News Update :

PKS 1

PKS 1

PKS 2

PKS 2

PKS 3

PKS 3

PKS 4

PKS 4

PKS 5

PKS 5

Tampilkan postingan dengan label ke-ummatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ke-ummatan. Tampilkan semua postingan

FPI: Mahasiswa Pembuat Tema Ospek "Tuhan Membusuk" Layak Dihukum Mati



Front Pembela Islam (FPI) menilai, ospek mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Surabaya yang mengangkat tema "Tuhan Membusuk" adalah tindakan yang menurut Islam tidak bisa dimaafkan. Bahkan dapat dikategorikan aksi yang lebih kejam daripada gerakan Islamic State of Irak and Syiria (ISIS).

Karena itu, kata Sekretaris Jenderal FPI Jatim, Khoiruddin menyatakan, sanksi bagi mahasiswa yang melakukan aksi itu tidak cukup hanya hukuman formal seperti penjara, namun lebih layak jika dihukum mati menurut ajaran Islam.

"Jangan hanya dipenjara 3-5 tahun, tapi hukuman mati, mahasiswa UIN terlalu sering menggelar kegiatan yang kontroversi," ungkapnya, Selasa (2/9/2014), seperti diberitakan KOMPAS.

Kata dia, tema yang diangkat dalam orientasi mahasiswa baru yang digelar pada 28-31 Agustus itu telah melukai semua umat Islam, karena itu dia yakin, tidak hanya ormas FPI saja yang akan protes.

"Semua ormas akan memprotes aksi mahasiswa yang kontroversi itu," jelasnya.

Tema yang diangkat mahasiswa itu, kata Fakhrudin, jelas telah melecehkan simbol ketuhanan yang dianggap sakral oleh umat Islam khususnya.

"Ini lebih ekstrem dari gerakan ISIS," jelasnya.

FPI Jatim, siang tadi melaporkan kasus itu ke Mapolda Jatim dengan dugaan penistaan agama. Khoiruddin juga mengaku masih berkonsultasi dengan polisi apakah bisa juga dijerat dengan undang-undang teknologi informasi, karena itu juga ramai dibicarakan di media sosial.

Dikecam

Diberitakan sebelumnya, tema orientasi mahasiswa baru Fakultas Ushuludin dan Filsafat Universitas Islam Negeri (UIN) Surabaya menuai kecaman. Pasalnya, panitia penyelenggara dari kalangan mahasiswa mengangkat tema besar "Tuhan Membusuk" dengan subtema "Rekonstruksi Fundamentalisme Menuju Islam Kosmopolitan".

Tema besar yang dipasang di spanduk ospek yang digelar pada 28-31 Agustus lalu itu menjadi perbincangan di media sosial Twitter dan Facebook. Publik mengomentari bahwa tema yang diusung merupakan pelecehan terhadap Tuhan. Publik juga menyayangkan karena itu terjadi di kampus yang justru berlabel agama Islam.

Berikut beberapa kicauan pengguna Twitter soal tema ospek mahasiswa tersebut:

"Tuhan membusuk. Judulnya sj sdh salah arah, yg mau dikritik cara beragama, knp agama bahkan Tuhan yg dicap mmbusuk?” tulis pemilik akun @ssirah.

“Jogja miskin, tolol tak berbudaya” (kasus twit florence sihombomg) -> ditahan polisi Jogja “Tuhan membusuk” -> yen ditahan malaikat Tuhan gelem po ra kowe [kalau ditahan malaikat Tuhan mau tidak] ?” tulis pemilik akun @af1.

Singapura Perlakukan Syi'ah dan Ahmadiyah Bukan Bagian dari Islam



Syi’ah dan Ahmadiyah di negeri Singapura diberi satu bangunan tempat ibadah khusus. Mereka dilarang mendirikan rumah ibadah lain atau berdakwah diluar bangunan tersebut. Penganutnya juga tidak disebut sebagai Muslim. Negara dan masyarakat menyebut mereka sebagai Syi’ah atau Ahmadiyah.

Yang menarik, seperti dikutip dari situs lasdipo.com, di tempat ibadah milik Syi’ah penganutnya tidak menyelenggarakan “sholat” Jum’at. Untuk ibadah harian, mereka hanya melaksanakan “sholat” subuh, zuhur dan magrib. Sebagaimana dilansir gensyiah.

Di Singapura, Syi’ah betul-betul menampakkan perbedaanya dengan Islam. Sehingga kaum muslimin tidak mudah tertipu. Berbeda dengan Syi’ah di Indonesia. Mereka secara terang-terangan menjalankan ritual ajaran syi’ah mengatas namakan Islam atau Ahlul Bait. Andaikan mereka tidak buka-bukaan, tentu kaum muslimin di Indonesia tidak mudah dikelabui.

