yang sangat idealis tentang negaranya, penuh percaya diri, dan selalu yakin akan masa depan negaranya.

Menurut Wayne Downing, selain cerdas, Prabowo adalah muridnya yang paling disiplin dan nyalinya paling tinggi ketika mengikuti pelatihan-pelatihan keras untuk menggembleng nyali bertempur. Selain itu, Prabowo selalu bergairah dan berapi-api ketika berbicara tentang negara Indonesia di Fort Bragg.

Wayne Downing (Wikipedia)
Pada tahun 1995 yang silam, Wayne Downing pernah mengunjungi Prabowo di Jakarta. Dalam suatu moment kunjungannya itu, Downing ingin melakukan terjun payung bersama dari ketinggian yang normalnya dilakukan oleh prajurit tempur sebagai bentuk perayaan untuk mengulangi masa-masa indah mereka di Fort Bragg dulu.

Saat itu Prabowo berupaya mencegah niat Downing karena faktor umur, akan tetapi Downing tetap bersikeras dan berkata kepada Prabowo bahwa dalam hidup ini terkadang Anda harus punya keberanian untuk melompat.

Sebenarnya tak sulit untuk memahami apa yang dilihat Wayne Downing dalam sosok seorang Prabowo Subianto. Dengan kemauan keras serta dedikasi yang tinggi terhadap bangsa ini, Prabowo Subianto telah melewati berbagai persoalan besar yang menerpa hidupnya, rumah tangganya, dan karier militernya.

Dua kali gagal dalam pemilu 2004 dan 2009 yang lalu tak menjadikan Prabowo Subianto patah arang. Dengan jiwa nasionalisme yang tinggi dan cinta tanah air telah memicunya untuk menjadi prajurit terbaik bangsa untuk menggembleng bangsa ini menjadi bangsa yang besar diantara bangsa-bangsa lainnya dibelahan dunia ini.

Ditengah dera caci maki, sumpah serapah, derasnya hujatan yang membabi-buta, dan fitnah yang bertubi-tubi terhadap dirinya, ia tetap mampu berdiri tegak dan bangkit kembali dari keterpurukan untuk membuktikan diri sebagai seorang Prajurit terbaik bangsa yang telah diakui dunia Internasional.

Kebanggaanya terhadap ibu pertiwi telah menghantar sosok Prabowo Subianto untuk melakukan suatu “lompatan” yang spektakuler dalam hidupnya demi masa depan dan kemajuan bangsa ini menjadi bangsa yang bermartabat dimata dunia.

Tautan Rujukan: Huffington Post

Oleh: Mawalu (Kompasioner)

*)sumber: http://sosok.kompasiana.com/2014/06/04/satu-sisi-yang-tak-banyak-orang-tahu-tentang-prabowo-subianto-662807.html

PRABOWO Presiden yang Tepat untuk INDONESIA


Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri dari 13.466 pulau.

Dengan populasi sekitar sebesar 260 juta jiwa pada tahun 2013, Indonesia adalah negara berpenduduk terbesar keempat di dunia dan negara yang berpenduduk Muslim terbesar di dunia.

Negara seluas dan sebesar ini sangat membutuhkan pemimpin yang cerdas, berwibawa, tegas, sehat, berkarakter kuat.

Dan kitalah (rakyat Indonesia) yang menentukan bagaimana masa depan bangsa ini lima tahun kedepan....

Ada adigium yang diajarkan kepada saya saat saya perwira muda: "Seribu kambing dipimpin oleh harimau akan mengaum semua, tapi seribu harimau dipimpin oleh kambing akan mengembek semua". (Prabowo Subianto)

#SelamatkanIndonesia

Prabowo Sang Fenomenal

Tanya pada seluruh pasukan Kopassus TNI AD, siapa Komandan Jenderal pasukan elite Indonesia yang paling populer dan disegani hingga kini? Jawabnya pasti Prabowo Subianto!

Politisi PKS Fahri Hamzah, dalam akun Twitternya Kamis (22/05/2014) menulis “Kita terlalu mengenal Prabowo…Tapi belum terlalu mengenal Jokowi”.

Pernyataan Fahri ada benarnya. Hujatan miring kepada mantan menantu Presiden Soeharto itu karena memang rakyat Indonesia terlalu sangat mengenal sosok Prabowo, yang dikesankan sebagai sosok temperamental oleh rival-rivalnya.

Namun Stanley A Weiss, pendiri lembaga Business Executives for National Security di Washington, Amerika Serikat, menyebut Prabowo adalah siswa yang cerdas dan paling menonjol yang pernah dilatih di Fort Benning, sebuah lembaga pendidikan pasukan khusus militer di Amerika Serikat, bersama rekannya Raja Abdullah II dari Yordania.

Danjen Kopassus Mayjen Prabowo Subianto dikenal sebagai komandan Kopassus paling fenomenal dan terpopuler hingga kini.

Dalam testimoninya di Huffington Post tahun 2012 silam, Weiss mengatakan, ia mendengar sendiri pengakuan Jenderal Wayne Downing, pelatih utama di Fort Benning, yang menyebut diantara para tentara asing, hanya Prabowo dan Abdullah yang bisa menarik perhatiannya.

“Dia mengatakan pada saya, dari semua tentara asing yang pernah dia latih, kedua orang itu saja yang paling menonjol,” kata Weiss.

"Dua orang itu adalah Abdullah II bin Al-Hussein, kini Raja Yordania dan satunya lagi adalah Prabowo Subianto, mantan komandan pasukan khusus Indonesia dan kini calon presiden Indonesia 2014,” tegas Weiss.

