News Update :

PKS 1

PKS 1

PKS 2

PKS 2

PKS 3

PKS 3

PKS 4

PKS 4

PKS 5

PKS 5

Tampilkan postingan dengan label Peduli Palestina. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Peduli Palestina. Tampilkan semua postingan

ACT Bantu Perahu, Nelayan Gaza Kembali Melaut



Lebih dari 45 perahu nelayan Gaza, Palestina hancur akibat 51 hari serangan masif militer Zionis Israel. Laut Gaza, yang merupakan salah satu sumber rezeki para nelayan Palestina, pun sepi dari para nelayan.Suplai gizi bagi warga Gaza khususnya, dari ikan-ikan segar Laut Gaza, semakin pun menipis.

Padahal, berdasarkan kesepakatan gencatan senjata jangka panjang Israel-Palestina, nelayan Gaza kini bisa melaut sejauh 6 mil dari bibir pantai. Tapi tanpa perahu, bisa apa?

Untuk membantu nelayan Gaza, Aksi Cepat Tanggap (ACT) mernyalurkan bantuan bangsa Indonesia dalam bentuk perahu pencari ikan.

“Untuk tahap awal, ACT sedang mempersiapkan 5 buah perahu nelayan ukuran sedang untuk warga Gaza. Kita berharap semua nelayan bisa mendapatkan perahu baru dengan cepat, walaupun untuk pengadaan perahu ini bukan hal mudah,” ungkap Senior Vice President ACT, Imam Akbari, kepada ACT News, Kamis (11/9/2014).

Menurut relawan lokal mitra ACT yang menjadi penanggungjawab pengerjaan perahu, ACT merupakan yang pertama berinisiatif memberikan bantuan berupa perahu nelayan. Saat ini sejumlah NGO lain melakukan hal serupa terinspirasi dari ACT. Relawan lokal tersebut juga menyampaikan rasa terima kasih yang tak terkira kepada rakyat Indonesia yang terus memberikan bantuan kepada rakyat Gaza. Meski antara Palestina dengan Indonesia terpisahkan oleh jarak ribuan km, tapi tidak dengan bersatunya persaudaraan antar kedua bangsa ini.

*Foto: seorang tukang sedang membuat perahu bantuan dari bangsa Indonesia via Aksi Cepat Tanggap (dok ACT)

17,5 Milyar Bantuan Indonesia Disalurkan untuk Palestina



Rombongan Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) bersama Adara Relief International, One Day One Juz (ODOJ), Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) dan Salam UI serta perwakilan Pengurus KNRP Riau, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Barat, melakukan rangkaian misi kemanusiaan dari Jakarta Indonesia menuju Gaza Palestina, Rombongan ini termasuk artis reliji yang sekaligus Duta KNRP Aunur Rofiq Lil Firdaus atau yang biasa dikenal dengan Opick Tombo Ati.

Rombongan Besar KNRP ini mengusung tema Humanitarian Aid For Palestine atau Bantuan Kemanusiaan untuk Rakyat Palestina khususnya yang berada di Gaza, yang sekitar 51 hari mengalami agresi militer zionis israel. Demikian disampaikan Ketua Harian KNRP Caca Cahayaningrat, Senin (1/9) di Istanbul Turki, saat menghadiri penutupan konferensi International Public Foundation to Aid Gaza.

Selanjutnya, Caca mengatakan, Gaza masih terus butuh bantuan masyarakat dunia, meskipun kini rakyat Gaza sedang merayakan kemenangannya, pada hakikatnya mereka masih butuh bantuan yang maksimal, “Sampai hari ini bantuan-bantuan masih tertahan di Mesir, tidak semua bisa masuk dengan mudah ke perbatasan Rafah dan Gaza,” ungkap Caca.

Awal kedatangan rombongan KNRP sebelum ke Gaza di Mesir melakukan audiensi ke Bulan Sabit Merah Mesir (BSMM) dan Bulan Sabit Merah Palestina (BSMP), dilanjutkan dengan berkunjung ke Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), “Dihari berikutnya, KNRP kembali ke BSMP dan Rumah Sakit Palestina di Mesir sekaligus memberikan bantuan kepada sebagian warga Gaza yang menjadi korban pembantaian zionis yang dirawat di Rumah Sakit tersebut,” jelas Caca.

