News Update :

PKS 1

PKS 1

PKS 2

PKS 2

PKS 3

PKS 3

PKS 4

PKS 4

PKS 5

PKS 5

Tampilkan postingan dengan label Uncategori. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Uncategori. Tampilkan semua postingan

Revolusi Mental Jokowi Cuma Jargon Kosong Tanpa Keteladanan



Revolusi mental presiden terpilih Joko Widodo cuma jargon kosong tanpa keteladanan yang diperlihatkan kabinetnya. Jika para menteri yang menjadi pembantunya  mengulang praktik korupsi, revolusi mental tidak pernah terwujud. Sebaiknya, revolusi mental itu diarahkan memperdalam penghayatan nilai-nilai Pancasila.

"Revolusi mental itu membutuhkan keteladanan. Kalau tidak ada keteladanan tidak memiliki arti apa-apa. Mestinya revolusi mental itu diarahkan menghayati nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila," kata Bambang Sulistomo yang berbicara  dalam diskusi terbatas, " Semangat Kebangsaan, Peluang dan Tantangan Dalam Masyarakat ASEAN dan Pasar Terbuka yang diselenggarakan  Ryamizad Institute di Jakarta (Kamis, 11/9) seperti dilansir RMOL.

Dalam diskusi yang dimoderatori Mozes Latuihamalo itu, ikut jadi pembicara aktivis Ismail Arif dan Direktur Eksekutif Ryamizad Achmad Ridha.

Menurut Bambang, presiden terpilih Jokowi dan kandidat presiden Prabowo Subianto sebenarnya memiliki kesamaan yang  dianggap kekiri-kirian.Karena tidak ramah terhadap ekonomi pasar. Dalam pembukaan UUD 1945 sendiri, lanjut Bambang, banyak kontainnya bernuansa sosialis. Hanya saja, menjadi khas Indonesia karena disitu  tercantum nilai Ketuhanan Yang Maha Esa.

"Ini yang membedakan karena menjadi satu-satunya di dunia, dimana nilai sosialis tapi menghayati Ketuhanan. Sangat cocok secara kultural dengan nilai bangsa kita yang relijius," imbuhnya.

Sementara itu, Ismail Arif menambahkan, revolusi sebenarnya adalah mencipta. "Dulu saya pernah mengemukakan potong satu generasi kemudian diprotes dimana-mana. Padahal yang saya maksudkan bukan memotong dalam umur, melainkan kembali pada jiwa luhur bangsa tentang Pancasila sebagaimana generasi terdahulu," terangnya.

Dijelaskannya, kembali pada nilai luhur bangsa merupakan suatu keniscayaan. Dia juga menunjuk, soal ketidak efisien yang merupakan ekses ekonomi liberal yang mesti dihindari. Secara konkrit, bagi bangsa ini yang membutuhkan APBN Rp 2000 triliun tidak perlu susah-susah bisa memperoleh dengan lakukan efisiensi di bidang Migas yang mencapai Rp 1000 triliun lebih dan efisiensi di bidang birokrasi yang mencapai ratusan triliun.

"Intinya mesti kembali pada nilai-nilai kejujuran dan tidak boros," pungkas putra Bung Tomo ini. (pm)

Waspadai Penipuan Berkedok Kader PKS!



Temanku sebut saja bu Ida (bukan nama sebenarnya) beberapa waktu yang lalu, kedatangan seorang lelaki yang sama sekali belum ia kenal, yang mengaku sebagai kader PKS.

Melihat penampilanya yang memang mirip kader PKS, rapi, sopan, berjenggot, tak ketinggalan rompi PKS yang melekat ditubuhnya, Bu Ida percaya bahwa pengakuan lelaki itu benar.

Namun keraguan mulai muncul, manakala lelaki paruh baya tersebut mengatakan bahwa ia akan meminjam uang untuk membayar ongkos perbaikkan motornya, yang saat ini berada dibengkel!

Lelaki itu berujar, bahwa ia sedang dalam perjalanan menuju kantor DPD PKS untuk mengikuti rapat. Tapi tiba tiba motornya mogok dan sekarang sedang diperbaiki dibengkel yang terletak di ujung gang rumah Bu Ida, akunya.

Bu Ida membathin, biasanya kader PKS tidak semudah itu meminta atau meminjam uang pada orang yang belum di kenal. Kalaupun ia sedang "terdampar" disuatu tempat dan membutukan pertolongan, pasti ia akan
menghubungi orang yang dikenalnya.

Meski agak ragu, tapi Bu Ida orangnya nggak tegaan. Maka Ia pun memberikan sejumlah uang yang diminta oleh lelaki tersebut.

Setelah mendapatkan uang, lelaki ini pun berpamitan sambil berkata, bahwa selesai rapat, ia akan datang lagi untuk mengembalikkan uang yang dipinjamnya.

Namun, sampai sore hari dan keesokan harinya, bahkan sampai sekarang, lelaki tersebut tidak pernah menampakkan batang hidungnya. Bu Ida baru menyadari, bahwa ia telah  ditipu mentah-mentah oleh orang yang berpura pura sebagai kader PKS!

Usut punya usut, lelaki itu mendatangi rumah Bu Ida setelah sebelumnya bertanya kepada tetangganya dimana rumah kader PKS?

Tanpa pikir panjang, tetangganya ini langsung menunjuk kearah rumah Bu Ida yang memang seorang kader PKS.

Kenapa untuk mendapatkan uang dengan cara gampang, yang dicari oleh lelaki itu adalah kader PKS? Padahal disepanjang jalan ia bertemu dengan banyak orang. Seolah-olah ia tahu bahwa kader PKS itu orangnya mudah menolong.

Kisah yang hampir sama juga pernah dialami oleh teman-temanku yang lain.

Ada seorang wanita yang mendatangi salah seorang teman ku, sebut saja namanya Bu Neni. Sebelum datang ke rumah Bu Neni, ia terlebih dahulu bertanya kepada orang yang dia temui, dimana rumah guru ngaji?

Setelah bertemu, wanita  yang sama sekali belum dikenal oleh Bu Neni itu, meminta nasehat, tentang bagaimana hukumnya seorang wanita yang sedang dalam masa iddah karena ditinggal mati suaminya, tapi ia harus tetap bekerja untuk mengidupi anaknya yang masih kecil-kecil.  Ia bertanya sambil sesenggukkan.

Mendengar penuturannya, tentu saja Bu Neni nggak tega kalau hanya memberinya nasehat tanpa memberinya uang.

Modus ini berhasil mengelabuhi teman-temanku lainnya, yang juga didatangi oleh wanita tersebut, yang curhat sambil nangis bombay!

Setelah teman-temanku bertemu dan saling bercerita bahwa mereka kedatangan seorang wanita yang sedang kesusahan, mereka baru sadar bahwa wanita tersebut adalah penipu!

