News Update :

PKS 1

PKS 1

PKS 2

PKS 2

PKS 3

PKS 3

PKS 4

PKS 4

PKS 5

PKS 5

Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi. Tampilkan semua postingan

Harga Elpiji Naik, Rakyat Semakin Tercekik



Akhirnya, terhitung mulai 10 September 2014 pukul 00.00,  PT Pertamina (Persero) mengumumkan kenaikan harga gas Elpiji non-subsidi 12 kg. Sebesar Rp1.500 per kg (nett Pertamina).

Kenaikan sebesar Rp18.000 itu adalah bagian dari kenaikan Elpiji secara bertahap, seperti yang dituturkan Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Hanung Budya, di Jakarta, Rabu, 10 September 2014.

"Sesuai rapat di Kemenko pada 8 September 2014, antara lain membicarakan masalah atau usulan Pertamina naikan harga Elpiji 12 kg, dalam rapat tersebut disebutkan bahwa pemerintah setuju atas usulan Pertamina untuk naikkan secara bertahap", demikian tutur Hanung.

Dengan kenaikan ini, artinya harga Elpiji 12 kg yang selama ini dijual dengan harga Rp92.800 per tabung, di agen, akan mengalami kenaikan Rp18.000 per tabung atau harganya sebesar Rp114.300 per tabung dari sebelumnya .

"Harga Elpiji 12 kg di agen memang naik Rp18.000 per tabung, namun di harga eceran meningkat Rp21.000-Rp22.000 karena ada ongkos angkut dan biaya margin pedagang dan lain-lain," Hanung.

Kenaikan harga elpiji sebagai salah satu faktor komponen harga barang, tentu akan berimbas kepada naiknya biaya rumah tangga dan  harga makanan di warung dan restoran.

Kenaikan harga elpiji yang tak diiringi naiknya tingkat kesejahteraan, tentu akan membuat rakyat semakin tercekik.

Seperti diketahui, pemerintah melakukan konversi dari minyak tanah ke elpiji sejak tahun 2007. Sejak itulah, sebanyak 40juta rakyat Indonesia menjadi pengguna elpiji dan menjadi pelanggan baru PT Pertamina. (fs)

Mau Investasi? Ini Keuntungan Reksadana Syariah | Oleh @AhmadGozali



Mau bahasa sedikit tentang kinerja #ReksadanaSyariah ah, siapa mau simak?

Saat ini ada sekitar 42 #ReksadanaSyariah (tidak termasuk jenis Terproteksi). Sangat sedikit dibanding total 520an RD (Reksadana) konvensional.

Jadi utk memilih #ReksadanaSyariah sebetulnya lebih mudah karena pilihannya lebih sedikit dibanding konvensional :)

Tapi jumlah #ReksadanaSyariah yang lebih dari 40an sudah cukup banyak untuk seorang investor ritel.

Jadi gak ada alasan deh bingung pilih #ReksadanaSyariah karena cukup banyak untuk dipilih, tapi tdk terlalu banyak utk bikin bingung :)

Dari awal tahun sampai kemarin, #ReksadanaSyariah Saham memberikan hasil yang terendah 12,28% dan tertinggi 28,58%. Lumayan dong... :)

Kalau dihitung setahun, #ReksadanaSyariah tipe Saham paling rendah naik 14,08% dan yang paling tinggi naiknya 29,42%. Lumayan gak sih?

IHSG dari awal tahun sampai kemarin berhasil naik 20,2% tapi #ReksadanaSyariah Saham yg tertinggi bisa naik 28,58%, kalahkan IHSG

Ada 11 #ReksadanaSyariah tipe Saham yg kenaikannya bisa mengalahkan IHSG jika dihitung dari awal tahun sampai kemarin. Keren kan ;)

Tapi kalau dihitung dlm setahun terakhir, hanya ada 2 #ReksadanaSyariah tipe saham yg hasilnya bisa kalahkan IHSG.

Sementara dlm 3 tahun terakhir, ada 5 #ReksadanaSyariah tipe Saham yang bisa kalahkan IHSG.

Sementara IHSG berhasil naik 35% dlm 3 tahun terakhir, ada #ReksadanaSyariah yg bisa naik sampai 48% dlm 3 tahun.