Sementara itu, total bantuan KNRP yang berasal dari sumbangan rakyat Indonesia sejumlah 17,5 Milyar rupiah diantaranya disalurkan melalui Aliansi Internasional untuk Penyelamatan Al Quds dan Palestina sebesar 4,5 Milyar rupiah yang diserahkan tanggal 20 Juli 2014, 1 Milyar rupiah untuk 2 buah ambulan yang akan diserahkan ke Gaza sekitar tanggal 15 atau 20 September 2014, 200 juta rupiah melalui BSMP dan langsung kepada korban agresi zionis yang dirawat di RS Palestina, serta 11,8 Milyar Rupiah untuk program jangka panjang pembangunan Gaza melalui Konferensi International Public Foundation to Aid Gaza pada Ahad (31/8) lalu.

Artis reliji yang juga Duta KNRP Opick mengatakan, dirinya berterimakasih kepada rakyat Indonesia yang telah memberikan donasinya dan mempercayakannya kepada KNRP, “Insya Allah donasi tersebut disalurkan dengan amanah, tepat dan terpercaya. Semoga donasi yang diberikan rakyat Indonesia berkah dalam membantu korban di Gaza dan kemerdekaan bangsa Palestina,” tandasnya seperti dilaporkan situs KNRP. (mk/knrp)

Masyarakat NTB Kirim Bantuan 1 Miliar untuk Warga Gaza



Komite Nasional Untuk Rakyat Palestina wilayah Nusa Tenggara Barat mengirimkan bantuan Rp1 miliar untuk warga Gaza. Ketua KNRP Wilayah NTB TGH Ahmad Mukhlis di Mataram, Senin, mengatakan bantuan sebesar Rp1 milair tersebut diperoleh dari sumbangan masyarakat NTB yang peduli terhadap nasib warga Gaza di Palestina, akibat dari agresi militer Israel.

"Dana itu kami kumpulkan sejak bulan Ramadhan lalu dan dana itu sudah kami serahkan untuk dikirim kepada rakyat Palestina," kata TGH Ahmad Mukhlis seperti diberitakan Republika Online, Senin (25/8/2014).

Selain bantuan berupa uang, KNRP Wilayah NTB juga akan mengirimkan dua unit mobil ambulan, obat-obatan dan peralatan kesehatan bagi warga Gaza di Palestina.

Di samping itu, ia menyebutkan KNRP Wilayah NTB juga mengirim relawan untuk bergabung dengan 17 orang relawan lainnya yang akan berangkat menuju Gaza, dengan misi membawa bantuan kemanusiaan. "Jadi total relawan yang akan berangkat ke Gaza itu ada 18 orang dari seluruh Indonesia, termasuk kami di NTB," ucapnya.

Menurutnya, penggalangan dana dan pengiriman bantuan kemanusiaan bagi rakyat Gaza tersebut, merupakan kali kedua dilakukan masyarakat NTB. "Ini kami lakukan sebagai bentuk tanggung jawab kepada masyarakat NTB yang telah memberikan bantuan dan perhatian terhadap penderitaan warga Gaza di Palestina," jelas TGH Ahmad Mukhlis.

Ia menambahkan, gerakan peduli terhadap nasib dan penderitaan warga Gaza di NTB akan terus digalakkan. Terlebih lagi, Indonesia dan Palestina merupakan negara bersahabat dan mayoritas penduduknya beragama Islam.

Ini Cara Alya Rohali Peduli Palestina



Tragedi kemanusiaan yang merenggut nyawa 2000 lebih rakyat Palestina akibat kebiadaban Israel membuka mata dan hati berbagai kalangan.

Tak ketinggalan para selebritispun memberikan atensinya untuk berkontribusi, salah satunya adalah Alya Rohali.

Melalui akun twitternya, pembawa acara kuis Siapa Berani ini mencari informasi produk produk Israel yang perlu diboikot.

"Lg tabayyun ttg produk2 Zionis Israel , pengen berbuat sesuatu dgn menghindari beli produk2 mrk, ada yg bisa ksh info prod2 apa sajakah?" tulis @alyarohali_112.

Boikot produk zionis Israel cukup efektif dalam upaya menghentikan kekejaman tentara zionis. Senjata senjata zionis didapatkan dari sumbangan perusahaan yang berafiliasi dengan Israel.

Menurut Ketua Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) Pusat, Suripto, strategi paling mujarab untuk menghentikan agresi Israel ke Gaza yakni dengan melakukan gerakan BSD yakni Boikot, Sanksi dan Divestment. Cara yang riil yang bisa dilakukan warga Indonesia dengan memboikot semua produk-produk buatan Israel yang beredar di Indonesia. Misalnya air minum kemasan, kurma dan makanan siap saji.

Dengan melakukan boikot secara bertahap dan konsisten maka akan menghambat pasokan dana Israel dalam melakukan agresi. “Ini akan menjadi gerakan baru yang membuat mereka gentar (Israel) kalau seluruh umat Islam komitmen melakukan gerakan ini,” imbuh Suripto.