Namun, apa lacur! Uang yang jumlahnya lumayan, sudah mereka berikan. Bahkan ada yang merelakan uang SPP anaknya demi membantu wanita itu.

Akhirnya, pemurah dan dermawan itu bagus, tapi kewaspadaan juga tetap harus dijaga, agar uang kita tidak jatuh kepada orang yang salah.

*Pengirim: Sri Komarudin, Bogor

PD: Jokowi Terkenal Gara-gara Esemka, Tambah Lagi Dong!



Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat (PD) Max Sopacua mengaku tidak mau ikut campur dengan keputusan presiden terpilih Joko Widodo yang menolak menggunakan mobil merk marcedes benz untuk jajaran menterinya nanti.

"Kita sudah tidak ikut campur lagi design mobil yang akan digunakan oleh Jokowi-JK berikutnya," kata Max kepada wartawan dikediaman Akbar Tanjung, tadi malam (Rabu, 10/9) seperti dilansir RMOL.

Tapi menurut Max, alasan Jokowi menolak mobil mewah keluaran Jerman itu karena Jokowi ingin mobil yang irit dan tidak mewah. Max pun mengharapkan Jokowi konsisten soal itu. Makanya Max berharap Jokowi harus ingat soal mobil Esemka.

"Jokowi terkenal dulu pas Walikota Solo dengan mobil Esemka-nya. Dia yang gadang-gadang mobil itu kan dulu, ditambah lagi dong, dia terkenal karena Esemka loh, masa hilang dari pembicaraan. Kasihan yang di Solo," beber Anggota DPR ini.

Max menambahkan, kalau mobil Esemka dijadikan produk nasional dan dipergunakan di kabinet nanti, Jokowi akan dinilai konsisten dengan perbuatannya oleh publik dan dianggap luar biasa. Jokowi pun harus bisa mengangkat produk nasional. (pm)

Ngabalin: Sudah Menang, Ngapain Jokowi Pencitraan Lagi?



Wakil Ketua Balitbang DPP Golkar Ali Mochtar Ngabalin menilai, penolakan presiden terpilih Joko Widodo terhadap pembelian mobil Mercy untuk menteri-menterinya hanya sebuah pencitraan.
Menurut dia, belanja negara yang dilakukan pemerintah telah diatur dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Ini kan sudah habis pemilu, habis sosialisasi, sudah ada yang menang, jadi pencitraan itu sudah tidak perlu ada lagi. Kalau Jokowi membatalkan mobil-mobil kementerian yang digunakan menteri, itu artinya masih kerja untuk kepentingan pemcitraan," kata dia, di Jakarta, Rabu (10/9/2014) malam seperti dilansir Tribunnews

Ngabalin mengatakan Jokowi seharusnya berterima kasih pada pemerintahan saat ini yang telah menyiapkan kendaraan dinas baru bagi para menteri-menterinya. Ia mengusulkan agar Jokowi dan jajaran kabinetnya menggunakan mobil Esemka yang dulu pernah menjadi kebanggan Jokowi semasa menjabat sebagai Wali Kota Solo.

"Kalau tidak mau, pakai saja Esemka itu, itu lebih bagus," kata dia. (pm)

Kalau Prabowo Menang, Ahok Pasti Tak Akan Cabut dari Gerindra



Politisi Partai Golkar Ali Mochtar Ngabalin menantang Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok) untuk menunjukkan kejantanannya.

"Kalau Ahok jantan dia juga harus mundur dari jabatan gubernur dong. Itu baru ciptakan sejarah baru di pemerintahan Jakarta," tegas Ngabalin kepada wartawan di kediaman Akbar Tanjung, Jakarta, Rabu malam (10/9)

Menurut Ngabalin, yang merupakan jurubicara Koalisi Merah Putih, Prabowo tak mau menanggapi banyak masalah mundurnya Ahok. Pasalnya itu hanya urusan kecil dan tidak penting. Menurut Ngabalin memang tidak penting mengurus politisi yang tidak menjalankan moral obligation (kewajiban moralnya).

"Ahok itu kan kalau di dalam UU kita adalah pejabat politik yang pakai fasilitas partai. Seharusnya kalau dia mundur di partai ya mundur juga jadi gubernur. Kalau dia mau nyalon lagi ya tunggu tahun selanjutnya dong," kata Ngabalin seperti dilansir RMOL.

Makanya kata Ngabalin, Ahok jelas terlihat sangat pragmatis dan oportunis, serta menyebut Ahok (mantan politisi Golkar) sebagai politisi yang melihat arah angin.

"Soalnya saya yakin kalau Prabowo menang dia pasti tidak akan cabut dari Gerindra. Itu yang sulit dari politisi sekarang," imbuhnya.

"Sekarang apa kata orang-orang betawi dan dunia? Harus malu lah dia sebagai pemimpin yang representasi anak muda," demikian Ngabalin. (pm)

Prabowo Tidak Sakit Hati dengan Pengunduran Diri Ahok



Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto mengatakan Basuki Tjahja Purnama atau Ahok belum pamit kepadanya setelah menyatakan mengundurkan diri sebagai kader partai.

"Belum pamit," ujar Prabowo di sela-sela pertemuan petinggi Koalisi Merah Putih di kediaman Akbar Tandjung di Jakarta Selatan, Rabu malam.

Prabowo mengatakan, dirinya sudah satu tahun tidak bertemu muka dengan Ahok.

Namun demikian dia mengakui tidak sakit hati dengan langkah pengunduran diri Ahok dari Gerindra.

"Masa sakit hati," ujar Prabowo seperti dilansir Antara.

Lebih jauh Prabowo menyatakan dia menolak kalau partainya disebut-sebut mengabaikan aspirasi Ahok yang menolak wacana pemilihan kepala daerah dilakukan DPRD dalam RUU Pilkada.

Prabowo mengatakan Gerindra justru merupakan partai yang sejak awal mendukung Ahok dalam bursa pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.

"Gerindra itu yang mengusung Ahok, saudara-saudara," ujar Prabowo.

Prabowo sempat terlihat meninggalkan kediaman Akbar lebih awal dibandingkan yang lain, yakni pada sekitar pukul 20.45 WIB dan kembali pukul 21.55 WIB.

"(Saya) lupa pamit," seloroh Prabowo kepada wartawan.(pm)

Gotong Royong Mas Gagah di Layar Lebar, Anda Bisa Bantu Sekarang!



September 1993 adalah bulan pertama Ketika Mas Gagah Pergi (KMGP) terbit sebagai cerita pendek di Majalah Annida dan kini telah 21 tahun usia Mas Gagah. Buku yang habis 10.000 eksemplar sebelum dicetak sebagai buku dan diterbitkan pertamakali oleh Penerbit Annida Pustaka, 1997 kini telah melewati lebih dari 25 kali cetak ulang.