Karir militer “The Rising Star” Prabowo terhenti dengan kisruh politik dalam negeri, dimana ia dituduh terlibat dalam aksi penculikan dan dalang kerusuhan Mei 1998, yang hingga kini tak pernah bisa dibuktikan.

Peristiwa politik kejatuhan Presiden Soeharto turut meredupkan sinar terang dalam karir militer mantan suami Titiek Soeharto ini. Pemberhentian dirinya dari militer dengan pangkat terakhir Letnan Jenderal, hingga kini tak pernah diselesaikan di pengadilan.

Hingga kini institusi TNI tak pernah secara terbuka menyebut pemberhentian Prabowo karena apa. Hanya dugaan-dugaan buruk yang dialamatkan kepada Prabowo, dalang penculikan aktivis tahun 1997, dalang kerusuhan Mei 1998 dan percobaan kudeta kepada Presiden Habibie.

Tapi, dunia dan Indonesia tak pernah lupa, bahwa prajurit tempur yang kini menjadi calon presiden dari Partai Gerindra itu pernah membuat harum nama negara Indonesia dengan keberhasilannya memimpin operasi “mission impossible” pembebasan sandera tim ekspedisi Lorentz tahun 1996 di Mapenduma, Papua, yang memakan waktu hingga berbulan-bulan.

Brigjen TNI Prabowo Subianto saat memimpin operasi pembebasan sandera ekspedisi Lorentz di Mapenduma, Papua, tahun 1996 silam.

Mayor TNI Prabowo Subianto saat memimpin operasi penangkapan Presiden Fretilin Nicolau Lobatu di Timor-Timur.

Di masa kepemimpinan Mayjen Prabowo Subianto, Kopassus TNI AD dimekarkan menjadi 4 grup dan berganti seragam dari hijau loreng menjadi loreng darah mengalir.

Prabowo Subianto sejak menjadi taruna AKABRI Magelang hingga menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra.

*)http://www.jurnal3.com/prabowo-subianto-capres-fenomenal-terlalu-dikenal-publik/

Khaled Misyaal: “Yang Paling Penting adalah Rakyat Palestina”


Hanya ada sedikit tokoh di Timgur Tengah yang tegas dan punya pendirian. Salah satunya adalah Khaled Misyaal. Lelaki berusia 58 tahun ini—bagi rakyat Palestina adalah arsitek perjuangan Palestina terhadap Israel.

Sebaliknya, Israel menganggapnya sebagai orang di belakang layar para pelaku bom bunuh diri yang menakutkan kaum Zionis Israel. Sudah tak terhitung berapa kali Israel melakukan percobaan pembunuhan terhadap Misyaal, di antaranya yang paling terkenal adalah tahun 1997. Berikut adalah petikan wawancaranya dengan Newsweek beberapa waktu yang lalu.

Jadi bagaimana, apakah Anda akan menerima konsep dua negara?

Saya tak bisa menjawab pertanyaan retorik Anda; tak ada posisi dan program bahwa rakyat Palestina akan menerima konsep itu. Kami hanya menginginkan satu negara Palestina dengan Yerusalem sebagai ibukota.

Apa peran Hamas dalam proses perdamaian?

Pelajaran negosiasi seharusnya tanpa ada tekanan dari Israel. Betul, kami menjalani pilihan diplomasi dan politik, tapi perlawanan juga menjadi perjuangan kami.

Dalam kondisi apa Hamas akan menghentikan kekerasan?

Saya ini seorang fisikawan, dan saya percaya pada teori fisika dan matematika. Ini bukan sebuah lingkaran yang tak ada akhir. Semua ini dimulai dengan penjajahan dan akan diakhiri dengan akhir penjajahan.

Perjuangan bersenjata meminta begitu banyak derita, dan menyedihkan tapi mengapa perjuangan di Palestina berbeda? Ketika Prancis memerangi Nazi, mereka menyebutnya perjuangan. Ketika Amerika memerangi Inggris, disebut sebagai perang kemerdekaan. Hamas tak punya aktivitas militer di luar Palestina.

Seberapa personal konflik ini?

Ini bukan urusan personal dengan Benyamin Netanyahu. Ini adalah persoalan negara.

Apakah Anda mau duduk satu meja dengan Netanyahu untuk membicarakan perdamaian?

[Tertawa] Saya tertarik pada hasil-hasil ini; rakyat Palestina meraih kemerdekaan, mendapatkan kembali hak-haknya, mengenyahkan Israel dari pendudukan, dan hidup dengan bebas di tanah sendiri.

Bagaimana hubungan Fatah dan Hamas di masa depan?

Mengapa persoalan internal ini muncul? Ini karena Amerika, komunitas internasional, dan sayangnya, negara-negara tetangga tak mau mengakui hasil pemilu 2006. Itu mengabaikan prinsip Amerika dan Barat. Ini melukai kami. Tapi bukan kami yang membuatnya, kami dipaksa untuk seperti ini.

Jika konsep dua negara terwujud, posisi apa yang Anda inginkan?

[Tertawa] Saya tidak menginginkan jabatan. Saya tidak bisa menjamin saya akan terus hidup. Yang paling penting adalah rakyat Palestina merdeka. [sa/newsweek]

*)http://www.knrp.org/wp/khaled-misyaal-yang-paling-penting-adalah-rakyat-palestina/

Wawancara Prabowo: "Kita Harus Selalu Menghormati Orang Lain"

Wawancara Calon Presiden Prabowo Subianto
Sejak kecil calon presiden (capres) Prabowo Subianto sudah diajarkan untuk gemar membaca. Itulah yang menjadi modal bagi Prabowo memperkaya wawasan dan pengetahuan dan ikut menunjang kariernya. Penggemar buku sejarah ini juga mengakui dibesarkan dengan pendidikan dengan filosofi Jawa sehingga dia menjunjung tinggi adat istiadat dan tata krama.