Selain itu, di bidang budaya masyarakat diimbau untuk tidak mengonsumsi fashion yang berbau Yahudi dan menghentikan konsumsi film buatan bangsa Yahudi. “Di Malaysia itu luar biasa. Restoran McD kosong saat invasi Israel ramadhan ini. Padahal tahun lalu selalu penuh. Kalau kita ingin konsisten minimal dimulai dari kita.”

Baca juga:
- INI DAFTAR PRODUK PRO-ISRAEL

45 Tahun Pembakaran Masjidil Al-Aqsha





“Hari terberat dalam pemerintahanku,” ungkap Golda Meir, Perdana Menteri ke empat dan satu-satunya Perdana Menteri perempuan ‘Israel’, “Adalah hari pembakaran masjid Al-Aqsha”, “dan hari termudah dalam pemerintahanku,” aku Golda yang merupakan salah satu dari ke-24 deklarator berdirinya ‘negara Israel’ itu, “adalah hari-hari yang kulalui pasca pembakaran (masjid Al-Aqsha) tersebut”.

Kamis, 21 Agustus 1969. Hari yang begitu menyejarah. Hari yang membekaskan luka. Hari yang sejatinya tidak hilang dari ingatan setiap muslim. Hari dimana emosi dan rasa cemburu menyulut iman hingga ke dasarnya. Berkobar, bak lidah api yang menyambar. Meledak!

Ya… itulah hari ketika Kiblat pertama umat Islam itu dibakar. Ketika mimbar kebanggaan Sang Penakluk al-Quds, Sultan Shalahuddin, tak sempat lagi diselamatkan. Hangus bersama kobaran api yang melahap masjid Umar, mihrab Zakariya, Maqam Arbain, tiga koridor masjid, dan kubah kayu bagian dalam masjid. 48 unit jendela masjid pun hancur berkeping-keping bersama ambruknya atap masjid. Kerusakan mendera Dinding dan mihrab Masjid. al-Aqsha menjerit. Peristiwa yang begitu menyayat hati, mengguratkan kepiluan.

45 tahun berlalu. Peristiwa itu seakan ditelan zaman. Benar! Kobaran api yang dipercikkan ekstrimis-zionis berkebangsaan Australia, Michael Dennis Rohan, atas sokongan ekstrimis-zionis lainnya itu sudah lama padam. Bagian demi bagian masjid yang roboh dan hangus sudah selesai direnovasi. Namun, api itu belum sesungguhnya padam. Baranya masih menyala. Jilatan lidahnya, tidak sekedar sanggup menghanguskan bagian demi bagian Masjid Suci itu. Kobarannya bahkan lebih dahsyat. Menjelma menjadi proyek terpadu yahudisasi al-Aqsha dan Al Quds. Dari bawah digerogoti; Puluhan galian dan terowongan Yahudi mengancam robohnya pondasi al-Aqsha. Di atas, gelegar jet-jet tempur Zionis dengan intensitas dahsyat suara memekakkannya selalu siap menggedor kekokohan bangunan masjid. Sementara di darat, serbuan gerombolan-gerombolan Zionis-Israel tak pernah mengenal kata henti. Berbagai rupa penodaan, penistaan, dan makar untuk menghancurleburkan al-Aqsha bertubi-tubi terus dilancarkan.

Lalu apa yang dilakukan kaum muslimin? Adakah upaya untuk menyelamatkan al-Aqsha mubarak itu masih segegap-gempita ketika hari masjid tersebut dibakar? Adakah kepedulian untuk al-Aqsha masih tersisa dan menjelma? Apakah hanya sekedar kutukan dan kata-kata? Kemana OKI yang lahir dilatarbelakangi peristiwa tersebut? Kemana umat nabi Muhammad yang diseru untuk mencintai dan menjaga al-Aqsha?

Milyaran dollar digelontorkan Zionis-Yahudi setiap tahun untuk memuluskan proyek yahudisasi al-Aqsha, adakah rezki yang masih kita sisihkan untuk ikut menjaga dan mempertahankan warisan para nabi tersebut? Ataukah benarkah kata-kata Golda Meir; bahwa umat Islam hanya sanggup melakukan pembelaan serius terhadap al-Aqsha hanya dalam satu hari saja?