Banyak sekali orang yang selalu membincangkan dan berharap cerita ini difilmkan. Saya bertemu para pembaca di dunia nyata dan maya yang berkata betapa cerita ini mampu mengubah mereka ke arah lebih baik. Bahkan banyak yang bilang KMGP menjadi jalan mereka menuju hidayah, banyak yang memutuskan memakai jilbab usai membaca KMGP atau berusaha menjadi pribadi yang lebih baik serta peduli pada sekitar. “Aku baca berkali-kali dan selalu menangis, Mbak. Andaikan semua anak muda muslim membaca buku ini,” kata Diana, mahasiswi UI. Habiburrahman ElShirazy bahkan mengatakan bahwa seharusnya KMGP menjadi salah satu bahan bacaan pembentuk karakter yang didistribusikan Depdikbud ke sekolah-sekolah. Yo Nonaka, sosiolog dari Jepang menyatakan diantara hasil penelitiannya, ia menemukan bahwa sebagian besar mereka yang memutuskan mengenakan hijab di tahun 1990-an, 2000-an hingga setelahnya, dan kemudian bergerak menjadi aktivis rohani Islam di sekolah dan kampus-kampus, ternyata pernah membaca KMGP dan menganggap buku ini turut mempengaruhi mereka untuk lebih mengenal dan dekat pada Islam.

Sejak 2004 sudah ada beberapa PH yang “melamar” cerita ini. Ada PH yang prosesnya sudah berjalan kemana-mana sampai mengeluarkan soundtrack lebih dahulu, lalu tak jadi karena satu dan lain hal. Ada PH yang sudah bayar cerita ini. Penulisan skenario sudah dilakukan hingga draft 12. Namun meski sudah casting melibatkan lebih dari 1000 peserta dengan juri para aktor dan aktris kawakan–film ini urung diproduksi karena terdapat ketidaksepakatan antara saya dan PH tersebut menyangkut hal yang prinsipil menurut masing-masing pihak. Alhamdulillah kontrak berakhir dan kembali pada saya secara baik-baik. PH yang lain hampir tandatangan kontrak, namun mengambang, membiarkan saya menunggu. Katanya mereka belum punya investor. Artinya, mereka tertarik tapi KMGP tidak menjadi prioritas. Saya pun menarik kembali cerita ini dari meja mereka.

Selama 10 tahun saya telah turut memberi harapan pada pembaca bahwa suatu hari nanti mereka akan melihat Mas Gagah dan Gita yang sosoknya telah mereka akrabi sejak lama, sebagaimana dalam buku. Nyatanya? Hingga kini belum terwujud. Padahal saya yakin KMGP ini film yang sangat potensial “meledak” karena banyak pembacanya yang memiliki kaitan emosional dengan cerita tersebut.

Jadi mengapa KMGP belum juga difilmkan, sekali lagi bukan karena tak ada PH yang mau, tapi karena sebagai pemilik cerita, sebagai penulis, saya harus mempertahankan hal-hal prinsipil, yang merupakan ruh, spirit dalam KMGP. Intinya bikin film bermutu untuk anak-anak muda, dengan tetap menjaga idealisme itu sungguh tak mudah; sebuah jalan yang teramat terjal dan kerap bertabrakan dengan keinginan pemilik modal pada umumnya.

Dan kini apa yang harus saya lakukan? Diam dan menunggu “lamaran” lagi? Menunggu PH yang tepat dan mendukung idealisme dalam buku ini datang? Kapan? Atau bilakah tiba masanya para tokoh muslim dengan harta berlimpah, mau memberi modal bagi terlaksananya film ini?

Kemarin, 1 September 2014, secara mendadak saya bertemu beberapa kawan. Kami sepakat untuk ikhtiar membuat film ini dengan crowd funding. Crowd funding adalah pendanaan secara gotong royong untuk mewujudkan gagasan yang sama-sama disepakati. Cara ini makin populer digunakan di berbagai belahan dunia, untuk mewujudkan karya-karya yang dalam cara pandang konvensional dianggap tidak komersial. Belakangan terbukti banyak produk/ layanan yang dibiayai secara gotong royong (crowd funding) justru berhasil secara komersial, sehingga makin banyak investor yang melihat jumlah dukungan sebagai indikator potensi keberhasilan komersial.

Begitu ide crowd funding ini tercetus, kami langsung bergerak. Saya dibantu banyak teman Forum Lingkar Pena, para “Sahabat Mas Gagah”, relawan-relawan KMGP yang rela bergerak dengan 0 rupiah. Mereka berasal dari berbagai latar belakang dan wilayah, namun memiliki cita-cita sama dan semangat untuk mendukung dengan nyata.

Kami sepakat membuka rekening untuk film KMGP. Masyarakat yang menginginkan film ini terwujud bisa turut menyumbang berapapun besarnya (nomor rekening di akhir tulisan ini–red). Kita akan jalan dengan dukungan kawan-kawan yang mengerti bagaimana membuat film yang bagus dan laris, insya Allah.

Di samping rekening yang sudah dibuka mulai 9 September 2014, kami berencana MULAI 25 SEPT– 3 OKT melakukan penggalangan dana SERENTAK melalui rekening Forum Lingkar Pena. Insya Allah dana akan dikelola transparan dan diaudit. Kita butuh sedikitnya 100.000 orang serentak menyumbang via rekening itu dalam waktu seminggu. Jumlah uang yang terkumpul urusan belakangan. Yang penting jumlah orang yang mengirim uang ke rekening tersebut. Berapa saja jumlah uangnya. Seribu, lima ribu, dua puluh atau 50 ribu, 100 ribu, atau berapapun. Tapi 100 ribu orang yang terlibat di minggu pertama akan membuat KMGP dilirik oleh investor. Jadi itu ya sebabnya mengapa kita tekankan penggalangan dana dalam seminggu, meski sebelum dan setelahnya rekening tetap kita buka.

Dan bila ini berhasil, saya optimis kita akan bisa wujudkan film KMGP dengan spirit yang sama dengan buku-nya, insya Allah. Bukan itu saja, saya yakin jalan ini bisa menjadi alternatif bagi karya-karya bermutu lain untuk muncul ke permukaan tanpa harus tergantung pada penguasa atau pemilik modal tertentu.

Di samping itu kami sepakat bahwa seluruh keuntungan film ini (bila nanti berjalan dan mendapat banyak untung) disumbangkan untuk dua kepentingan. Yang pertama, bagi kegiatan literasi untuk kaum muda di negeri ini melalui FLP. Dan yang kedua, disumbangkan bagi gerakan kemerdekaan Palestina yang dipelopori para pemuda Gaza melalui sebuah lembaga yang akan kita tunjuk.

Maka saya mengundang kawan-kawan saya DARI BERBAGAI KALANGAN DAN WILAYAH untuk mengambil peran mewujudkan film ini. Ya, di tengah krisis cinta dan kepedulian pada sesama, KMGP akan jadi alternatif tontonan yg membangun karakter pemuda Indonesia, insya Allah.