Menariknya adlh... #ReksadanaSyariah yang "menang" dlm jangka pendek (1thn) blm tentu "menang" dlm jangka panjang (3thn/5thn).

Jadi jgn asal pilih #ReksadanaSyariah yg paling tinggi naiknya, tapi pertimbangkan jg periodenya. Mau lari sprint atau marathon? beda.

Kalau dibanding yg konvensional, #ReksadanaSyariah mmg masih kalah. Dlm setahun yg konven ada yg naik 50%, yg syariah hanya 29%. Tapi...

Tapi kinerja RD saham konven terburuk dlm 1 tahun cuma 10%, sedangkan #ReksadanaSyariah saham paling kecil bisa 14%.

Itulah tadi yg saya sampaikan pilihan #ReksadanaSyariah yg lebih sedikit kadang bisa lebih baik, krn tdk perlu menghadapi paradoks pilihan.

Paradoks pilihan... makin banyak pilihannya, malah makin bingung milihnya :)

Dengan terbatasnya pilihan, makin mudah membuat evaluasinya. Ini berlaku utk pemilihan #ReksadanaSyariah maupun pilih jodoh #ehhh :)

Contoh kasus... Kita punya dana Rp100jt 1 thn lalu, krn bingung investasi dimana lalu masuk deposito saja. Skrg dananya menjadi Rp105jt.

Kalau berani pilih #ReksadanaSyariah, tapi asal pilih & dpt yg paling jelek... lumayanlah jadi Rp 114jt sekarang.

Kalau pilih #ReksadanaSyariah dgn cermat, dan dpt yg kinerjanya terbaik... maka sekarang dananya menjadi Rp 130jt. Lumayan gak sih?

Kalau pake deposito saja, dana Rp 133jt tadi bisa didapat dlm 5 tahun. Sedangkan dgn #ReksadanaSyariah cukup setahun. Hemat 4 thn dong :)

Di Gramed ada setidaknya 5 judul buku yg bahas. RT @Dhani_Sa: @AhmadGozali ada gak pak buku yg mengajarkan cr memilih yg cermat?. Tks

Kan, namanya udh Syariah. Berarti sdh ada fatwanya :) RT @AbuFahna: @AhmadGozali hukum reksadana Syari'ah gimana Pak?

*kultwit @AhmadGozali (Kamis, 4/9/2014)
__
Ahmad Gozali, Penulis buku laris: Habiskan Saja Gajimu | Independent Financial Planner - Zelts Consulting | #MataUang TV Show | CP: Abiyan 0811-3654-171

Waspada! Penipuan Investasi dan Bisnis



Geliat perekonomian Indonesia memberi dampak positif pada berbagai bidang. Naiknya tingkat kesejahteraan pada beberapa kalangan menyebabkan munculnya kesadaran untuk menabung atau berinvestasi. Namun sayang, kalangan yang baru “melek” investasi ini ternyata justru rentan menjadi santapan empuk para penipu investasi.

Hal ini disebabkan rendahnya tingkat kewaspadaan karena minimnya informasi, tingginya rasa percaya pada tokoh-tokoh (baik tokoh masyarakat, selebriti, maupun tokoh agama), dan kurang adanya perangkat hukum yang mampu bergerak luwes mengikuti canggihnya tren kejahatan.

Penipuan investasi dan bisnis ini bisa muncul dalam berbagai bentuk. Bisa dimulai dengan modus yang sederhana (koperasi simpan pinjam, menanamkan modal usaha, dll) sampai yang canggih dengan media sosial media dan ruang perpesanan instan (BBM, WA, Line dsb).

Apapun metodenya, penipuan bisnis investasi biasanya disertai iming-iming penghasilan yang besar tanpa resiko berarti.

Setelah mengamati selama beberapa tahun, ada banyak sekali modus penipuan yang dijalankan, dan semakin hari semakin lihai. Guru dan mentor yang seharusnya mampu dipercaya, saat ini tak sedikit yang berubah menjadi penipu terlihai. Modusnya sederhana. Penipuan investasi berbekal rasa percaya.