Ustadz Heri Efendi, Lc.
Dewan Pendiri Asia Pacific Community for Palestine

36 Roket Al Qassam Hujani Wilayah Israel, 3 Juta Warga Israel Kocar Kacir







Israel mungkin hanya bisa paham atau mengerti dengan bahasa perang. Sedangkan melalui bahasa lisan, Pejuang Palestina mengalami kesusahan untuk membuat Israel sadar dengan kekalahannya. Oleh sebab itu, gagalnya gencatan senjata adalah peluang bagi Pejuang Palestina untuk menyadarkan Zionis Israel. Dan benar melalui Roket M-75 dan  J-80 adalah sarana komunikasi efektif kepada penjajah Israel.

Dilansir dari MINA, Rabu (20/8/14), kini Israel tidak mampu untuk melindungi rampasannya di setiap tempat dari serangan-serangan Al-Qassam terutama di Kabar dan Gambar Roket Al Qassam menyerang wilayah Israel sebanyak 36 roket dalam waktu kurang setangah jamjantung kota Tel Aviv dan sekitarnya. Sehingga sirene tanda peringatan menggema di sebagian besar permukiman dan kota-kota Zionis, setelah Al-Qassam menembakkan setidaknya 36 roket hanya dalam waktu kurang dari setengah jam yang merupakan balasan awal dan cepat atas serangan-serangan Israel ke penduduk sipil di Gaza.

Para pengamat mengatakan, penjajah Zionis Israel meyakini bahwa balasan dari para pejuang akan terbatas, namun justru mereka dikejutkan dengan jawaban Al-Qassam yang memulai membombardir Tel Aviv dan Ben Gurion yang memaksa ratusan ribu warga ilegal Yahudi ke dalam penampungan karena takut terhadap roket-roket pejuang tersebut.

Serangan-serangan Al-Qassam dilakukan sebagai balasan terhadap serangan Israel terhadap warga sipil di jalur Gaza yang menargetkan keluarga Daloo menyebabkan tiga orang syahid, dua di antaranya anak-anak dan wanita, sedangkan 15 lainnya luka-luka.

Pukul 22.40 waktu Gaza, Al-Qassam Membombardir Tel Aviv dengan Roket M-75 dan Fajar-5, kemudian membombardir Beer Sheeba dengan lima roket Grad dan Netivot dengan roket Qassam.Kabar dan Gambar Wilayah Israel kena roket Al Qassam dan hancur

Masih di waktu yang sama, Al-Qassam membombardir Netivot dengan 10 roket Qassam, lima belas menit setelahnya atau tepat pada pukul 10.55 melontarkan lima roket Grad ke Karyat Malakhi.

Tepat para pukul 23.00 Waktu Gaza, Bandara Internasional Ben Gurion menjadi target serangan Al-Qassam dengan roket J-80, di waktu yang sama juga 10 roket Grad diluncurkan ke Karyat Malakhi.

Selang lima menit kemudian Beer Sheeba kembali menjadi sasaran Al-Qassam dengan roket Grad, dan masih meluncurkan tiga roket Grad ke Karyat malakhi pada pukul 23.20 Waktu Gaza.

Tanah jajahan Israel di Al-Quds (Yerusalem) juga menjadi sasaran roket M-75 milik Al-Qassam pada pukul 23.40 waktu setempat dan sepuluh menit sebelumnya kota Majdal sebelah selatan tanah jajahan Israel menjadi sasaran tiga roket Qassam. Menjelang tengah malam Al-Qassam menyerang Netivot dan Asdood dengan enam roket Grad.

Sementara itu, pihak Zionis israel sendiri mengakui terjadi ledakan besar di Ben Gurion dan Tel Aviv, sirine peringatan terdengar di sebagian besar permukiman ilegal Zionis Israel seketika memerintahkan warganya untuk bersembunyi ke dalam penampungan dalam jarak 80 km dari Jalur Gaza.

Al-Qassam sendiri meyakini setidaknya tiga juta warga ilegal Israel terancam dari serangan serangan Al-Qassam tersebut.

Banyak Bandara Eropa Stop Penerbangan ke Bandara internasional Zionis Ben Gurion

Akibat serangan roket – roket Pejuang Palestina sebagai bentuk balasan kepada Israel, untuk kesekian kalinya negara – negara di Eropa menunda keberangkatannya ke Tel Aviv.

Seperti dilaporkan Info Palestina, Rabu (20/8/14), bahwa sebagian besar Kabar Bandara Israel terbaru yang di ancam oleh Al Qassam untuk di hancurkanbandara Eropa menunda penerbangan mereka menuju bandara iternasional Zionis Ben Gurion yang berada dekat Tel Aviv. Keputusan itu diambil setelah terjadi eskalasi militer dan perlawanan Palestina kembali melancarkan serangan ke kota-kota dan wilayah Zionis.