Karena itu, filosofi hidup yang menjadi pegangannya adalah selalu menghormati orang lain. Sikap itu juga ditunjukkan dalam berpolitik. Lebih jauh mengenai kesibukan dan program kerja Prabowo dipaparkan dalam sesi wawancara dengan wartawan KORAN SINDO, Kiswondari, di kediamannya, Desa Bojongkoneng, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, kemarin (2/6/2014).

Menjelang Pilpres 2014 Anda pasti sangat sibuk dengan agenda politik. Bisa diceritakan kegiatan sehari-hari Anda?

Kegiatan saya sangat padat. Dari tim saya, penasihat, dan staf-staf, ikut makan pagi sama saya. Kami bahas apa yang telah terjadi hari kemarin dan apa yang harus kami laksanakan hari ini dan akan datang. Dari situlah, baru biasanya saya terima tamu. Setelah itu, saya sering keliling ke daerah, ke Jakarta, terus-menerus. Politik saat ini intinya banyak tatap muka, politik saat ini banyak meyakinkan orang, banyak sekali negosiasi, banyak sekali kompromi. Jadi, tidak bisa hanya dengan tulisan atau hanya dengan bicara per telepon. Sering sekali harus tatap muka, ini yang saya alami. Kami juga diundang, dan setiap organisasi, setiap badan, setiap jaringan, itu minta disapa, didatangi, dan diperhatikan. Jadi memang proses politik banyak menyita waktu. Kadang-kadang (waktu) untuk tidur saja sangat sedikit.

Anda hobi baca buku?

Ya, saya hobi dari kecil karena memang orang tua saya mendidik sepeti itu. Jadi setiap dikasih hadiah, kado, dan sebagainya, lebih sering dikasih buku. Juga waktu saya sekolah, membaca itu termasuk salah satu kegiatan yang murah, iya kan? Jadi akhirnya saya sangat senang membaca sekaligus memperkaya saya dalam pekerjaan saya, dalam karier saya.

Lalu, apa saja buku favorit Anda?

Saya sangat suka buku sejarah, tapi akhir-akhir ini saya berusaha untuk mendalami masalah ekonomi dan masalah pertanian. Tapi memang hobi saya sejarah.

Baru-baru ini, Anda tampak berbesar hati saat menyapa Joko Widodo dalam pengundian nomor urut di KPU.

Saya rasa itu hal yang wajar. Kita punya adat istiadat dan tata karma. Kita harus selalu menghormati orang lain, kita harus selalu mencari yang baik, jangan mencari yang tidak baik, jangan mencari yang negatif. Dari setiap keadaan, kita harus mencari yang terbaik. Jadi saya setengah Jawa setengah Sulawesi. Ibu saya Sulawesi, bapak saya Jawa, tapi saya banyak sekali dibesarkan dengan pendidikan filosofi Jawa. Di situ kita harus selalu ambil yang baik. Kadang ini disalahartikan.

Kalau di Jawa itu ada salah satu joke, tangannya patah satu masih merasa untung enggak duaduanya patah. Kalau kakinya satu patah, masih merasa untung tidak dua-duanya patah. Tapi itu arti yang baiknya adalah, kita harus selalu mencari hal yang positif dari setiap keadaan. Kedua, selalu harus bersyukur apa pun yang diberikan oleh Yang Mahakuasa, oleh Allah SWT, Tuhan Mahabesar, apa pun yang diberikan kita harus bersyukur. Karena itu bisa jadi kekuatan untuk kita.

Mengenai program sebagai capres, apa saja yang menjadi prioritas Anda?

Stabilitas itu datangnya dari kesejahteraan. Kalau orang sejahtera, orang punya pekerjaan yang baik, orang punya penghasilan yang baik, tidak akan mikir macem-macem. Dia ingin lihat anaknya sekolah dengan baik, besar dengan baik, nanti dapat pekerjaan yang baik. Jadi itu akan mengurangi ketegangan. Tapi kalau ekonomi tidak baik, kalau ekonomi tidak adil, yang kaya tambah kaya, yang miskin tambah miskin, jurangnya lebar. Ini akan menimbulkan ketegangan. Kalau kita menjamin keadilan, menjamin kesejahteraan, masa dia mau (jadi) separatis. Iya kan?

Lalu di bidang penegakan hukum?

Saya kira korupsi harus kita tuntaskan, kita harus tekan, bila perlu kita habisi. Itu juga dengan sistem, dengan manajemen, dengan suatu program komprehensif untuk menutup sumber-sumber kebocoran. Yang harus kita bangun adalah suasana antikorupsi dan antikebocoran, terutama untuk menutup kebocoran-kebocoran itu. Begini ya. Kalau kita ngomongin bombastis, hukuman mati dan lain sebagainya. Kalau memang sistemnya brengsek ya tetap ada korupsi. Jadi yang penting kita perbaiki sistem.


*)http://koran-sindo.com/node/392922

"Prabowo-Hatta: Spirit Baru Nasionalisme Indonesia"

(Foto: Khairuddin safri)



Pasangan Capres-Cawapres Prabowo-Hatta didampingi Presiden PKS Anis Matta dan Ketua Umum Partai Golkar Abu Rizal Bakri di arak dalam pengambilan nomor urut pasangan menuju Gedung Komisi Pemilihan Umum Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Minggu (1/6).