Sinergi PKPU-Makelar Sedekah, Desa Natah Gunung Kidul kini tidak kesulitan air lagi



Gunung Kidul selama ini identik dengan krisis kesulitan air. Alhamdulillah, kini warga Natah Wetan, Desa Natah, Kec. Nglipar tidak perlu lagi berjalan ratusan meter hanya untuk mendapatkan air bersih jika memasuki musim kemarau guna memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Jum’at (22/08/14) Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU Yogyakarta bersinergi dengan Makelar Sedekah kembali meresmikan Program “Berbagi Air”  melalui Pembangunan Sistem Air Bersih di Desa Natah, Nglipar, Gunung Kidul.

Program berbagi air di wilayah Natah ini merupakan kelanjutan dari program yang sama yang sudah diluncurkan di wilayah Jeruklegi, Desa Katongan, Kecamatan Nglipar dan Desa Banyusoco, Kec. Playen. “Ini adalah Program berbagi air yang ketiga, sebelumnya PKPU Yogyakarta juga sudah membuat Sistem Air Bersih dengan cara memompa air dari dalam tanah dan disalurkan kepada warga” ujar Jumarsono selaku Kepala Cabang PKPU Yogyakarta.

Bupati Gunungkidul Hj Badingah S.Sos menyambut baik program PKPU DIY. Karena pembangunan Pamdus memberikan manfaat yang cukup besar dalam upaya mengatasi kesulitan air bersih di Gunungkidul. Bantuan pembangunan yang sudah ada, hendaknya dirawat dan dimanfaatkan dengan baik, sehingga kesulitan air bisa diatasi. “Pemerintah daerah juga terus berupaya untuk  mengatasi kesulitan air bersih di masyarakat. Dengan adanya bantuan Pamdus dari PKPU ikut membantu pemerintah daerah, untuk mencukupi kebutuhan air bersih di masyarakat,”jelasnya.

Sementara penanggungjawab program Berbagi Air PKPU Yogyakarta, Agus Triyono mengatakan bahwa “Pembangunan sistem air bersih ini akan dimanfaatkan oleh warga Dusun Natah Wetan yang berjumlah 90 KK, dan nantinya akan terus dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan warga yang ada di Dusun sekitar.

Pembangunan ini juga melibatkan peran serta masyarakat secara aktif, baik dalam menyiapkan dan membangun infrastruktur, sehingga pembangunan bisa berjalan dengan baik”. Saat ini juga sedang dilakukan tahap finishing pembangunan sistem air bersih yang ke empat di Dusun Ketela, Desa Tegalrejo, Kec. Gedangsari, lanjut Agus.

Dalam acara peresmian Program “Berbagi Air” ini hadir Bupati Gunung Kidul, Hj Badingah, S.Sos, Kepala Disperindagkop dan ESDM Hidayat, S.H, Kepala Cabang PKPU Yogyakarta, Jumarsono, Camat Nglipar, Koramil Nglipar, Kapolsek Nglipar, Kepala Desa Natah, serta masyarakat Dusun Natah Wetan.

Program ini merupakan program pengadaan air bersih dengan cara memompa dari sumur bor selanjutnya ditampung dalam bak penampung utama. Dari bak penampungan tersebut kemudian air dialirkan melalui pipa  ke ke rumah-rumah warga. Saat ini sistem air bersih di Natah Wetan ini bisa mengaliri air untuk 90 KK.

Dengan adanya program berbagi air ini, setiap musim kemarau datang, warga masyarakat tidak lagi mencari air dengan berjalan kaki atau dilakukan dropping air bersih menggunakan truk tangki. Sehingga masyarakat bisa lebih tenang dalam beraktivitas sehari-hari.

*sumber: PKPU, Dakwatuna

Pakai Kaus Kalimat Tauhid, Seorang Pedagang Es Kelapa Muda Diciduk Aparat



Ade Puji Kusmanto (31), warga Terlangu, Brebes, Jawa Tengah, diamankan aparat Polsek Adiwerna, Tegal, lantaran memakai kaus hitam berlengan panjang bertuliskan kalimat tauhid yang diidentikan dengan ISIS (Islamic State of Iraq and Syiria), Selasa (19/8/2014).

Pedagang es kelapa muda ini diamankan bersama temannya, Risamat (24), warga Majalengka, Jawa Barat. Namun, Risamat tidak mengenakan kaus bertuliskan kalimat tauhid yang diidentikan dengan ISIS, tetapi bergambar Vespa.

Ade dilaporkan oleh Syarifudin (pengurus GP Anshor Tegal) kepada polisi setempat yang kemudian mendatangi Ade yang sedang berjualan.

