News Update :

PKS 1

PKS 1

PKS 2

PKS 2

PKS 3

PKS 3

PKS 4

PKS 4

PKS 5

PKS 5

Tampilkan postingan dengan label Catatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan. Tampilkan semua postingan

"RUU Pilkada, Ridwan Kamil dan Sikap Objektif"



Wacana penghapusan pilkada langsung ternyata merupakan ujian bagi bangsa kita untuk bersikap OBJEKTIF. Sebab:

- Ridwan Kamil yang selama ini ada di Koalisi Merah Putih ternyata menolak penghapusan pilkada langsung.

- Surya Paloh yang merupakan pendiri Partai Nasdem (Koalisi Jokowi) ternyata mendukung penghapusan pilkada langsung.

Padahal: Ide penghapusan pilkada langsung berawal dari Koalisi Merah Putih, dan ditentang keras oleh koalisi Jokowi.

Pada situasi seperti inilah, kita ditantang untuk bersikap OBJEKTIF. Kita mendukung yang mana? Pilkada langsung atau kembali ke pemilihan oleh DPRD?

Kalau kita memilih berdasarkan koalisi yang kita dukung, pasti bingung:

"Saya pendukung KMP, tapi kok Ridwan Kamil beda sendiri?"

"Saya pendukung koalisi Jokowi, tapi kok pendapat Suryo Paloh sama dengan KMP?"

Daripada bingung, makanya kita bersikap objektif saja. Pilihlah opsi yang sesuai HATI NURANI Anda, bukan yang sesuai koalisi dukungan Anda.

Kalau saya sih, sejak kemarin kan udah nulis dua kali. Saya mendukung pemilihan oleh DPRD. Bukan karena saya pendukung KMP, tapi karena menurut saya itulah sistem yang lebih baik (baca selengkapnya di https://www.facebook.com/jonru.page/photos/a.143624529728.103413.68286339728/10152683198174729/?type=1 )

(JONRU)

DEMOKRASI KITA DIBAJAK MEDIA!



Demokrasi kita sedang dibajak oleh segelintir media. Semestinya sebagai pilar ke-4, media mengambil peran penyeimbang. Media harus dinamis menyeimbangkan interaksi antara leg eksekutif, leg yudikatif, dan leg legislatif.

Gejala yang terlihat saat ini mengkhawatirkan. Ada media yang "konsisten" menyokong kekuatan politik tertentu. Yang tidak sepaham dilibas dengan mata pena.

Ada media yang agendanya mencuci otak masyarakat bahwa kenaikan harga BBM adalah wajar. Pada saat yang sama media tersebut masuk "ngurusin" Munas partai politik. Agenda yang dijejal ke masyaraat adalah munas partai tersebut harus tahun ini (syukurlah agendanya gagal). Pada saat yang sama media tersebut membombardir masyarakat dengan pendapat pemilihan kepala daerah secara langsung adalah ciri tunggal demokrasi, sementara kenyataan di lapangan menunjukkan cara tersebut justru boros anggaran dan meninggalkan jejak konflik di mana-mana.

Mungkin media-media itu "nggak mikir" dan merasa "rapopo" memperlakukan masyarakat dengan semena-mena seperti itu.

(Canny Watae)

BJ Habiebie dan Aher, Orang Baik Ketemu Orang Baik



Silaturahmi Bapak BJ Habibie dengan Kang Aher (Rabu, 10/9/2014), adalah sinyal pertemuan yang memberikan sinyal-sinyal positif bagi bangsa Indonesia. Ya, jika pencetus mobil SMK yang ternyata adalah palsu, plus bus karatan yang sesak dengan aroma korupsi. Maka bagi saya, program manusia superjenius Indonesia dengan Gubernur Jabar, mengirimkan sinyal-sinyal berikut:

1. Al-Hissu bil Masuliyyah (sense of responsibility)

Menyadari panggilan tugas dan tanggungjawab akan masa depan Indonesia. Sebab tidak mungkin Indonesia yang kini akan dinakhkodai Jokowi dan mafia China-nya, akan dijerumuskan ke dalam kubangan barang-barang bekas yang jauh dari kualitas. Lalu mematikan industri strategis bangsa, yang sejak 1996 pernah menjadi kebanggaan bangsa di level internasional. Saya pernah merasakan kebanggaan itu, saat CN 235 terbang mengangkasa di langit Kairo. Saat itu bangsa Arab berdecak kagum, ternyata orang Indonesia bisa bikin pesawat. Mereka kira, Indonesia tak ada mobil, tak ada listrik, dan tak ada televisi.

2. Al-'Amal Al-Mubdi' (kerja kreatif dan inovatif)

Pak BJ Habibie pernah menangis atas perilaku pemerintah Indonesia yang menyia-nyiakan sejumlah SDM industri strategis yang disemai bibit-bibitnya oleh BJ Habibie. Kini SDM-SDM tersebut tersebar di pelbagai negara dan perusahaan dunia. Bahkan karena keterpaksaan hidup, banyak yang menjalani kerja yang tidak sesuai dengan keahliannya. Ada yang buka bisnis rental, ada yang jadi anggota dewan, malah ada juga yang terpaksa menjadi kontraktor bangunan. Padahal mereka lulusan ilmu pesawat dan dirgantara dari Boeing-Airbus yang handal. Maka industri yang akan dibangun antara tokoh senior dengan tokoh muda Jabar, menjadi sinyal kebangkitan kerja kreatif dan inovatif.

3. At-Tadhiyyah Al-Mustamirroh (Kontinyuinitas pengorbanan)

Untuk bangsa Indonesia yang berjumlah 250 juta dan dengan wilayah 17.000 pulau lebih, maka pengorbanan terbaik adalah pengorbanan yang kontinyu (berkesinambungan). Pak Habibie sudah mendedikasikan diri, dengan menolak hak-hak privilage dari negara-negara Eropa. Beliau mengorbankan karirnya demi Indonesia. Ide-ide besar beliau akan sia-sia, jika tidak disikapi dengan sigap oleh pemimpin-pemimpin mudah Indonesia. Maka Aher menjawab tantangan tersebut. Jika Jokowi sangat liar dengan ide-ide yang terbukti tidak tertib dan tidak mampu diimplementasikan di lapangan. Maka Aher mencoba lebih tertib, terstruktur, dan jangka panjang. Karena Aher menyadari, pengorbanan itu bukan sekedar pencitraan tapi perjuangan berkelanjutan hingga Indonesia memiliki izzah di mata dunia.

Semoga Pak Habibie Allah karuniakan umur panjang dalam kesehatan. Semoga Kang Aher tetap konsisten membangun Jawa Barat dan Indonesia. Biarkan sejarah mencatat, bahwa rakyat Indonesia masih ada orang-orang waras, normal, dan tertib. Bukan orang-orang metal yang hobi tebar kebohongan lalu melacurkan diri menjadi boneka kepentingan asing.

(By: Nandang Burhanudin)