Pasangan Prabowo-Hatta memperoleh nomor urut satu. Di sepanjang Jalan Imam Boniol, ribuan pendukung dari berbagai elemen buruh, ormas, partai pendukung bersorak sorai gembira disertai Takbir usai pengambilan nomor urut.

***

Sobat, Mana Lencana GARUDAmu?

Kita hanya punya SATU bumi untuk dihuni bersama
Dan kita hanya punya SATU negeri untuk dibangun bersama

Mari Dukung Prabowo-Hatta untuk Selamatkan Indonesia!
Indonesia yang Berdaulat, Indonesia yang Bermartabat

Klik:
www.twibbon.com/support/prabowo-hatta
atau
http://twb.ly/1k8zRFw

*sumber: pks-kreatif.com

"Pemimpin dan Isi Pikiran"


Oleh Zulfi Akmal

Seorang teman diskusi bertanya: Bang, pemimpin yang bagaimana yang akan kita pilih?

Saya menjawab: Tentu saja pemimpin yang punya program yang jelas, punya visi-misi yang transparan, mudah dipahami dan masuk akal, serta.........berdiri di atas kaki sendiri. Bukan dikendalikan orang lain bagaikan wayang.

Teman: Bagaimana kalau itu hanya janji-janji manisnya saja, nanti pas jadi presiden dia khianat, atau tidak bertindak sesuai yang dia katakan sebelumnya?

Saya: Kalau yang punya program jelas saja belum bisa kita yakini komitmennya, lalu bagaimana pula kita akan meyakini calon pemimpin yang ga' punya program yang jelas, yang ga' mikir? Apalagi digerakkan pakai remot kontrol bagaikan robot bikinan Jepang.

Mau diajak kemana kita ini? Mau dijadikan apa negara ini? Apa bisa negara ini diurus bagai anak-anak main masak-masak?

Biasanya orang yang bisa memaparkan isi pikirannya dengan jelas dan gamlang, itu artinya pikiran tersebut sudah betul-betul mendarah daging dan menyatu dengan jiwanya. Yang sudah menjadi mimpi-mimpinya semenjak lama. Bukan hasil perenungan sesaat, bisikan dari orang lain, apalagi igauan di siang bolong.

Teman: Oooo...begitu ya bang?

Saya: Ho oh.....!!!!!

Teman: Kalau begitu saya ikut pilihan abang sajalah.

Saya: 'Ala bashirah ya (atas pengetahuan, pemahaman dan kemauan sendiri), bukan berdasarkan tiru-tiruan, mentang-mentang saya senior kamu.

Teman: Tentu saja lah bang....!!!

Saya: Mantap kamu!!!

Prabowo akan tindak tegas negara pengganggu kedaulatan Indonesia

Negara Malaysia diduga melakukan pembangunan mercusuar yang dibangun di wilayah perairan Tanjung Datok, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, perbatasan Kalimantan Barat. Bila hal itu terbukti, negara tetangga itu dianggap melecehkan kedaulatan Indonesia.

Menanggapi hal itu, calon presiden Prabowo Subianto menyatakan kedaulatan bangsa merupakan tugas utama negara dengan seluruh komponen bangsa.

"Sikap dan semangat rakyat Indonesia tegas. Sangat jelas. Kami akan mempertahankan kedaulatan bangsa dan negara dengan tidak ragu-ragu," tegas Prabowo di bilangan Tanah Abang, Jakarta, Jumat (30/5) malam..

Selain itu, mantan Danjen Kopassus tersebut juga berharap pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mampu mengambil langkah strategis untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

"Saya kira kita ingin selalu bersahabat dengan semua bangsa. Terutama tetangga kita. Saya percaya. Bahwa hal ini bisa diselesaikan dengan baik. Oleh pemerintah sekarang," ungkapnya.

Seperti diketahui, Panglima TNI Jendral Moeldoko mengaku pihaknya masih melakukan pengecekan lebih detail terkait pembangunan mercusuar yang dibangun Malaysia di wilayah perairan Tanjung Datok, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, perbatasan Kalimantan Barat.

Jika TNI Angkatan Laut menemukan bukti bahwa Malaysia mendirikan pembangunan tersebut di wilayah Indonesia, maka pihaknya akan melayangkan surat protes.

"Kapal yang saat ini sedang operasi di Natuna sedang kita geser satu kapal tempur untuk lihat situasi. Kalau masuk wilayah abu-abu akan kita protes, tidak boleh ada kegiatan apa pun di sana. Sekarang ini sedang dicek," kata Moeldoko usai acara 'Peran Perguruan Tinggi Dalam Memelihara Pertahanan dan Ketahanan kepada wartawan di Balai Sidang Kampus UI, Depok, Jawa Barat, Selasa (20/5).

Pemerintah Malaysia diduga telah melakukan aktivitas pembangunan mercusuar di kawasan perairan Indonesia tepatnya titik koordinat 02.05.053 N-109.38.370 E Bujur Timur, atau sekitar 900 meter di depan patok SRTP 1 (patok 01) di Tanjung Datu Kecamatan Paloh Kabupaten Sambas, perbatasan Kalimantan Barat.