"Awalnya dapat laporan dari salah satu anggota, kemudian kami berinisiatif bersama aparat Polsek Adiwerna ke tempat mereka berdagang," ujar Syarifudin seperti dikutip Tribunnews, Rabu (20/8/2014).

Setelah diamankan di Polsek Adiwerna, Ade dan Risamat langsung dibawa ke Polres Tegal untuk dimintai keterangan. Ade mengaku membeli kaus itu saat mengikuti Musyawarah Wilayah Majelis Mujahidin di Cirebon.

"Saya membeli sebelum Ramadhan, lalu apa yang salah? Kalimatnya tahlil," ungkapnya.

Selain mengamankan barang bukti berupa kaus kalimat tauhid, polisi ikut menyita buku-buku milik Ade yang kebanyakan soal agama. Salah satu buku yang diamankan polisi bahkan bergambar bendera tauhid.

Sementara itu, Kapolres Tegal AKBP Tommy Wibisono menjelaskan, kedua orang itu hingga kini masih dimintai keterangan. Namun, dari keterangan sementara, pemakaian kaus tauhid itu hanya bersifat ikut-ikutan.

"Kami akan selalu menjaga wilayah Tegal agar selalu kondusif, dan meminta semua anggota untuk jeli. Apabila menemukan indikasi seperti ini, segera diamankan," ujar Tommy.

Majelis Mujahidin protes kriminalisasi Ade

Seperti dilaporkan arrahmah, atas tindakan aparat ini, Majelis Mujahidin tegas memprotes kriminalisasi terhadap anggotanya Ade Puji Kismanto.

Modus penangkapan ini karena ada laporan penduduk yang curiga terhadap tulisan yang sering dipublikasikan sebagai citra bendera ISIS.

“Omongan Panglima TNI yang menyuruh bakar bendera ISIS yang bertuliskan kalimah tauhid menuai korban, masyarakat menjadi phobia terhadap tulisan kalimah tauhid tersebut,” kata Sekretaris Lajnah Tanfidziyah Majelis Mujahidin Ustadz Shabbarin Syakur kepada arrahmah.com, Rabu siang.

Majelis Mujahidin menyatakan protes dan meminta kepolisian memberi penjelasan kepada masyarakat yg telah ‘terintimidasi paksa’ karena peristiwa tersebut.

“Majelis Mujahidin minta Ketua LPD Brebes Majelis Mujahidin membawa orang tua Ade guna menjemput yang bersangkutan di Mapores Tegal,” terang Ustadz Shabbarin.

Sementara itu, Kapolres Tegal AKBP Tommy Wibisono menjelaskan, kedua orang itu hingga kini masih dimintai keterangan.

KNRP Buka Lowongan Relawan Palestina




Assalamualaikum

Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) JAWA BARAT membuka rekrutmen Relawan KNRP JABAR.

Untuk pendaftaran relawan bisa sms dan wa ke no berikut :
+62878 2390 6240 (Oke )

Dengan format, NAMA (spasi) INSTANSI (spasi) USIA (spasi) ASAL DAERAH (spasi) PILIHAN (spasi) AL-QUDS

Adapun pilihan adalah posisi yang ingin ditempati :
1. Manajerial
2. Relawan Reguler
3. Korps Mubaligh

Contoh : Dede Rohimat UPI 23 Cirebon Relawan Reguler RL AL-QUDS

Pendaftaran dibuka dari tanggal 10 sd 22 Agustus 2014

Quota yang kami butuhkan adalah untuk 100 orang

Persyaratan :
- Foto copy KTP
- Pas foto 3×4 (4 buah) terbaru
- Curriculum Vitae
- Ijazah terakhir

Dikumpulkan melalui email ke knrpjawabarat@gmail.com paling telat jumat 22 Agustus 2014.

Training pembekalan :
Hari, tanggal : Ahad, 24 Agustus 2014
Pukul : 08.00 s/d 17.00
Tempat : SD IT Insan Teladan Cileunyi, Komplek DPR-Villa Bandung Indah B4 No. 9 CIleunyi Kulon-Bandung

Demikian pemberitahuan proses rekrutmen relawan KNRP JABAR agar dapat dimaklumi,

Syukron jazakumullah atas perhatiannya.

Ttd

Nandang Burhanudin

ITJ Buka Sekolah Pemikiran Islam




'Perang Pemikiran' atau dalam khazanah Islam disebut 'Ghozwul Fikri' merupakan perang yang sistemik, terstruktur dan massif untuk menghancurkan sendi-sendi Islam.

Di jaman ini, sasaran empuk perang pemikiran adalah kalangan anak-anak muda. Untuk itulah generasi muda harus dibekali dengan ilmu agar tidak menjadi korban perang pemikiran.