Terimakasih para “Sahabat Mas Gagah”, hanya Allah yang mampu membalas ketulusan dan kemurahan hati Anda :’)

Bismillah…
bismillah…
Bismillah…

Tak ada yang tak mungkin bagiNya dan bagi kita yang percaya…:’)

Wassalam,
Helvy Tiana Rosa

INFORMASI MENGENAI DONASI:
Dana bisa disalurkan ke:
1. BSM Cabang Dewi Sartika 7033101858 atas nama Lembaga Forum Lingkar Pena
2. Bank Mandiri Cabang Margo City Depok 1570087778883 atas nama Lembaga Forum Lingkar Pena
3. BNI Syariah cab Margonda 0259296140 atas nama Yayasan Lingkar Pena
Konfirmasi donasi via sms ke 085691746094
Format korfirmasi:
Nama Pendonasi_JumlahDonasi_RekeningDonasiYg di tuju
Contoh: Ramadhan F_Rp 1.000.000,-_BSM
Pelaporan donasi akan dilakukan di web resmi http://www.masgagah.com
(pm)

*http://sastrahelvy.com/2014/09/09/anda-bisa-bantu-wujudkan-film-kmgp/

Caleg Gagal PDIP Ini Serang Menteri Agama Terkait Penolakan Nikah Beda Agama



Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tidak setuju dengan larangan nikah beda agama.

Politisi PDIP Zuhairi Misrawi menyatakan, penolakan Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin tentang pernikahan beda agama menunjukkan ideologi partainya.

“Komentar Menag soal nikah beda agama mulai memperlihatkan ideologi partainya,” tegas Zuhairi di akun Twitter @zuhairimisrawi.

Menurut Zuhairi (caleg PDIP yang gagal lolos ke Senayan ini), jika negara tidak mengakui pernikahan beda agama, sebenarnya negara sedang mengabaikan takdir cinta dua insan yang beda keyakinan.

Menanggapi hal itu, Lukman Hakim Saifuddin menyatakan apabila pernikahan beda agama dilegalkan, akan ada persoalan lanjutan yang ditimbulkannya yaitu landasan religius sebuah agama. Menurut Lukman, setiap agama menganggap pandangan ajarannya adalah yang paling benar sehingga sulit menyatukan pandangan antar agama.

“Agama menduduki posisi vital dan strategis dalam menata kehidupan bersama termasuk kehidupan pernikahan. Itulah bedanya Indonesia dengan negara lain, kita memang bukan negara Islam tetapi juga bukan negara sekuler yang harus memisahkan relasi negara dengan nilai-nilai agama,” kata Lukman, seperti dikutip tribunnews.

(tribunnews/petikan/adm)

Hijabers in Love; Ketika Virus Merah Jambu Menyapamu!



Salah satu hal yang menyerang remaja adalah virus merah jambu. Hal ini yang juga dialami oleh Annisa (Andania Suri) di film Hijabers in Love (HIL), gadis 15 tahun yang ceria, agak tomboy, terbuka dan tukang kepo (makanya dijuluki Miss Kepo). Memasuki masa awalnya bersekolah di SMA Tunas Bangsa, ia berkenalan dan akhirnya bersahabat dengan Jelita (Vebby Palwinta), gadis 15 tahun yang berjilbab, ayu namun pemalu, pendiam, juga gape main gitar.

Memasuki masa awal sekolah, ketika dilakukan presentasi sejumlah ekskul, perhatian Annisa tertumpah hatinya pada sosok Ananda (Shawn Adrian Khulafa), aktivis dakwah Rohis, yang tinggi, kurus, berkulit putih, tenang dan ganteng namun tak mengenal konsep pacaran, juga jago main biola. Sementara Jelita tertarik dengan aktifitas Rohis dan segera bergabung.

Annisa pun terserang VMJ. Ia jatuh cinta pada pandangan pertama pada Ananda. Annisa pun memutuskan berjilbab hanya agar Ananda memperhatikan dirinya. Namun rupanya Ananda lebih memperhatikan Jelita yang berjilbab lebih dulu. Annisa kecewa. Ia pun diam-diaman dengan Jelita. Annisa berniat melepas jilbabnya.

"Kamu bertanya pada orang yang salah. Mama tidak berjilbab kok ditanya tentang jilbab." kata Mama Annisa yang diperankan oleh Keke Harun.

Lalu Mama Annisa melanjutkan, "Kamu berjilbab karena orang dan kamu melepas karena orang. Kalau seperti itu Mama tidak setuju."

Film bertema remaja yang Islami belakangan ini memang agak berkurang. Kehadiran film HIL mengisi kekosongan tersebut. Penonton remaja punya semacam 'handbook' bagaimana caranya mengatasi ketika diri terserang virus merah jambu dan HIL memberi sedikit solusi, salah satunya seperti yang dilakukan oleh Jelita: menulis puisi!

Film yang disutradarai Ario Rubbik ini cukup mengaduk-aduk emosi penonton dalam adegan konflik batin dari dalam diri Annisa dan konflik antara Annisa dan Jelita yang nyaris retak hanya gara-gara cowok. Penonton juga bakal dibuat geram di karakter Ananda yang kurang tegas bin lembek sebagai pengurus rohis. Di tengah ketegangan, penonton dibuat segar dengan kehadiran Tubagus Dedi Suwandi Gumelar atau Miing sebagai ayah Annisa, akting yang lumayan dari desainer hijab, Jenahara, juga kehadiran Ridwan Kamil sebagai sopir bus wisata meski hanya cameo.

Penonton dimanjakan oleh pemandangan Kota Bandung terkini yang bikin segar mata, seolah menyiratkan keberhasilan Ridwan Kamil sebagai Walikota Terbaik. Di luar menyampaikan pesan "begini cara mengatasi hubungan laki-laki dan perempuan dalam Islam", film HIL seperti mencanangkan Bandung sebagai Kota Trendsetter Hijab Dunia, meski pada kenyataannya sudah didepani oleh Turki. Toh tak ada kata terlambat untuk menyusul.

Dalam film ini sayangnya tak ada ditemukan suara Alqur'an, lagu-lagu nasyid atau yang sedang membaca Alquran, hal-hal yang melekat erat di tubuh rohis. Namun pada akhirnya, HIL memang layak ditonton, tak hanya remaja, namun juga orang tua yang punya anak remaja dan mantan remaja yang masih suka pacaran.


Muhammad Sholich Mubarok
STIU Al-Hikmah Jakarta
@paramuda.