Pembangunan ini diketahui oleh petugas navigasi perhubungan laut. Mereka memergoki kapal-kapal Malaysia yang akan menuju perairan di mana mercusuar akan dibangun. Kemungkinan, pembangunan mercusuar tersebut telah melanggar batas wilayah Indonesia. Hingga saat ini, Malaysia dan Indonesia belum menyepakati wilayah perbatasan negara untuk kawasan perairan di wilayah tersebut. (merdeka)

Jumat di Sunda Kelapa, Jokowi Disuguhi Khatib “Pentingnya Amanah”


Suasana Masjid Sunda Kelapa selepas Shalat Jumat (ms.doc)

Oleh Abdul Munir Sara*

Seperti biasa, aktivitas Mingguan saya, shalat jumat di Masjid Sunda Kelapa. Kesukaan saya di Masjid samping istana wapres itu, karena khatibnya berkualitas, dan imamnya rata-rata masih muda dan penghafal Al quran.

Selain itu, menikmati kuliner di plaza masjid selepas jumat, juga fardhu ‘ain sejak menginjakkan kaki di Jakarta. Tentu karena sate Padang-nya pedas menggoda dan soto Lamongan yang gurihnya menyengat lidah.

Hari ini, Jumat, (30/5/14) begitu panas. Melewati kawasan Matraman seperti dipanggang saja. Sedikit terburu-buru, akhirnya sampai juga di masjid Sunda Kelapa.

Jamaah di masjid padat merayap. Penuh hingga lapangan tenis. Taman masjid pun dipadati jamaah. Saya nyaris tak ada tempat duduk. Terpaksa selonjor saja di pojok pintu ruang bawah. Duduk berdesak-desakan dintara ribuan jamaah. Untungnya masjid Sunda Kelapa punya AC sentral, jadi panas dari luar tadi ditepis menjadi adem.

Seperti biasa, sebelum khatib ke mimbar, ada beberapa pengumuman yang disampaikan pengurus (ta’mir) masjid. Dan spesialnya dalam pengumuman itu, Jokowi hendak bersilaturahim dengan jamaah masjid ba’da shalat Jumat.

Ketika nama Jokowi disebut, tak ada yang gubris, semua orang khusyuk shalat sunnah dan membaca Al quran atau wirit. Saya bahkan penasaran memandang wajah setiap jamaah yang ada, kok tak seheboh yang dikira. Biasanya tempat yang dikunjungi, sorak suara menggemuruh, tak peduli itu masjid. Atau ada teriakan shalawat dan takbir mengiringi Jokowi.

Bahkan seorang pegawai Bappenas (terlihat dari ID Card) di samping saya celetuk ketika nama Jokowi disebut pengurus masjid; “Jokowi ga ngaruh”. Mungkin jamaah ini orang jawa. Ujung katanya medok. Jamaah lainnya juga sama, bahkan ada pak Haji di samping juga berseloroh “emang Jokowi hebat apa?”. Beginilah. Yang jelas saya tak tahu haluan politik dua jamaah yang ketus itu.

Jokowi duduk di baris shaf pertama. Persis dekat mihrab. Ketika khatib naik mimbar, ia memegang dagu, dua bola matanya bergerak ke arah khatib. Di samping Jokowi ada Aksa Mahmud (adik Ipar Jusuf Kalla; Cawapres Jokowi). Aksa ketua ta’mir masjid Sunda Kelapa. Tak mengerti apa kahidaran Jokowi itu atas undangan Aksa.

Tema khutbah jumat ini menimpuk Jokowi. Khatib menyampaikan dengan tajam soal “amanah”. Contohnya pun diintrodusir dengan seorang pejabat yang tak amanah atau meninggalkan jabatannya, demi jabatan lain yang lebih tinggi atau; meminjam istilah khatib serakah.

Kata khatib, pemimpin dengan model ini, hanya menghasilkan kehancuran. Ceramah khatib itu bertemali dengan pernyataan JK waktu lalu, bahwa kalau Jokowi jadi presiden “Bisa rusak negara ini”. Mungkin ada hubungannya.

Dari layar LCD, kening Jokowi kerut memerah. Ceramah itu menghujam batinya. Ia terkoyak dengan soal amanah memimpin Jakarta. Bukan cuma saya yang mengira, disaat menuju tempat titipan sandal, bisik-bisik suara mengemuka, salah satu jamaah bilang, “cerama tadi kena Jokowi…sudah betul ceramah tadi.”

Selepas jumat Jokowi hendak turun menghampiri jamaah. Hanya 10 hingga 20 orang yang mendatanginya dan bersalaman.

Ia menuruni anak tangga dengan gesture tubuh tak cerah. Senyumnya pudar. Pesonanya tak nampak. Rupanya ceramah khatib tadi memanggang batinnya. Mungkin juga kecewa dengan Aksa Mahmud yang mengerjainya.

Karena sepi dan ditinggal pergi Jamaah, Jokowi terpaksa masuk ke ruang sekretariat Masjid. Akibat jamaah yang sepi, pengurus masjid berulang-ulang menyampaikan pengumuman. Tapi tak ada yang peduli.

Jamaah Jumat sibuk dengan diskusi-diskusi kecil di pojok masjid, dan lebih tertarik dengan tawaran aneka makanan yang ada di plaza masjid. Saya yang dari tadi penasaran menunggu acara itu, pun jenuh dan pergi karena kelamaan.

