
Anggota DPRD Kota Batam terpilih untuk periode 2014-2019 Mukriyadi mengatakan akan mengusulkan penghapusan penggunaan mobil dinas bagi anggota dewan karena dinilai mobil yang akan digunakan sudah tua.
"Untuk hemat anggaran ndak usah mobil dinas karena mobilnya sudah tua sekali. Toh perawatannya juga lebih. Terus harus pakai pertamax kan jadi beban hingga ada yang ganti plat nomor palsu," ujarnya saat dihubungi, Sabtu (9/8).
Menurut Mukriyadi, peminjaman mobil dinas dari Pemerintah Kota Batam tersebut ditiadakan dan sebagai kompensasinya diganti dengan uang bensin.
"Nah ini juga akan dilematis, karena kan harus dianggarkan. Sedangkan mobil dinas itu bentuknya peminjaman," katanya.
"Paling tidak ya begitu, lagian biar ndak berjarak dengan masyarakat. Bukankah plat merah terkesan penguasa," lanjutnya.
Meski demikian, Mukriyadi mengaku usulan ini seperti bola liar karena mayoritas anggota dewan tidak akan menyetujuinya.
"Ndak ini ide populis, tapi bola liar, karena mayoritas anggota dewan ndak akan setuju," ungkapnya.
Mukriyadi juga mengaku belum mengusulkan ide ini ke Fraksi PKS di DPRD Kota Batam.
Sesuai jadwal yang telah direncanakan oleh Sekretaris DPRD Kota Batam, pelantikan anggota DPRD Kota Batam 2014-2019 akan dilangsungkan pada akhir Agustus ini.[dm]