Pernikahan Beda Agama Melanggar Konstitusi



Pengajuan Uji Materil (Judicial Review) di Mahkamah Konstitusi terhadap Pasal 2 ayat (1) UU  No. 1 tahun 1974 tentang Perkawinan menimbulkan polemik ditengah-tengah masyarakat; Apabila dikaji berdasarkan sejarah pembentukan hukum di Indonesia, setidaknya hukum dibentuk berdasarkan pertimbangan keadilan (gerechtigkeit) disamping kepastian hukum (rechtssicherheit) dan kemanfaatan (zweckmassigkeit).

Indonesia yang notabene sangat heterogen dan multikultural dalam membentuk formulasi hukum positif agak berbeda dengan negara-negara lain yang cenderung lebih homogen. Tentu ada penggalian yang mendalam berdasarkan aspek historis dan filosofis oleh para pendiri bangsa ini agar terwujud keadilan yang nyata bagi seluruh golongan, suku, ras, agama yang ada di Indonesia. Pun demikian halnya dengan pembentukan undang-undang perkawinan yang beberapa pasalnya saat ini mengalami uji materil, yakni Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang tentang Perkawinan yang menyatakan "Perkawinan adalah sah apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agama dan kepercayaannya itu".

Ryan Muthiara Wasti, Direktur Pusat Advokasi Hukum dan Hak Asasi Manusi (PAHAM) Jakarta mengatakan Pasal 2 ayat (1) UU Perkawinan ini merupakan wujud kompromi sekaligus penghormatan terhadap nilai-nilai agama-agama yang diakui di Indonesia. Negara dalam pasal ini berlaku arif dengan tidak melakukan intervensi dan menyerahkannya pada hukum agama masing-masing individu yang bersangkutan. Maka, tidak dapat dikatakan bahwa UU Perkawinan hanya mengakomodir kepentingan masyarakat mayoritas yaitu umat Islam, tetapi sudah melihat secara keseluruhan dari agama dan keyakinan yang ada di Indonesia pada masa itu.

Disamping itu Ryan yang juga Staf Pengajar di salah satu Fakultas Hukum ini menegaskan keberadaan agama tidak dapat dipisahkan dari kehidupan berbangsa karena merupakan sebuah keniscayaan dari berdirinya sebuah negara yang berlandaskan pada sebuah ideologi yaitu Pancasila dimana Sila pertama menyebutkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Artinya pada pendiri negara meyakini bahwa Indonesia tidak akan terlepas dari sebuah pemahaman dasar atas religiusitas.

Oleh karena itu, legalisasi nikah beda agama adalah suatu hal yang tidak sesuai dan bertentangan dengan nilai-nilai dasar kehidupan masyarakat Indonesia. Legalisasi Pernikahan beda Agama adalah sesat pikir yang dapat mengaburkan makna dari pada nilai-nilai yang termaktub di dalam Pancasila sebagai Dasar Negara tegas Ryan. (NN)

Lecehkan Lafadz Tauhid, Artis Mesir Langsung Kena Adzab



Seorang artis merangkap aktivis feminis Mesir Aliaa Magda Elmahdy yang beberapa waktu lalu melecehkan Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan Rasulullah Shalallahu 'Alaihi Wasallam dengan mengalirkan darah menstruasi diatas bendera berlafadzkan Tauhid, kini dilaporkan pada Jum'at (5/9) bahwa dirinya mengalami musibah dan berada dalam kondisi mengenaskan.

Media-media telah mencatat reputasi buruk artis tersebut yang gemar berfoto telanjang untuk memprotes apa yang secara subyektif disebutnya sebagai "konservatisme hukum Syariah" di negara-negara Islam.

Kini kesombongan dirinya tidak dapat lagi diperlihatkan karena perbuatan biadabnya telah dibayar kontan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala di dunia. Alangkah ruginya jika dirinya belum sempat bertaubat. (sumber: Al-Hisbah.com)

Hijabers in Love, Awalnya Dicaci Lantas Dipuji



Tren berhijab kini memang sedang booming di kalangan perempuan muslim hampir di seluruh kalangan. Karenanya film “Hijabers in Love” pun punya kisah unik dalam perjalanannya sebelum ditonton sebagai sebuah karya di bioskop. Semuanya berawal ketika produser Ichwan Persada ingin sekali memproduksi film remaja yang keren. Dan karena tak ingin mengulang cerita serupa, ia mencoba menggali sisi lain dari remaja.

Sosok hijabers lantas menjadi perhatian utamanya. Idenya lantas didukung oleh sahabatnya sendiri, Firman Baso, yang lantas bertindak sebagai produser eksekutif. “Kan menarik ya melihat seorang remaja yang baru pertama kali berhijab dan baru pertama kali jatuh cinta pula. Dan makin kompleks ketika cowok yang ditaksirnya tidak menganut konsep pacaran, “ jelas Ichwan tersenyum.

Sebelum melakukan pengambilan gambar, kisah ini ditaksir oleh Gramedia Pustaka Utama. Salah satu penerbit terbesar di negeri ini itu tertarik untuk mengadaptasi skenario menjadi novel. “Rasanya mubazir aja kalo kami menolak tawaran ini. Karena akan sama-sama saling menguntungkan. “Hijabers in Love akan dilihat pertama kali oleh masyarakat sebagai novel, “ tambah Firman.

Ketika novelnya beredar, mulailah kontroversi bermunculan. Berawal dari cover novel yang dianggap provokatif hingga sinopsis yang sekilas seperti menjurus. Hijabers in Love pun dituding akan membuat malu kaum hijabers. “Agak kaget juga dengan komentar seperti itu. Terlebih karena mereka belum membaca novelnya. Tapi kami yakin niat kami baik kok, “ lanjut Ichwan.

Dan semuanya berangsur-angsur berubah 180 derajat. Yang awalnya mencaci, lantas berbalik memuji. Kesan itu didapatkan setelah menonton pemutaran perdana Hijabers in Love di Rasuna Epicentrum XXI, Jumat 29 Agustus lalu.

Banyak yang tak menyangka jika pesan moral dan unsur dakwah bisa digarap sedemikian halusnya. Ida Royani, ibu dari Jenahara (ikon hijabers) yang berperan sebagai ibu Mila, melihat bahwa film ini punya pesan positif. “Saya didatangi Tante Ida Royani dan bilang langsung ke saya bahwa filmnya bagus. Dakwahnya dapet banget. Saya senang sekali dapat komentar seperti itu dari seorang aktris senior sekelas beliau, “ kata pria jebolan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Makassar itu.

Film ini akan ditayangkan di bioskop pada 4 September nanti.[dm/jpnn]

DIJUAL CEPAT, PESAWAT KEPRESIDENAN REPUBLIK INDONESIA




DIJUAL CEPAT, PESAWAT KEPRESIDENAN REPUBLIK INDONESIA

Kondisi masih baru, gress, baru beberapa kali terbang, belum ada setahun. Datang di Indonesia bulan April 2014.