Tak berapa lama, Jokowi pun kabur dari Masjid Sunda Kelapa. Tak ada yang peduli. Hanya beberapa wartawan yang memotretnya dari luar masjid. Mungkin untuk pencitraan. []

*)http://polhukam.kompasiana.com/polhukam/1970/01/01/jumat-di-sunda-kelapa-jokowi-dusuguhi-kahtib-pentingnya-amanah-655689.html

Asyiknya Family Gathering PKS Kota Padang di Pantai Pasir Jambak

Kader PKS Kota Padang beberapa waktu yang lalu baru usai melewati dua agenda besar di Padang. Agenda pertama Pilkada putaran kedua, alhamdulillah PKS Kota Padang berhasil mengantarkan pasangan Mahyeldi dan Emzalmi menjadi Walikota dan Wakil Walikota Padang periode 2014-2019. Agenda kedua Pemilihan Legislatif, PKS Kota Padang berhasil  menempatkan lima orang wakilnya di DPRD berdasarkan hasil pleno KPU Padang.

Dua agenda tersebut tentu menguras energi seluruh kader PKS, guna menghilangkan rasa letih dan kembali mengumpulkan energi dan semangat baru, PKS Kota Padang mengangkatkan kegiatan Rihlah Kader PKS se-Kota Padang. Acara ini dikemas dalam acara Family Gathering PKS Padang, selasa (27/5) kemarin.

Ribuan kader PKS turut serta dalam kegiatan yang mengambil lokasi di Objek Wisata Pantai Pasir Jambak, Kelurahan Pasie nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah. Di antara deburan ombak dan angin sepoi-sepoi, Ustadz Audi Reza menambah teduh suasana dengan lantunan kalamullah di awal acara. Dipandu oleh Ustad Paljariati Yusral, seorang trainer handal, menambah semarak acara keluarga besar kader ini.

Hj. Harneli Bahar mewakili Ustadz Mahyeldi Ansharullah S.P., Walikota Padang periode 2014-2019, yang berhalangan hadir ke acara. Dalam sambutannya, memberikan informasi terkait pelaksanaan program unggulan pemko. Beliau berharap, kader lebih cepat menerima informasi karena pada hakikatnya kader adalah tempat bertanya pertama dalam masyarakat. Beliau menekankan aspek kebersamaan untuk menyelesaikan permasalahan Kota Padang tahap demi tahap dan membuat kemajuan yang signifikan untuk bersama.

Acara ini dibuka secara resmi oleh ketua DPD PKS Padang, Drs. Muhidi, M.M. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa Family Gathering ini diadakan dalam rangka mengumpulkan dan menambah energi baru setelah kita semua melaksanakan dua agenda besar, yaitu Memenangkan Pilkada Putaran Kedua dan Pileg pada 9 April yang lalu.

“Energi yang didapatkan setelah ini, akan dipergunakan untuk memenangkan Pilpres pada 09 Juli 2014 mendatang dan semua kader Kota Padang siap memenangkan pasangan Prabowo - Hatta sebagai Presiden dan Wakil Presiden,” ucap beliau.

“Point yang jauh lebih penting di atas itu semua adalah, bagaimana Family Gathering ini mampu mempererat ukhuwah di antara kader untuk memperbesar dakwah demi menggapai ridho Illahi, terakhir saya juga  mengucapkan terima kasih atas kerja keras kader selama ini,” tutupnya.

Untuk lebih menyemarakkan kegiatan Family Gathering, berbagai macam perlombaan juga diadakan oleh panitia acara, mulai dari tingkat anak-anak, orang dewasa, serta pasangan keluarga. Semua kader PKS semangat dan begitu antusias mengikuti berbagai macam perlombaan hingga selesai. [al/humas]




Surat Terbuka Untuk Pak Prabowo | by Adi Wicaksono


Bismillahirrahmanirrahiim

Kepada Ayahanda kami, Bapak Prabowo Subianto

Assalamu'alaikum Wr. Wb.


Pak Prabowo Subianto yang saya hormati,
Sesungguhnya saya adalah salah satu anggota dari bangsa besar bernama Indonesia yang mengagumi anda. Saya sadar, sebagai bangsa besar, Indonesia membutuhkan pemimpin yang Berani, Tangguh, Cerdas, Jujur dan Adil.

Di sisi lain, saya sadar tak ada manusia yang sempurna, tak terkecuali bapak. Namun saat ini, Allah tengah memberi suatu keadaan yang nyaris 'sempurna' kepada Bapak untuk menjadi 'PENJAGA sekaligus MEMIMPIN' bangsa besar ini untuk bangkit dari keterpurukannya yang lama.

Pak Prabowo yang saya sayangi,
Saya sangat merasakan betapa kuatnya semangat dan cita-cita Bapak dalam mengawal bangsa ini. Itu bisa terlihat betapa sepenuh potensi yang telah bapak kerahkan. Saya bahkan berkhayal betapa hebat dan dahsyatnya jika tekad itu semua dilandasi ketulusan niat hanya untuk Allah semata. Tuhan yang telah menciptakan bapak, bangsa ini dan bahkan alam semesta.

Saya yakin, sebagai pemimpin anda adalah pemberani, jujur dan cerdas dalam strategi. Bahkan keyakinan saya sampai pada tingkatan bahwa Bapak akan hadapi semua risiko kepemimpinan itu meski harus dibayar dengan nyawa. Sebab itulah 'darah korsa sumpah kopasus' yakni "Lebih Baik Pulang Nama Dari Pada Gagal di Medan Tugas".

Pak Prabowo yang saya sayangi,
Apa yang bapak sekarang genggam adalah amanah sekaligus TUGAS dari bangsa ini. Tentu ini terasa sangat berat jika bapak pikul atas nama diri pribadi. Oleh karena itu, pak Prabowo, janganlah bapak bersekutu selain dengan Allah, Tuhan Yang Maha Pencipta dan Maha Kuasa. Bersama Allah, Tuhan yang Anda cintai, maka Tugas dan Amanah berat ini akan mampu bapak pikul dengan jujur, adil dan bijaksana.