Tidak mudah mendeteksi tipuan ini. Seseorang mungkin baru sadar sudah tertipu setelah lewat masa yang dijanjikan. Lalu mulai memeriksa dokumen yang diberikan saat penyerahan dana. Ternyata, dalam catatan akad, tidak disebutkan nominal, tanggal akad dan batas pengembalian dana. Yang tersimpan hanya bukti transfer ke sebuah rekening, yang tentunya tidak dapat digunakan sebagai barang bukti ketika menuntut pelaku ke polisi.

Ada 3 modus penipuan investasi / bisnis :

1. Tawaran investasi fiktif . Artinya tidak ada aktivitas bisnis yang dijalankan.
2. Tawaran investasi nyata di sebuah perusahaan besar. Perusahaannya nyata, program investasinya nyata, tetapi dana tidak disetorkan ke perusahaan.
3. Tawaran investasi dari perwakilan perusahaan nyata, tetapi oknumnya palsu. Di sini penipu berpura-pura sebagai perwakilan perusahaan yang membutuhkan investasi, padahal mereka sama sekali tidak terkait pada perusahaan tersebut.

Dalam semua modus di atas, uang yang disetorkan masuk ke dalam rekening penipu dan sama sekali tidak masuk ke investasi yang mereka gambarkan.

Para penipu bisnis dalam hal ini biasanya menawarkan penghasilan yang menggiurkan dengan nilai investasi yang terjangkau, resiko rendah plus bebas pajak, atau menggunakan iming-iming berupa wisata rohani (umroh / haji).

Bagaimana menghindarkan diri dari Penipuan Investasi dan Bisnis?

1. Periksalah, apakah investasi yang ditawarkan tersebut memiliki izin investasi dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan)

2. Waspada bila pihak yang menawari investasi terus menerus menelpon dan memaksa bicara dan mengirimi broadcast message.

3. Waspada bila pihak yang menawari investasi meminta agar Anda segera membuat keputusan agar tidak kehilangan kesempatan memperoleh profit lebih awal.

4. Waspada bila ada pihak yang menggunakan nama yang terkait dengan dunia investasi atau perusahaan besar di dunia investasi.

5. Jangan mudah tergiur pada profil seorang tokoh yang menawarkan program investasi menarik yang belum nampak hasilnya.

6. Jangan mudah tertipu profil website/brosur perusahaan yang menawarkan investasi. Untuk diingat bahwa tampilan brosur atau prospektus yang mengkilap tebal sama sekali tidak menjamin kredibilitas suatu perusahaan.

Apa yang terjadi bila Anda sudah terlanjur tertipu?

1. Cepat hubungi pihak yang menawarkan investasi dan nyatakan keinginan Anda untuk menarik dana secepatnya. Pihak perusahaan tentu akan berusaha menahan dana dengan mencoba mengalihkannya ke program investasi lain (yang tentu saja sama abal-abalnya). Jika hal ini terjadi, abaikan dan tetap berusaha tarik dana Anda.

2. Cari tahu rekan Anda yang terlibat dalam investasi yang sama. Setidaknya, Anda tidak bergerak

3. Kumpulkan barang bukti yang Anda miliki (bukti transfer, sertifikat investasi, dll).

4. Jika tidak ada itikad baik dari pihak perusahaan yang menawarkan investasi, segera bagikan pengalaman Anda ke ruang sosial media / media cetak dan terakhir tentu, pihak kepolisian.

Apa yang sebaiknya Anda lakukan ketika mendapatkan tawaran bisnis investasi?

1. Jangan percaya figur ! Bertanyalah secara detail mengenai identitas perusahaan. Tanyakan alamat dan nomor telepon yang bisa dihubungi. Cari tahu pula apakah kantor mereka hanya sewa.

2. Tanyakan perijinan perusahaan untuk menyelenggarakan bisnis investasi. Perijinan sepatutnya diperoleh dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

3. Lakukan penyelidikan terhadap data alamat yang diberikan. Jika perlu kunjungi kantornya untuk memperoleh kepastian.

4. Jika hal-hal di atas tidak mampu meyakinkan Anda, hentikan segala bentuk komunikasi sebelum mereka benar-benar menipu Anda.

(fs)