Jenis: Boeing Bussiness Jet 2 Green Aircraft (BBJ2)

Buatan: Boeing (partnership with GE)

Harga pembelian: US$91,2 M

Mesin: 2 x CFM56-7B27 turbofan engines developed by CFM International
BBJ2 is based on the 737–800

Cocok untuk keperluan pesawat pribadi yg mengangkut banyak mitra bisnis maupun keluarga. Cocok pula utk membawa keluarga liburan mengunjungi belahan dunia yg lain. Penawaran terbatas, segera hubungi pihak yg terkait.
__________________________

Foto dan teks adalah copas dari komentar seorang teman di Facebook

(JONRU)

Jokowi Belum Melayat Prof Suhardi



Prof. Dr. Ir. Suhardi, S.S, M.Sc., yang wafat akibat penyakit kanker paru-paru stadium 4 di RSPP, Jakarta Selatan, Kamis malam (28/8) diketahui merupakan salah satu dosen Joko Widodo di Fakultas Kehutanan UGM (Universitas Gajah Mada) Yogyakarta.

Selain pernah menjadi dosen Joko Widodo, Prof Suhardi yang juga Ketua Umum Gerindra ini diketahui merupakan salah satu tokoh yang telah ikut memperjuangkan pencalonan Jokowi saat menjadi Cagub DKI Jakarta pada 2012 lalu.

Namun, wafatnya almarhum Suhardi nampaknya tidak membuat Joko Widodo berduka. Joko Widodo juga tidak pergi melayat dan menemui dosennya itu untuk yang terakhir kali.

Joko Widodo bukan hanya tak terlihat di kediaman almarhum Suhardi maupun di kantor DPP Gerindra, tempat almarhum disemayamkan, namun hingga kini Gubernur DKI Jakarta itu diketahui tak juga mengucapkan bela sungkawa.

Hingga jenazah almarhum diberangkatkan ke bandara Halim Perdanakusumah dan diterbangkan ke Yogyakarta dengan pesawat carteran, Joko Widodo belum nampak batang hidungnya. Demikian diberitakan spektanews.com.

Innalillahi.. Telah Wafat Ketua Umum Gerindra Prof. Suhardi




Kabar duka datang dari Partai Gerindra. Ketua umum Partai Gerindra Prof Suhardi wafat di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta.

"Innalillahi wainnailaihi raji’un telah wafat Ketua umum kami Prof. Suhardi pada pukul 21.40 WIB di RSPP Jakarta." Demikian pengumuman dari akun twitter resmi Partai Gerindra (@Gerindra), malam ini, Kamis (28 Agustus 2014).

Menurut informasi dari Sekjen PPP Romahurmiziy yang berada di RSPP, almarhum Prof Suhardi akan dimakamkan besok di Yogyakarta.

"Rencana besok akan dibawa ke Yogyakarta dan dimakamankan di UGM," ujar Romy.

Prof. Dr. Ir. Suhardi, S.S., M.Sc. (lahir di Klaten, Indonesia, 13 Agustus 1952; umur 62 tahun) adalah seorang intelektual, akademisi, politikus dan praktisi kehutanan Indonesia. Ia mendapatkan gelar master dan doktor di bidang fisiologi pohon dari University of the Philippines Los Baños (UPLB).

Sebelum berkecimpung kedalam dunia politik, beliau merupakan Guru Besar dari Universitas Gadjah Mada (UGM), dan pernah menjadi dekan di Universitas yang sama. Serta juga pernah menjabat sebagai Direktur Jendral Rehabilitasi Lahan dan Perhutanan Sosial Departemen Kehutanan dan Perkebunan (kini Kementerian Kehutanan).

Allahummaghfirlahu warhamhu wa'afihi wa'fuanhu....
Semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosa beliau, merahmati beliau, memaafkan kesalahan-kesalahan beliau.... menerima amal-amal kebaikan beliau... mendapat husnul khotimah... Amin Ya Rabbal Alamin.

Saudi Wajibkan Pilot Doa Sebelum Terbang, Malaysia Didesak Izinkan Pramugari Berhijab



On Islam
Malaysia United Malays National Organization (UMNO) melalui anggotanya menyerukan diperbolehkannya pramugari Malaysia Airlines (MAS) mengenakan hijab. Seperti dilansir Dream.co.id, mereka juga mendesak pelarangan minuman beralkohol di maskapai pelat merah Negeri Jiran itu. Seruan dan desakan ini mendapat dukungan dari pejabat negara dan manajer MAS.

"Kami menyarankan manajemen Malaysia Airlines memperbolehkan pramugari mengenakan hijab dan seragam yang menutup aurat," kata UMNO Youth exco Dazma Shah Daud, kepada Malay Mail Online, Selasa 26 Agustus.

Daud mengutip beberapa maskapai di negara-negara Muslim seperti Brunei Darussalam, Arab Saudi dan Iran yang mewajibkan pramugari untuk memakai hijab. "Kita tidak perlu takut bisnis terpengaruh karena kita harus yakin dengan kehendak Tuhan," kata Daud.

Daud mengatakan, dia salah kutip ketika media memberitakan memakai hijab adalah wajib bagi pramugari muslim. "Yang saya maksud adalah bahwa mereka yang ingin memakai hijab harus tetap bisa melakukannya. Karena ada kasus di mana pramugari Muslim di MAS yang memakai hijab di luar, harus melepas hijab mereka saat bekerja," katanya dikutip oleh The Star Online.

Seiring dengan seruan diperbolehkannya hijab, ketua biro UMNO Youth bidang agama Azmir Yuzaimi Mohd Yunos mendesak MAS dan maskapai penerbangan lain untuk berhenti melayani minuman beralkohol di atas pesawat. Yunos juga mendesak MAS untuk membaca doa setiap sebelum penerbangan.

"Saudi Airlines misalnya, mewajibkan pilot mereka untuk memimpin doa (bagi umat Islam) sebelum terbang. Mengapa kita tidak bisa menyerahkan kepada Allah dalam setiap penerbangan? Sebagai seorang Muslim, kita perlu untuk meminta perlindungan dari-Nya," kata Yunos.

Malaysia memiliki jumlah penduduk hampir 26 juta, yang 60 persen di antaranya adalah Melayu Muslim. Seruan UMNO didukung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Khairy Jamaluddin. Dia mengatakan bahwa MAS harus memberikan pramugari "pilihan untuk memakai hijab".

"Mereka yang ingin menutupi aurat mereka harus mampu melakukannya," kata Jamaluddin, yang juga kepala UMNO Youth. Di sisi lain, sekretaris eksekutif Serikat Pekerja MAS (Maseu) Mohd Jabbarullah Abd Kadir mendukung tuntutan UMNO tentang pelarangan minuman beralkohol selama penerbangan.

"Kami sudah membicarakan hal ini ke manajemen puncak MAS sebelumnya. Ini bukan hal baru, tetapi jika ada orang yang mengusulkan ini, Maseu akan mendukungnya," kata Abd Kadir.