Pak Prabowo,
Kita semua akan mati dan pasti mati. Namun sebagai pemuda bangsa yang sedang mendambakan pemimpin sejati, saya bermimpi dan mendamba, jika suatu saat bapak harus berjumpa dengan 'maut' maka itu dalam rangka membela kepentingan kami, BANGSA dan RAKYAT INDONESIA dalam hal keadilan, kejujuran, dan kebenaran dengan sikap kstaria. Niatkan semua pembelaan itu hanya pada Allah semata. Bukan untuk puja sanjung sebagai pahlawan dan semua yang berbau semu dan dusta.

Pak Prabowo, saya berharap dan berdo'a, agar niat anda tetap dijaga Allah SWT agar dalam kebenaran dan hidayah-Nya selalu. Dan, 'maut' yang akan diberikan Allah itu sebagai tiket menuju Syurga dengan ribuan bidadari yang akan menyambut anda. Meski banyak yang meragukan niat anda sebagai presiden, namun saya yakin di lubuk jiwa dan qolbu terdalam, anda telah berkhidmat untuk Allah SWT, Tuhan Yang Maha Mengetahui dan Maha Menyaksikan.

Terima kasih Pak Prabowo, semoga Allah tetap menjaga anda dalam rahmat, hidayah dan ampunan-Nya.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Pekanbaru, 28 Mei 2014

Hormat saya,











Adi Wicaksono

Kekaguman Jurnalis di acara Konsolidasi PKS untuk Pilpres


Oleh @MegaSimarmata
(A writer on politics, defense & security issues)

Prabowo hadir dalam acara Konsolidasi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang mengumpulkan seluruh pengurus dan pimpinan setingkat DPP dan DPW perwakilan dari seluruh Indonesia, Selasa (27/5/2014).

Acara yang digelar di Hotel Kartika Chandra Jakarta itu, berlangsung sangat baik, meriah sekali, akrab, penuh nuansa kekeluargaan dan mengesankan. Prabowo juga kelihatan sangat senang disitu.

Pimpinan PKS yang hadir yaitu Anis Matta, Taufik Ridho, Fahri Hamzah, Adang Darajatun dan Mahfudz Siddiq.

Di acara PKS, saya doang perempuan yg tdk pakai kerudung. Sama ada 1 lagi, reporter tv tdk berkerudung. Tapi kader2 PKS gak usil.

Saya katolik. Saya kagum pd PKS. Luar biasa partai ini. Tertib, cerdas & disiplin.

Selama satu jam Prabowo menghadiri acara tersebut.

Konsolidasi ini diawali dengan pembacaan doa dan menyanyikan lagi kebangsaan Indonesia Raya dan Mars PKS.

Acara ini dibuka langsung oleh Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Anis Matta. Ia menjelaskan kepada Prabowo bagaimana partainya menetapkan pilihan untuk bergabung dengan koalisi merah putih.

“Insya Allah suara PKS dalam Pemilihan Legislatif kemaren sebanyak 8,4 juta suara akan kita berikan sepenuhnya ke Prabowo Subianto,” ujarAnis Matta.

Saat Prabowo Subianto naik panggung untuk memberikan pidato politiknya, teriakan takbir yang diselingi dengan kata “Merdeka” dari para kader PKS ikut meramaikan suasana dalam acara Konsolidasi PKS.

Dan Prabowo selalu bisa menguasai “panggung” dan menguasai situasi.

Keterus-terangan dan spontanitas Prabowo disukai oleh banyak kalangan setiap kali ia berpidato.

“Dulu karena orang-orang mengatakan PKS ini partai Islam garis keras maka saya membayangkan kader-kadernya pasti berjenggot semua. Tapi ketika saya bertemu Ustadz Hilmi, beliau tidak pakai jenggot. Saya ketemu Pak Anis Matta, dia juga tidak pakai jenggot. Saya ketemu Sekjen PKS, tidak pakai jenggot,” ungkap Prabowo yang langsung disambut tawa meriah dari kader-kader PKS.

“Boleh gak, saya titip kader-kader Gerindra untuk belajar disiplin dari kader PKS?” ini juga yang diungkapkan Prabowo saat ia memuji betapa mengagumkannya tingkat kecerdasan, kesalehan dan kedisiplinan dari seluruh kader PKS.

Berulang-ulang kali Prabowo menyampaikan betapa ia sangat menghargai dan berterimakasih atas dukungan PKS.

Tetapi disela-sela Prabowo menyampaikan ucapan terimakasih itu, ia tetap bisa menyelipkan humor-humor segar yang membuat pidatonya tidak monoton.

“Pak Anis Matta bilang, dulu beliau pernah bertemu saya saat saya masih jadi Danjen Kopassus. Pak Anis bilang, beliau mengenali saya tapi saya pasti tidak mengenali dia. Saya langsung buru-buru bilang …. saya kenal kok. Nanti kalau saya bilang tidak kenal, Pak Anis gak mau tandatangan perjanjian koalisi” kata Prabowo untuk guyon.

Anis Matta dan semua kader PKS tertawa mendengar guyonan Prabowo.

“Chemistry” antara Prabowo dan mitra-mitra pendukung koalisinya mulai terbangun dengan sangat kokoh dan ini menjadi pertanda baik bahwa konsolidasi itu sudah berhasil mereka galang.