Disinilah gerakan  IndonesiaTanpaJIL (ITJ) berusaha untuk membekali generasi muda melawan perang pemikiran yang salah satunya dengan mendirikan Sekolah Pemikiran Islam seperti yang dilaporkan hidayatullah berikut ini.

Belum lama ini, gerakan  IndonesiaTanpaJIL (ITJ) membuka pendafataran Sekolah Pemikiran Islam (SPI) untuk angkatan pertama.

Pendiri ITJ, Akmal Sjafril, mengungkapkan SPI ini berawal dari evaluasi berkelanjutan yang dilakukan ITJ setelah dua tahun berkiprah menggelar kajian-kajian dan workshop seputar pemikiran Islam dan bahaya pemikiran Islam liberal di berbagai daerah.

“Kajian singkat dan workshop memang terbukti ampuh untuk membangkitkan kewaspadaan masyarakat dan memberikan imunitas pemikiran pada pesertanya. Meski demikian, keduanya belum mampu memenuhi kebutuhan lain yang juga tidak kalah mendesaknya, yaitu melakukan kaderasisasi terarah sehingga menghasilkan para aktivis dakwah yang mumpuni dan siap terjun ke dalam kancah perang pemikiran (ghazwul fikri)”, ungkapnya dalam rilis berita IndonesiaTanpaJIL yang diterima hidayatullah.com, Sabtu (16/08/2014).

Kasus seminar bertajuk “LGBT dalam Perspektif Sosiologi” di kampus Universitas Negeri Jakarta (UNJ) belum lama ini menunjukkan bahwa perang pemikiran begitu nyata dan gencar terjadi di kampus-kampus perguruan tinggi. Sementara itu, banyak aktivis dakwah kampus belum menguasai peta permasalahan dari berbagai wacana perang pemikiran yang terus berkembang liar.

“Menyikapi keadaan ini, berdasarkan masukan dari para mahasiswa – terutama para aktivis dakwah dari UNJ – kami menyimpulkan, bahwa setiap lembaga dakwah berbasis kampus dan kemahasiswaan memerlukan kader-kader spesialis di bidang pemikiran Islam”, terang Master Pendidikan Islam, Universitas Ibn Khaldun ini.

Menurutnya, dalam agenda besar membangkitkan kejayaan peradaban Islam, tradisi ilmunyalah yang mesti dikembalikan. Para pemuda yang menempati posisi sentral mesti mengembalikan tradisi ilmu tersebut, karena di tangan merekalah bertumpu harapan umat.

“Untuk merespon ekspektasi yang besar ini, ITJ berinisiatif menyusun perkuliahan selama satu semester (tiga bulan) dalam program SPI. Sebagai Ketua Panitia SPI (yang kerap kami sebut sebagai ‘Kepsek SPI’) kali ini, akhirnya kami memilih Muhammad Irfan Nail yang merupakan aktivis ITJ asal Bekasi”, tutur Laki-laki berdarah Minang ini.

Perkuliahan SPI ini akan digelar pada bulan September hingga November 2014, bertempat di Aula Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations (INSISTS), di bilangan Kalibata, Jakarta.

“Karena terbatasnya tempat, untuk SPI angkatan pertama ini, kuota yang ditetapkan adalah 75 orang peserta. Undangan diberikan secara tertutup kepada 11 (sebelas) lembaga dakwah berbasis kampus dan kemahasiswaan dan 5 (lima) chapter ITJ di sekitar Jabodetabek. Meski demikian, sudah banyak yang menyatakan harapannya agar SPI juga digelar di kota-kota lain, dan juga diperuntukkan bagi lapisan masyarakat lainnya seperti kelas umum dan pelajar”, terangnya.

Materi yang diberikan dalam SPI sangat bervariasi, mulai dari pengenalan hakikat perang pemikiran, the worldview of Islam, konsep diin, hingga wacana-wacana yang ramai dibicarakan orang saat ini seperti konsep gender, pluralisme agama, Syi’ah, dan tentu saja Islam liberal.

“Di luar perkuliahan yang digelar sekali sepekan sebanyak 12 pertemuan, ada juga Studium Generale (SG) yang sedianya akan dilaksanakan sebanyak empat kali. Berbeda dengan perkuliahan yang dilakukan secara tertutup, SG akan digelar terbuka untuk umum,” pungkasnya.

Menurut jadwal, SPI akan dibuka secara resmi dengan dilaksanakannya SG yang pertama pada hari Ahad, 7 September 2014, dengan menghadirkan dua orang narasumber yang ahli dalam bidang Sirah Nabawiyah, yaitu Asep Sobari, Lc dan Hilman Rosyad, Lc.

Setelah itu, perkuliahan akan digelar setiap hari Kamis malam di Aula INSISTS.