Seruan UMNO ini menyusul dua kecelakaan fatal penerbangan Malaysia di mana puluhan orang tewas, sementara yang lain masih hilang. Bulan lalu, sebanyak 298 penumpang penerbangan MAS MH17 dari Amsterdam-Kuala Lumpur tewas, termasuk 193 warga Belanda. Barat menuduh separatis yang didukung Rusia menembak jatuh pesawat tersebut, sementara Moskow menyalahkan Ukraina.

Tiga bulan sebelumnya, penerbangan MH370 yang membawa 227 penumpang, termasuk dua bayi, dan 12 crew, hilang dalam perjalanan dari Kuala Lumpur ke Beijing sekitar satu jam setelah lepas landas dari Bandara Internasional KL. (pm)

Pemimpin Kartu(n)



Sedari awal kehadirannya di panggung satu untuk menuju istana, laki-laki tirus itu selalu menawarkan kartu. Berkali-kali sebutkan tentang kartu untuk mengolah manajemen birokrasi dengan implementasi e-government, e-auditing, e-procurement, dan sistem-sistem online untuk mempermudah jalannya pemerintahan dan pelayanan terhadap masyarakat.

Mau kasus ini segera selesai?

"Pakai kartu ini!" lalu dikeluarkan kartu dari dalam saku.

Mau menang dalam pemilu?

"Pakai kartu ini!" lalu sama, dikeluarkan kartu berbeda dari kantong yang sama.

Solusi pengguna BBM bersubsidi?

"Pakai kartu ini!" keluarlah nanti, e-BBM.

Kartu Sehat, Kartu Pintar, lalu Kartu BBM?

Lahirlah generasi solusi e-: e-government, e-auditing, e-procurement, e-BBM..dan mungkin ujungnya e-GP (Emang Gue Pikirin a.k.a "Itu bukan urusan saya" see?)

Seorang pemimpin ini bak cerita dalam kartun. Jatuh bangun, bopeng ditendang, dimartil, masuk got, semua bisa diperbaiki dengan sebuah kantong ajaib bernama kartu.

Ssstt..itu hanya ada di Negeri Kartun, semua bisa berlaku dan digerakkan sedemikian rupa. Ada dubber, ada programmer, ada script writer dan lain sebangsanya.

Semua kartu akan dikeluarkan tanpa perlu menunggu rengekan bocah manja seperti Nobita dan pada akhirnya akan keluar 'kartu merah', lalu menunggu 'kartu mati'.

Begitulah.

*By: @Paramuda

Dikabarkan Meninggal, Alhamdulillah Ketum Gerindra Prof Suhardi Sudah Membaik




Alhamdulillah ..Alhamdulillah...Alhuakbar, setelah masuk dalam kondisi krisis yg luar biasa, dan bahkan sudah beredar BBM dan SMS, bahwa Ketum Gerindra, Prof Suhardi telah wafat, tadi pukul 23.55 (26/8/2014) setelah selangnya dicabut, ternyata Prof Hardi justru terus bernafas, dan membaik, sehingga dokter yg tadinya sudah angkat tangan, akhirnya menyatakan bahwa Prof Suhardi keluar dari kondisi kritis. Terimaksih ya Rab, semoga Profesor yg baik hati dan rendah hati ini, akan Engkau berikan mukzijat atas kesembuhannya.

Seperti diketahui, sejak sore tadi Prof Suhardi masuk dalam fase yg sangat kritis, Pak PS sempat menengok sekitar pukul 7 tadi sore. Usai ditengok pak PS, kemudian rame beredar kabar Prof Suharadi sudah wafat, ini lantaran dokter memang menyatakan, bahwa secara medis Prof Hardi telah wafat, dan bila masih ada nafas karena dibantu alat-alat. Namun karena puterinya masih terbang dari S'pore, sehingga puterinya minta alat-alat yg dipasang pada ayahnya tidak dicabut, sebelum ia tiba.

Tadi pukul 23.35 , puterinya dan seluruh keluarga Prof Suhardi sudah berkumpul, dan akhirnya alat-alat yg membantu pernafasan Prof dicabut, namun luar biasa setelah melewati 10 menit, Prof masih terus bernafas, dan kondisinya dinyatakan keluar dari masa kritis....ayo kita doakan tokoh yg rendah hati dan selalu ramah dng siapa saja ini semoga mendapat Mukjizat untuk kesembuhan atas sakit kanker paru-paru yg di deritanya.

Saya bukan orang Gerindra, tapi saya dekat dengan beliau karena beliau dosen pembimbing saya...beliau menjadi Profesor saat usinya belum 30 tahun, saat itu beliau menjadi Prof termuda di Indonesia.

(dari status fb Nanik Sudaryanti)


Syafahullah syifaan 'ajila.... Smeoga Allah memberi kesembuhan....

SARJANA SERDADU JOKOWI




Sabtu, 26 Februari 2005, menjadi salah satu hari bersejarah dalam dunia kesarjanaan di Indonesia. Ada 36 sarjana memajang namanya dalam sebuah iklan satu halaman penuh di Harian Kompas yang dipasang oleh Freedom Institute. Isinya? Dukungan kepada pemerintah untuk segera menaikkan harga BBM.

Dalam iklan yang berjudul "Mengapa Kami Mendukung Pengurangan Subsidi BBM?" itu, di bagian akhir narasi ditulis: "Kita harus berani memilih: bersembunyi di balik kekeliruan masa lalu, atau menghadapi persoalan sekarang untuk menyiapkan masa depan bersama yang lebih baik." Sangat meyakinkan. Bahkan, jika membaca bahasa keseluruhan iklan itu, malah terkesan jumawa.

Itulah kali pertama dalam dunia kesarjanaan kita para sarjana mengemukakan pendapatnya melalui sebuah iklan. Sekali lagi: MELALUI SEBUAH IKLAN!

Tiga puluh enam orang yang namanya tercantum sebagai pendukung iklan itu adalah: Agus Sudibyo, Andi Mallarangeng, Anggito Abimanyu, Anton Gunawan, Ayu Utami, Bimo Nugroho, Dana Iswara, Dino Patti Djalal, Dodi Ambardi, Fikri Jufrie, Franz Magnis Suseno, Goenawan Mohamad, Hadi Soesastro, Hamid Basyaib, Ichsan Loulembah, Jeannete Sudjunadi, Jeffrie Geovanie, Lin Che Wei, Luthfi Assyaukanie, Mohamad Iksan, Mohamad Sadli, M. Chatib Basri, M.S. Hidayat, Nirwan Dewanto, Nong Darol Mahmada, Nono Anwar Makarim, Raden Pardede, Rahman Tolleng, Rizal Mallarangeng, Rustam F. Mandayun, Saiful Mujani, Sofjan Wanandi, Sugiarto Chandra, Thee Kian Wie, Todung Mulya Lubis, dan Ulil Abshar Abdalla.

