Setelah dua hari melaksanakan rapat pimpinan nasional, Partai
Persatuan Pembangunan (PPP) akhirnya resmi memutuskan arah koalisinya
ke Prabowo Subianto pada Senin (12/5/2014) dini hari.
Uniknya, beberapa bulan sebelum rapimnas dilakukan, PPP sempat digoyang
kisruh internal lantaran Ketua Umum PPP Suryadharma Ali hadir dan
menyatakan dukungan dalam kampanye Partai Gerindra.
"Akhirnya PPP sudah menyatakan secara bulat, aklamasi mendukung Haji
Prabowo Subianto, sebagai calon presiden," ujar Ketua Umum PPP
Suryadharma Ali seusai lobi dalam forum Rapimnas, Senin (12/5/2014) dini
hari sekitar pukul 02.10 WIB.
Menurut Suryadharma, keputusan itu diambil melalui pertimbangan sangat
cermat, perdebatan panjang, hingga memerlukan skorsing sidang sebanyak
tiga kali. Salah satunya, bahkan skorsing mencapai 27 jam.
Keputusan koalisi PPP ke Prabowo dilakukan secara musyawarah mufakat
yang melibatkan 33 Dewan Pimpinan Wilayah PPP seluruh Indonesia. PPP
berharap agar Prabowo terpilih sebagai presiden yang akan datang.
Kesepakatan PPP merapat kepada Prabowo bukanlah tanpa rintangan.
Mulanya, kehadiran Suryadharma dalam kampanye Partai Gerindra pada 23
Maret 2014 lalu. Tak hanya hadir, Suryadharma bahkan menyatakan
dukungannya terhadap bakal capres partai itu, Prabowo Subianto.
Pada 9 April 2014, beberapa jam setelah pemungutan suara, internal PPP
mulai bereaksi keras atas sikap Suryadharma itu. Suryadharma dituding
sebagai penyebab menurunnya suara PPP berdasarkan hasil hitung cepat
yang mulai disiarkan pada hari yang sama. Wakil Ketua Umum PPP Emron
Pangkapi pun mengungkapkan, sudah ada 27 DPW PPP yang meminta agar
Suryadharma segera dicopot.
Setelah itu, Suryadharma mencopot posisi Wakil Ketua Umum Suharso
Monoarfa, Sekretaris Jenderal M Romahurmuzy, dan sejumlah pengurus DPW.
Internal PPP pun semakin memanas lantaran Romy bersama gerbongnya
menggelar rapimnas tanpa kehadiran Suryadharma Ali. Suryadharma menuding
bahwa rapimnas yang menyatakan mencopot jabatannya dari Ketua Umum itu
sebagai tindakan makar.
Dinamika di internal PPP semakin berkembang dengan manuver yang
dilakukan mantan Wakil Presiden RI yang juga politisi senior PPP, Hamzah
Haz bersama Suharso Monoarfa yang mendatangi Ketua Umum PDI-P Megawati
Soekarnoputri. Di dalam pertemuan itu, Hamzah juga menyatakan
dukungannya kepada Jokowi.
Puncak konflik internal PPP terjadi pada 24 April lalu di mana
diselenggarakan Mukernas III di Bogor, Jawa Barat. Forum Mukernas itu
menjadi tempat islah kedua kubu yang berseteru itu.
Namun, meski islah sudah dicapai, internal PPP tetap memanas. Pasalnya,
Suryadharma kembali bermanuver dengan menyebarkan surat dukungan untuk
Prabowo ke sejumlah pengurus DPW.
Pada Senin (12/5/2014) ini, akhirnya PPP menyepakati dukungannya kepada Prabowo. (KOMPAS)
Home »
Berita Nasional
» PPP Resmi Dukung Prabowo pada Pilpres
0