Dan memang sangat wajar jika Prabowo begitu mengagumi PKS karena dari acara konsolidasi PKS di Hotel Kartika Chandra kemarin, memang sangat jelas terlihat betapa mengagumkannya para pengurus PKS dari seluruh Indonesia ini.

Mereka tunjukkan konsistensi bahwa PKS memang sungguh-sungguh mendukung Prabowo.

Mesin partai dari partai yang satu ini sudah bergerak dan berjalan di level-level menengah ke bawah untuk memenangkan pasangan Prabowo-Hatta.

Bahkan seluruh kader PKS diminta untuk menjadi humas dari pasangan Prabowo-Hatta.

Itikat baik, sikap optimisme dan kesungguhnya PKS mendukung untuk memenangkan pasangan Prabowo-Hatta, memang pantas untuk dihargai dan diacungi jempol.***


*dari twitter dan blog @MegaSimarmata
https://twitter.com/MegaSimarmata

Televisi Penyebab Kekerasan Seksual?

Kasus kekerasan seksual akhir-akhir ini semakin besar porsinya dalam pemberitaan media nasional. Entah realita yang terjadi memang demikian, atau hanya blow up isu yang berlebihan. Terlepas dari itu, secara tidak sadar masyarakat Indonesia dikagetkan dan dipaksa menerima bahwa negara ini sedang darurat kekerasan seksual. Fakta bahwa penyimpangan seksual berupa seks diluar nikah dan kekerasan seksual pada anak memang terjadi, tapi frekuensi dan kualitas terjadinya kasus bisa menjadi bias ketika kasus itu harus di blow up secara terus menerus melalui media.

Sedikit atau banyak, faktor pemberitaan juga mempengaruhi cara pandang seseorang dan dapat mengubah pola pikir. Contohnya, pemberitaan yang masif mengenai kekerasan seksual akan membuat persepsi masyarakat bahwa kasus ini sudah biasa terjadi. Alih-alih membuat pelaku jera dan timbul ketakutan masyarakat supaya tidak melakukan hal tersebut, karena tidak adanya sanksi hukum yang tegas justru menciptakan peluang-peluang baru bagi calon pelaku.

Televisi dalam menampilkan tayangan kepada publik juga mempengaruhi perubahan budaya masyarakat Indonesia. Di era 90-an, tayangan berupa sinema FTV maupun sinetron lebih banyak bernuansa super hero atau tokoh yang memiliki kekuatan magis. Di masa kini, sinetron lebih didominasi oleh kasus-kasus percintaan. Belum lagi muncul sinetron-sinetron yang bermuatan sangat tidak mendidik.

KPI baru-baru ini merilis judul-judul sinetron yang dianggap meresahkan dan membahayakan pertumbuhan fisik dan mental anak serta mempengaruhi perilaku kekerasan terhadap anak. Judul-judul sinetron yang provokatif juga berpeluang menimbulkan persepsi berbeda dari anak dibawah umur, seperti: Sumpah Pocong Di Sekolah, Aku Dibuang Suamiku Seperti Tisu Bekas, Mahluk Ngesot, Merebut Suami Dari Simpanan, 3x Ditalak Suami Dalam Semalam, Aku Hamil Suamiku Selingkuh, Pacar Lebih Penting Dari Istri, Ibu Jangan Rebut Suamiku, Istri Dari Neraka aka Aku Benci Istriku. Pacaran menjadi sesuatu yang lumrah di kalangan anak-anak karena dalam banyak tayangan televisi justru adegan tersebut ditampilkan oleh anak-anak pula.

Label R-BO (Remaja-Bimbingan Orang tua) hanya menjadi label pemanis dari siaran televisi, karena faktanya sangat sedikit anak yang ditemani orang tua ketika menonton tayangan tersebut. Lalu dimana efek kekerasan seksual dari televisi?

Sinetron dan FTV menjadi tontonan alternatif bagi semua kalangan di waktu luang. Dari mulai anak kecil sampai usia lanjut, semua bisa menikmati. Kondisi yang tanpa batas ini yang menimbulkan bias bagi perkembangan anak. Selama ini anak hanya diberikan ilustrasi tanpa pencegahan, proses ilustrasi juga cenderung menempatkan korban sebagai pihak yang pasrah.

Ilustrasi tersebut bisa menjadi inspirasi bagi pelaku yang notabene berusia remaja keatas, memanfaatkan kepolosan seorang anak yang belum sepenuhnya memahami mengenai hal-hal seksual. Kondisi penasaran atas ilustrasi yang sering didapatkan anak dalam televisi juga mempengaruhi anak menjadi korban yang pasrah. Celakanya, 'virus' ini menular sangat cepat. Korban yang merasakan hal ini sangat berpeluang besar menjadi pelaku selanjutnya. Proses ini seperti terciptanya zombie dalam film Hollywood, tidak pernah habis karena korban yang terkena serangan dalam sekejap berubah menjadi calon pelaku.

Ada sebuah penelitian yang mengungkapkan dampak negatif sinetron bagi anak yaitu: anak menjadi malas belajar, mengikuti gaya tokoh dalam sinetron (misalnya memakai accsessoris yang tidak pantas digunakan pada waktu sekolah), berani melawan orang tua dan guru, menjadi anak yang sok kaya, dan lain-lain.

Referensi:
http://www.merdeka.com/peristiwa/kpi-10-sinetron-ini-tak-layak-tonton.html

Oleh: Abdullah Mujaddidi (Muja)
*)http://heymuja.com/