Dan iklan dukungan itu terbukti efektif. Per 1 Maret 2005, ketika pemerintahan SBY-Kalla baru berusia empat bulan, mereka menaikan harga premium sebesar 32 persen, dan solar dinaikan sebesar 27 persen. Masih pada tahun yang sama, ketika usia pemerintahan persis menjelang satu tahun, Oktober 2005, harga BBM dinaikan kembali dengan kisaran rata-rata 125 persen.

Tentu saja, iklan dukungan itu sebenarnya tidak benar-benar merupakan desakan kepada pemerintah, karena mereka yang memasang iklan itu pasti tahu bahwa pemerintah memang akan segera menaikan harga BBM. Iklan itu lebih merupakan pemberian legitimasi atas kebijakan yang akan segera diambil oleh pemerintahan baru SBY-Kalla waktu itu. karena didukung oleh para sarjana terkemuka, legitimasi iklan itu kemudian seolah bernilai akademis.

Sebelumnya, kita tahu, setelah ditetapkan sebagai pemenang Pilpres pada awal Oktober 2004, tim sukses SBY-Kalla sudah bergerilya melobi pemerintahan Megawati untuk segera menaikan harga BBM. Tujuannya apa lagi selain untuk menghindarkan pemerintah baru menaikan harga BBM di masa awal pemerintahannya. Namun Mega, yang dalam dua tahun pemerintahannya telah berkali-kali menaikan harga BBM, tak memenuhi permintaan itu. Dan itu telah membuat SBY-Kalla uring-uringan waktu itu.

Pemerintahan baru SBY-Kalla memang menghadapi tantangan yang tak mudah waktu itu. Selain resistensi dari masyarakat, pemerintah juga menghadapi problem hukum. Pada 15 Desember 2004, Mahkamah Konstitusi (MK) telah mengeluarkan putusan bahwa Undang-undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, terutama poin yang menyatakan bahwa “Harga Bahan Bakar Minyak dan Harga Gas Bumi diserahkan pada mekanisme persaingan usaha yang sehat dan wajar” ditetapkan oleh MK sebagai bertentangan dengan Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945.

Itulah konteks kenapa pemerintahan SBY-Kalla membutuhkan “legitimasi akademis” dari 36 sarjana terkemuka itu.

Apa yang terjadi sepuluh tahun lalu itu, dalam porsi yang terbatas, kini sedang berulang. Jokowi-Kalla bersama tim suksesnya, yang telah ditetapkan sebagai pemenang Pilpres 2014, sedang berusaha melobi pemerintahan SBY-Boediono untuk menaikan harga BBM sebelum presiden dan wakil presiden baru dilantik. Tujuannya apa lagi kalau bukan agar pemerintahan baru terhindar dari menaikan harga BBM di awal pemerintahannya.

Menyaksikan drama berulang ini, ada satu kesimpulan yang tegas: tenggelam dalam isu subsidi dan harga BBM di detik-detik awal pemerintahannya, menunjukkan bahwa pasangan Jokowi-Kalla sebenarnya tak memiliki konsep dan pola pikir yang berbeda dengan pemerintahan-pemerintahan yang sebelumnya. Sulit membayangkan ada terobosan radikal, jika sejak awal mereka sudah tenggelam pada klise.

Argumen “subsidi salah sasaran”, atau “subsidi bukan dicabut, tapi dialihkan”, adalah klise yang telah lama kehilangan legitimasi.

Pada drama yang berulang ini, saya menunggu-nunggu dengan cemas, apakah drama para sarjana yang mendukung pencabutan subsidi BBM hampir sepuluh tahun yang lalu itu juga akan terulang? Lengkap sudah jika begitu.

Kira-kira, jika drama itu juga terulang, siapakah nama-nama baru yang akan memperpanjang daftar sejenis 36 nama tadi?

Kita bisa menamai mereka sebagai "sarjana serdadu". Dan target yang mereka buru selalu adalah subsidi rakyat. Sebab untuk menyerbu target lain, mereka tak punya nyali.

(Tarli Nugroho)

Menjilat ludah sendiri... Dulu PDIP tolak keras harga BBM naik, kini ....



Rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan kelangkaan persediaan BBM di hampir seluruh SPBU di Pulau Jawa nampaknya membuat kubu capres terpilih Jokowi-JK kalang kabut.

Inilah pil pahit yang harus di telan Jokowi sebagai bagian dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang selama ini menjadi oposisi pemerintah. PDIP yang selalu merasa di barisan terdepan, selama ini menolak dengan lantang setiap ada isu kenaikan BBM di masa pemerintahan presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Bahkan pada tahun 2012 lalu, DPP PDIP pernah menginstruksikan kepada jajaran partai agar memasang spanduk menolak kenaikan harga BBM. Instruksi ini diberikan DPP kepada seluruh elemen partai hingga tingkat paling bawah.

Tidak berhenti sampai di situ, setahun kemudian saat isu kenaikan harga BBM kembali mengemuka, PDIP kembali ke barisan terdepan bersuara lantang menolaknya. Tidak sekadar menolak, partai oposisi ini juga merumuskan APBN-P 2013 versi sendiri.

Kerangka APBN-P 2013 yang ditulis dalam buku saku itu menunjukkan dan mengkritisi pemerintah, bahwa sebenarnya pemerintah saat itu masih bisa mencari sumber-sumber lain untuk menutupi biaya subsidi, ketimbang harus menaikkan harga BBM yang membebani "wong cilik".

Terkait dengan kekalutan Jokowi-Jk tentang kenaikan harga BBM, hingga saat ini pihak presiden SBY terkesan menahan diri untuk tidak mengambil kebijakan yang kurang menguntungkan tersebut. Pemerintah saat ini lebih memilih 'aman' dengan jalan mengambil kebijakan membatasi konsumsi dan penjualan BBM bersubsidi.

Hal ini yang membuat seorang politisi PDIP menganggap SBY menjebak pemerintahan baru yang bakal dipimpin Joko Widodo sebagai presiden terpilih dan Jusuf Kalla sebagai Wakil Presiden terpilih.

Adanya tudingan miring politisi PDIP terhadap Presiden SBY disebabkan karena menurutnya secara tidak langsung Presiden SBY telah mengarahkan suksesornya untuk menaikkan harga BBM bersubsidi.

"Nampaknya RAPBN ini didesain oleh pemerintahan SBY agar pemerintahan baru menaikkan harga BBM subsidi. Enggak fair dong," ujar politisi PDIP Dolfie O.F Palit, sebagai mana dilansir dari situs merdeka.com.

PDIP kini galau, dulu paling kencang teriak menolak kenaikan BBM, ketika kadernya berada di pucuk pimpinan tertinggi meminta-minta agar SBY segera menaikkan harga BBM.