Sayap militer Gerakan Perlawanan Islam Hamas, Brigade al Qassam, pada selasa petang menyatakan telah menggempur bandara Zionis Ben Gurion dengan roket jenis J80. (sumber: MINA, Info Palestina, silontong.com)

Perang Kembali Pecah di Gaza #BREAKINGNEWS





Nampaknya, memang Israel dan Yahudi tidak mengenal kata damai saat mereka kuat. Terbukti, ajakan gencatan senjata hanya isapan jempol untuk mengamati gerak-gerik para komandan tempur HAMAS-Jihad Islam di Gaza.

Malam tadi waktu Gaza (19/8/2014), Israel mengirimkan 3 pesawat F-16 dan membombardir rumah Muhammad Adh-Dhaif, komandan dan ahli bom HAMAS yang mengantarkan istri dan putri-putrinya menemui syahid.

HAMAS melawan dengan menyerang 6 kota Israel. Rudal-rudal dan roket HAMAS berhamburan. Suara sirine menggemparkan Israel. Belum ada laporan korban jiwa di pihak Israel.

Mari terus kita dukung, HAMAS bisa mengalahkan Israel.

Kendati di sisi lain, Mesir bermain di belakang layar dengan mengundur-undur kesepakatan damai. Mesir dan negara Teluk berharap, Israel terus menyerang Gaza dengan harapan bisa menghancurkan HAMAS. (Nandang Burhanudin)

KISPA Salurkan Bantuan "Syawal" untuk Rakyat Gaza




Suatu kebahagian yang besar ketika pekerjaan di laksanakan, amanah ditunaikan dan umat Nabi Muhammad Saw dapat dibantu.

KISPA (Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina) suatu lembaga kemanusian yang peduli terhadap urusan umat, khususnya Palestina, kembali menyalurkan bantuan untuk rakyat Gaza Palestina.

Bantuan KISPA untuk rakyat Gaza Palestina telah disalurkan pada bulan Syawal 1435 H atau bulan Agustus 2014 setelah kaum muslimin melaksanakan puasa Ramdhan.

Rakyat Gaza Palestina memang wajib dibantu karena mereka menjadi korban kezaliman Israel, membunuh rakyat Gaza yang tidak berdosa di waktu siang dan malam, pagi dan sore, tanpa ada rasa perikemanusiaan.

Menurut Ferry Nur, ketua KISPA, "Bantuan bulan Syawal merupakan bantuan ketiga yang disalurkan KISPA untuk rakyat Gaza Palestina. Bantuan pertama di awal Ramadhan, telah disalurkan sembako untuk fakir miskin, keluarga syuda, anak yatim dan janda. Pertengahan Ramadhan bantuan uang tunai untuk pasien anak-anak dan rakyat Gaza yang menjadi korban serangan brutal Israel, bantuan tahap pertama dan tahap kedua alhamdulillah sebesar USD 110.000 atau Rp.1.320.000.000 ".

Lebih lanjut Ferry Nur, relawan KISPA yang sudah dua kali masuk Gaza menjelaskan, "Untuk bulan Syawal ini KISPA kembali menyalurkan bantuan sebesar USD 100.000, bagi rakyat Gaza Palestina, khususnya dan diprioritaskan para dokter, perawat, pegawai rumah sakit, sopir ambulance, imam masjid dan guru penghafal quran. KISPA menyadari mereka semua adalah manusia yang perlu makan dan punya keluarga dan tanggung jawab, jangan sampai karena tidak ada yang membantu kemudian mereka mencari nafkah ditempat lain dengan meningggalkan profesinya membantu pasien. KISPA  mendapatkan informasi bahwa karyawan dan pegawai di Gaza Palestina sudah beberapa bulan tidak mendapatkan gaji."

KISPA mengucapkan: "Terima kasih dan Penghargaan yang tinggi kepada para Donatur yang telah memberikan bantuannya via KISPA untuk Rakyat Gaza Palestina yang sedang menderita".

Jazakumullah Khairan katsira atas INFAQ dan DONASI serta kepercayaannya kepada KISPA.

Bagi yang ingin memberikan infaq terbaiknya untuk rakyat Gaza Palestina silahkan disalurkan ke:

#Infaq Peduli Al-Aqsha/Palestina:
Bank Muamalat Indonesia (BMI) capem slipi, norek: 3110004427,  an. Nurdin QQ KISPA.

#Infaq Operasional KISPA:
Bank Syariah Mandiri (BSM) Kantor Kas Cililitan, norek: 1167024696, a/n Muhendri.