News Update :

Akhirnya Komik Propaganda LGBT Ditarik Dari Peredaran



Setelah menjadi polemik di sebagian kalangan umat Islam dan aktivis sosial, komik yang disinyalir sebagai bahan propaganda penyebaran perilaku Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) akhirnya ditarik dari peredaran.

"Buku komik berjudul “Why: Puberty” Sub Bab "Mencintai Sejenis" yang merupakan terbitan Elex media dinilai provocative dan merupakan propaganda LGBT," tulis pemerhati sosial Fahira Idris pada akun Twitternya @fahiraidris, Kamis (7/8).

Oleh karena itu, Fahira Idris ditemani beberapa temannya mendatangi Gedung Humas Kompas Gramedia (Gedung Selatan) yang terletak di jalan Palmerah Selatan nomor 17, Jakarta untuk mendapatkan penjelasan dari pihak Elex Media selaku penerbit.

"Kehadiran saya dan kawan-kawan di kantor Elex media adalah mewakili sebagian besar masyarakat yang resah dengan Buku WHY: Puberty sub bab Mencintai Sejenis," lanjut Fahira.

Fahira sedikit menjelaskan tentang isi buku komik WHY tersebut yang pada halaman 142 ada ilustrasi seorang Ibu yang mengatakan “Jika seorang transgender dengan jiwa perempuan mencintai seorang laki-laki itu wajar saja, bukan?”.
 
Ilustrasi Ibu mengatakan ”Setiap orang punya hak untuk mencintai dan dicintai, dan bila mereka mencintai sesama jenis, itu adalah pilihan.
 
"Isi Sub Bab "Mencintai Sejenis" pada Buku WHY: Puberty adalah jelas tentang pemahaman homoseksualitas, lesbianis dan cinta sesama jenis," jelas anggota DPD RI terpilih ini.
 
Sementara itu pihak Elex Media lanjut Fahira menjelaskan bahwa terbitnya buku ini bukan karena faktor kesengajaan, tetapi karena faktor keteledoran dalam mekanisme editing.
 
Dalam pertemuan tersebut disepakati beberapa poin diantaranya, pihak penerbit Elex Media melakukan beberapa tindakan yakni menarik seluruh peredaran buku komik “Why: Puberty” di seluruh toko buku di Indonesia.

"Dan alhamdulillah sudah dilaksanakan," katanya.

Membuat permohonan maaf atas keteledoran penerbit karena tidak punya mekanisme kontrol yang cukup baik. "Dan alhamdulillah juga sudah dilaksanakan," imbuhnya.
 
Disamping itu, pihak penerbit Elex media juga harus melakukan kordinasi dengan pihak-pihak terkait diantaranya KPAI, Balitbang Kemendikbud, Balitbang Kemendag, juga MUI jika buku itu memasukkan unsur agama didalamnya agar buku-buku yang diterbitkan bisa lebih baik lagi, terutama jika mau menerbitkan buku-buku yang terkait dengan persoalan-persoalan sensitif.
 
"Penerbit Elex Media harus mpunyai komitmen untuk mjunjung tiggi nilai-nilai keagamaan, etika kemanusiaan dan budaya kebaikan yang mengakar di negeri ini," tandasnya.

Penerbit Elex Media juga diminta untuk tidak menerbitkan kembali buku komik serupa, terutama yang merusak para remaja yang sedang mencari jati dirinya.
 
"Semoga dengan adanya kejadian seperti ini, dapat menjadi pembelajaran untuk Elex Media dan Penerbit buku lainnya, agar lebih berhati-hati ke depan," katanya.[dm/pasberita.com]

Share Artikel ini :
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar