News Update :

PKS 1

PKS 1

PKS 2

PKS 2

PKS 3

PKS 3

PKS 4

PKS 4

PKS 5

PKS 5

Ayooo, Kobarkan Semangat Indonesia!!!

“Kita berhimpun dalam barisan. Lantangkan suara hati nurani. Agar negeri ini berkeadilan. Indonesia maju bukan hanya mimpi. Partai Keadilan Sejahtera, maju terus tanpa kenal lelah. Kibarkan tinggi panji Allah. Bangun Indonesia penuh berkah.”

Kader-kader PKS pasti kenal dan sadar akan lagu di atas. Ya, petikan nasyid haroki yang menjadi mars partai dakwah ini. Lagu yang biasa dinyanyikan saat PKS mengadakan aksi-aksi, terutama saat kampanye. Lagu tersebut senantiasa menggugah semangat juang para kadernya. Lagu yang menyadarkan para kader akan eksistensinya sebagai muslim sekaligus negarawan. Melalui lagu ini para kader terpacu semangatnya untuk meninggikan panji Allah di bumi Indonesia agar negeri tempat mereka berpijak dipenuhi berkah dari Sang Illah.

PKS memang partai yang lahir dari gerakan dakwah, tarbiyah. Tak heran jika sepak terjang partai ini sarat akan nilai-nilai Islam. Akan tetapi, partai ini bukan sembarang partai Islam, apalagi abangan. Terbukti dari jauhnya unsur-unsur musyrik dari tiap pribadi kader. Partai Islam ini juga bukan partai kolot lagi saklek yang menarik diri dari pergaulan beragam manusia. Meski berideologi Islam, PKS tetap membaur dan menjalin kerjasama dengan non-muslim. Dengan gaya yang sederhana dan santun, para kader berhasil membuat masyarakat jatuh hati dan siap mendukung perjuangan partai ini. hal ini bisa dilihat dari semakin banyaknya simpatisan yang berbeda aqidah, namun tetap setia bersama PKS. Bukti lainnya bahwa PKS partai terbuka adalah hadirnya beberapa caleg non-muslim dari wilayah Indonesia Timur.  Bagi PKS, selama sama-sama ingin membangun Indonesia yang berkeadilan dan berkesejahteraan dengan cara yang benar, siapapun berhak bergabung bersama PKS. Terlepas muslim atau bukan.

Sikap terbuka PKS ini disambut baik dan mendapat banyak apresiasi dari pihak-pihak yang memang merindukan perubahan ke arah kebaikan bagi Indonesia. Meski tetap mendapat caci dari pihak yang dengki. Tahun 2014 ini PKS memasuki gelombang ketiga dalam kacah politik Indonesia. Sesuai dengan nomor urut partai peserta pemilu yang didapat, yakni nomor 3, PKS menargetkan masuk 3 besar pemenang pemilu. Target ini bukan sekedar target muluk-muluk atau ambisi kekuasaan semata. Anis Matta selaku presiden partai menyadari betul makna di balik angka 3 ini. Makna ini bukan dilihat dari kacamata mistis atau klenik, melainkan dari mata batin pemimpin yang dekat dengan Rabb-nya, yang cerdas membaca peluang dan mengatur strategi, yang tepat menempatkan amanah pada pundak-pundak jundinya, yang yakin dengan semangat juang dan totalitas para kadernya, dan yang yakin bahwa Allah bersama orang-orang yang sabar.

Kini dengan semangat membangun Indonesia, PKS bekerja. Dengan semangat yang membaja, PKS siap melayani bangsa. Dengan semangat menegakkan al-haq dan menghancurkan al-bathil, PKS siap menerjang lawan tanpa pusing memikirkan pihak-pihak yang kerap kali usil. Dengan semangat cinta, PKS siap harumkan bumi khatulistiwa. Dengan kerapihan dan kekompakan struktur, PKS yakin gerak juangnya akan teratur tanpa mudah dipukul mundur.

Kini, pemilu sudah di ambang pintu. Seluruh kader PKS, mulai di tingkat pusat sampai pelosok daerah siap turun memenangkan pemilu. Tidak ada kata menyerah sebelum kemenangan diraih. Tidak ada waktu berleha-leha karena kerja belum usai. Kini, saatnya kita kobarkan semangat Indonesia. Semangat yang akan mengantarkan kita menjadi bangsa yang besar. Bangsa yang terhormat tanpa pernah diinjak-injak bangsa lain. Bangsa yang berwibawa hingga diperhitungkan dan berpengaruh di dunia. Bangsa yang santun yang menjadi surga peradaban dunia.

Kini, kami mengajak seluruh masyarakat untuk bergabung bersama PKS. Bersama kita kobarkan semangat Indonesia. Semangat yang pernah ada pada jiwa-jiwa pahlawan bangsa yang telah gugur dalam memerdekakan Indonesia. Salam semangat Dari PKS untuk Indonesia! (Rf/ccm)

Berdamai dengan Kekalahan

Kata kalah merupakan kata yang lekat dengan kehidupan manusia. Bayangkan saja, 100 orang bertanding, juaranya kan Cuma 1 orang, 99 lainya kalah. Dan ga happy juga kalo kita jadi juara karena pesertanya Cuma kita sendiri, ya kan?

So, kita harusnya fine fine aja jika kalah. Ga perlu sedih, gusar, apalagi sampe stress, ga banget.

Makanya aneh juga, liat di tipi banyak caleg gagal masuk rumah sakit, poli jiwa lagi. Hadeuuuh.

Apa kita lupa, bahwa kata kalah adalah melekat banget sama manusia. #halo manusia, kumaha damang?

Coba kita hitung-hitung, sepanjang perjalanan hidup kita, pada umumnya manusia kata kalahnya pasti jauh lebih banyak ketimbang kata menangnya.

Di SD, juaranya teman, di SMP juaranya bukan kita, di SMA si fulan, di kuliah apalagi. Kita hanya harus bersyukur bahwa kita selalu hadir di forum-forum tersebut diatas, orang lain mungkin hanya dalam mimpinya.

Memang ada, orang yang selalu jadi juara. Tapi kan langka banget.

Ada satu sekolah sma favorit yang isinya hanya nampung juara ke-1 dari smp-smp sekab/kota.

Pas udah mulai sekolah, dari 40 juara anak di smp tadinya, Cuma 1 juara di kelas itu, lainnya.....KALAH. Jelas kan?

Jadi yuk kita berdamai dengan kekalahan. Bukan aib kok kalah itu. Malahan orang jadi lebih tegar jadinya.

*)http://www.pksmakassar.or.id/2014/05/berdamai-dengan-kekalahan.html

Sinergi Orangtua dan Sekolah Untuk Lindungi Anak

Jakarta (2/5) - Kasus kekerasan seksual yang terjadi pada anak di lingkungan sekolah mengguncang dunia pendidikan sekaligus membuka mata publik bahwa perkembangan dunia pendidikan di Indonesia ternyata tengah menghadapi berbagai ancaman serius.

Wakil Ketua Komisi VIII yang juga kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ledia Hanifa Amaliah memaparkan, bahwa seiring proses penyidikan yang tengah dilangsungkan, banyak hal harus ikut dibenahi agar masalah yang mengancam tumbuh kembang anak Indonesia di masa datang dapat dicegah dan dihilangkan.

“Kita banyak mendapat pelajaran dari kasus kekerasan anak di sekolah ini. Kita melihat betapa jumlah sekolah terus bertambah setiap tahun dengan kualitas yang semakin baik, fasilitas sekolah di banyak sekolah juga semakin lengkap dan berbagai program pun dikreasikan dengan harapan anak didik yang dihasilkan menjadi semakin cemerlang di usia yang semakin dini. Tetapi sayangnya nampak pula ketimpangan yang semakin mencolok dari hari ke hari,” papar anggota dewan asal Fraksi PKS ini.

Pertama, jelas Ledia, peran pendidikan anak yang semestinya menjadi satu lingkaran kesinambungan antara rumah dan sekolah, orangtua dan guru kini cenderung terputus. Banyak orangtua tanpa disadari seolah telah menyelesaikan tugas pendidikan anak dengan mencari dan memasukkan anak ke sekolah-sekolah yang dianggap terbaik, termegah dengan fasilitas terlengkap.

“Hubungan orangtua dengan dunia pendidikan anaknya menjadi minimalis. Kalau sekolah sendiri tidak memiliki program yang melibatkan peran orangtua, dan kemudian orangtua pun tidak proaktif, maka banyak momen dalam masa tumbuh kembang anak yang tidak terpantau orangtua. Ibaratnya hubungan orangtua dan sekolah hanya terbatas saat membayar iuran,” ujarnya.

Kedua, pendidikan berbasis keteladanan yang paling efektif diserap dan menjadi pengokoh karakter anak di masa dewasa semakin langka. “Orangtua harus menjadi teladan utama dan pertama bagi anak di rumah. Sementara di lingkungan sekolah, kepala sekolah,staf pengajar dan staf pendukung lainnya harus menjadi ujung tombak dalam hal memberi keteladanan sikap, perilaku serta nilai moral atau akhlak.Jangan sampai anak diajari hal-hal baik tetapi tidak melihat praktek hal-hal baik itu," tegasnya.

Ketiga, pendidikan yang didapat anak di luar sekolah dalam hal ini lingkungan bermain, lingkungan rumah dan lingkungan masyarakat memiliki pengaruh sangat besar, terutama yang diajarkan lewat tayangan televisi serta internet. “Apa artinya guru berusah payah mengajarkan kebaikan pada anak bila tayangan televisi secara intens menayangkan betapa ‘enteng’ dan ‘biasa’ bila dalam pergaulan kita mudah melecehkan, menghina, menghasut, dan melakukan kekerasan pada orang lain," tambahnya.

Karena itu Ledia menghimbau semua pihak untuk bisa bersama-sama melakukan perbaikan demi melindungi anak dan menyiapkan masa depan generasi penerus bangsa yang lebih baik.

Dalam hal ini orangtua dan guru perlu bersama-sama mengemban tugas pendidikan anak secara aktif. Memiliki semacam buku penghubung atau buku pemantau, juga secara bergiliran melibatkan orangtua dalam beberapa program sekolah bisa menjadi alternatif. Sementara pemerintah harus secara tegas mengatur tayangan televisi agar tidak lagi dipenuhi berbagai “inspirasi” negatif.

Secara khusus, Ledia juga meminta aparat penegak hukum untuk tidak ragu dan terganggu dengan campur tangan pihak manapun dalam menyelidiki lapis demi lapis kasus kekerasan pada anak ini.

“Usut tuntas kasus ini sebagai pembelajaran dan pencegahan atas kasus serupa di masa datang. Kepentingan anak sebagai korban dan masa depan anak Indonesia adalah hal utama yang menjadi konsern kita bersama. Bahwa ada nama besar lembaga pendidikan yang terkait, atau jaring internasional yang terlibat tak perlu menyurutkan langkah para penyidik untuk menegakkan hukum di negeri kita," pungkasnya.

Aher Imbau Pelajar Pakai Bahasa Santun di Media Sosial

 
Bandung (2/5) - Sekitar 10 ribu pelajar berkumpul mengirim saran kepada Gubernur Jawa Barat yang juga kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Heryawan secara serentak via media sosial Twitter. Saran para pelajar dikirim langsung ke akun Gubernur: @aheryawan.

Pengiriman saran serentak ini digelar dalam Festival Pelajar se-Jabar di Trans Studio Bandung, Kota Bandung, Kamis, 1 Mei 2014. Kegiatan yang berlangsung sehari penuh ini dicatat sebagai rekor baru Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI).

Selain penyampaian saran, Festival Pelajar se-Jabar yang digelar Forum OSIS Jawa Barat (FOJB) juga diisi seminar pendidikan. Tampil sebagai pembicara Gubernur Heryawan dan pendiri Trans Corp Chairul Tanjung.

Heryawan mengimbau para pelajar agar senantiasa memakai bahasa yang santun dalam berkomunikasi, termasuk di media sosial. Bukan cuma kepada orang yang lebih tua, tetapi terhadap rekan sebaya sekalipun.

Gubernur yang akrab dipanggil Aher ini menyatakan media sosial kini menjadi salah satu sarana komunikasi efektif. Namun, menurut Aher, tak sedikit pihak yang kurang tepat dalam memanfaatkannya.

"Masih ada yang memakai bahasa yang kurang sopan atau tidak santun. Padahal, kita bagian masyarakat yang menjunjung budaya luhur," papar Aher.

Kepada para peserta Festival Pelajar se-Jabar, Aher mengimbau agar menghindari pemakaian bahasa yang kurang santun dalam komunikasi sehari-hari, termasuk di media sosial.

"Silakan menyampaikan saran, bahkan kritik sekalipun. Di era demokrasi, siapapun dapat menyampaikan pemikirannya kepada pemimpinnya. Memakai bahasa yang berbudaya tentu akan efektif dan bermanfaat buat semua," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Aher juga menegaskan, para pelajar dan komponen pemuda lainnya untuk membangun cita-cita yang tidak berorientasi pada menjadi pegawai negeri. Akan lebih baik, katanya, bila generasi muda memiliki semangat kuat menjadi pengusaha.

"Mari kita belajar dari kebanyakan orang sukses, termasuk Pak CT (Chairul Tanjung). Beliau dulu bukan siapa-siapa, namun kini membuka lapangan kerja bagi banyak orang," kata Aher.

Gubernur Heryawan usai mengisi seminar diminta oleh pembawa acara menyebutkan satu kata bagi para pelajar se-Jawa Barat. Aher secara spontan menjawab: "maju".
Sumber: ahermediacenter.com

"Re-Orientasi Pendidikan Indonesia" kultwit @anismatta

Twit @anismatta
(Di Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2014)

1. Hari ini #2Mei adlh Hari Pendidikan Nasional.. Bnyk yg lupa, pendidikan adlh salah satu pilar kemerdekaan Indonesia..

2. Nasionalisme Indonesia dibntk olh prsamaan nasib sbg bngsa terjajah.. Nasionalisme jg hsl prsentuhan pendiri bngsa dgn kemodernan..

3. Para pelajar yg mendpt previlese dr pemerintah kolonial wkt itu sebenarnya bisa saja "duduk manis"..

4. Mrk tingal siap2 menjd pejabat atau "pangreh praja" dlm struktur birokrasi pemerintahan kolonial..

5. Tp mrk malah melakukan "bunuh diri kelas".. Pendidikan yg mrk terima malah memercikan pencerahan..

6. Mrk memilih meninggalkan kenikmatan jaminan masa depan & memperjuangkan gagasan kemerdekaan yg sebenarnya belum jelas..

7. Krn itu, pendidikan adlh bagian tak terpisahkan dr nasionalisme Indonesia.. Tdk ada Indonesia jk tdk ada pencerahan dr pendidikan..

8. Kini, kita bertanggung jawab memajukan pendidikan sbg bagian tanggung jawab kebangsaan kita..

9. Kita perlu memikirkan model baru pendidikan nasional sbg sarana pencerahan bangsa..

10. Dlm bbrp kesempatan saya menekankan pentingnya orientasi yg jelas dlm 2 tahap pendidikan: dasar-menengah dan tinggi..

11. Pendidikan dasar harus berorientasi membangun karakter dan menanamkan tradisi belajar..

12. Ini berkaitan dgn pendidikan dasar sbg bagian dr pemenuhan hak dasar suatu bangsa..

13. Krn itu, model pendidikan dasar-menengah harus menyenangkan murid.. Yg penting belajar logika (lwt matematika), bahasa dan sains..

14. Ajaran moral, selain lwt keteledanan, juga lewat sastra & kesenian.. Murid diajak berani menyatakan pndapat..

15. Dgn memori ttg belajar yg menyenangkan, akan tertanam tradisi belajar hingga dewasa.. Apa pun profesinya kelak..

16. Pendidikan tinggi bertumpu pd 2 pilar: membangun daya saing dan pengalaman ilmu murni..

17. Jadi, ketika orang masuk perguruan tinggi, tidak ada lagi pertanyaan "mau jadi apa?" atau "mau kerja apa?"

18. Belajar filsafat sama pentingnya dgn belajar IT.. Begitu juga syariah atau akuntansi..

19. Dgn pendalaman ilmu murni dan penguatan excellence, kemajuan bangsa dpt diraih..

20. Amati.. Skrg bnyk org Korea belajar antropologi dan sosiologi di universitas2 Indonesia.. Dulu orang Amerika.. Utk apa??

21. Mereka belajar itu utk membangun daya saing bangsa mereka dlm kompetisi global..

22. Wajah Indonesia ke dpn adlh: bangsa yg suka belajar, berpikir runtut dan logis, mampu mengutarakan pndapat dgn baik..

23. Selain itu, didukung oleh pengembangan ilmu murni dan daya saing dlm kompetisi global..

24. Itulah hasil pendidikan dgn penekanan pada dua pilar tadi.. Semoga Indonesia menjd bangsa yg maju, adil dan sejahtera..

25. Kobarkan semangat Indonesia!!

Dikenal Sebagai Pedagang Jujur, Pemuda PKS ini Terpilih Jadi Wakil Rakyat

Aam Amarullah adalah salah satu fenomena unik dalam pesta demokrasi April 2014 lalu. Pemuda asal Garut ini didaulat menjadi calon anggota legislatif kota Cilegon, Banten, dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk dapil 3 Grogol - Pulomerak.

Setelah melalui tahapan perhitungan, Aam dipastikan maju menduduki kursi Dewan periode 2014 - 2019. Tapi siapa sangka pemuda yang mendapat kepercayaan itu ternyata berprofesi sebagai pedagang sembako di Pasar Baru Merak. Aam mengaku sudah melakoni usahanya sejak pasar Merak belum direlokasi, sekitar delapan tahun  lalu. Mulai dari kecil-kecilan, hingga memiliki auning (tempat jualan) sendiri.

Walau hanya berprofesi sebagai pedagang sembako, Aam juga memiliki kemampuan organisasi yang tak boleh dianggap sebelah mata. Hingga saat ini dirinya tercatat sebagai ketua DPC PKS Kecamatan Pulomerak, Cilegon, dan ketua Forum Silaturahmi Masyarakat Asli Garut (Asgar). Aam juga pernah memprakarsai berdirinya koperasi syariah simpan pinjam bagi pedagang pasar Merak. Koperasi ini dia dirikan sebagai bentuk keprihatinan banyaknya pedagang yang sulit memperoleh bantuan usaha lalu akhirnya meminjam ke renteneir (lintah darat).

Sejak kasus yang menimpa LHI setahun yang lalu, Aam mengaku perlu usaha keras untuk meyakinkan warga sekitar Pulomerak untuk memilih PKS lagi.

“Kita silaturahmi ke warga berkali-kali. Kita datengi warga tidak sekali dua kali,” jelas Aam.

Menurut warga, Aam termasuk pribadi yang jujur dan diyakini dapat menyuarakan aspirasi rakyat kelak di dewan.

“Aam itu termasuk pedagang jujur. Kalau blusukan, Aam itu tiap hari ya pasti blusukan keluar masuk kampung dan naik turun gunung,” papar Jupri, tetangga Aam.

Warga maklum nanti ketika sudah dilantik menjadi aleg DPRD, Aam akan jarang terlihat melayani pembeli di pasar karena tugas sebagai wakil rakyat. Namun Aam tidak akan meninggalkan usaha dagangnya di pasar karena masih ada istri dan keponakan yang membantu. Aam juga mempersilahkan warga menyampaikan aspirasinya termasuk sembari berbelanja di warungnya.

“Kan masih ada Istri yang jaga warung. Malah aneh kalau nanti malah sering jualan dari pada dateng rapat dewan,” kelakar Aam.

Dipenjara Bersama Ikhwan, Wartawan Australia Masuk Islam


By: Nandang Burhanudin

Ikhwan...Ikhwan... memang membahayakan. Efek sosial dan efek dakwahnya sangat kental. Dimanapun berada, anggota Ikhwanul Muslimin senantiasa membahayakan kaum Liberal-Sekuler-dan Islamphobia.

Reporter TV Dream Mesir, yang ditugaskan mengorek sisi-sisi buruk Ikhwan di pedesaan. Acara wawancara LIVE. Ia dikerubuti massa. Di tempat itu sudah ada sumber air dari pipa. Reporter itu bertanya, "Maaf. Ini siapa sich yang bikin?" Seroang ibu setengah baya menjawab, "Semua yang bikin Ikhwan!" Ada bapak-bapak di belakang yang teriak, "Bukan-bukan Ikhwan yang bikin!" Tapi bapak-bapak di reporter itu menimpali, "Ya. Jujur saja, aliran air ke desa kami yang bikin adalah anggota Ikhwan." Si ibu menimpali, "Mereka itu orang-orang baik. Tinggalnya tak jauh dari sini. Kami merasakan jejak-jejak kebaikan mereka. Ini buktinya! Kami tak susah air lagi." Reporter , "Sejak kapan dibuat?" Semua menjawab, "Sejak lama!"

Itulah karya nyata Ikhwan. Tanyalah ke orang-orang di jalanan Mesir. Tanya yang sedikit "ngerti" agama. Mereka akan menjawab, "Ikhwanul Muslimin adalah jamaatul Khair (jamaah cinta kebaikan)". Ini pula yang dirasakan Peter Greste, wartawan Al-Jazirah berBahasa Inggris.

Ia ditangkap dan dipenjarakan sejak Desember 2013. Nasibnya dikurung bersama para qiyadah Ikhwanul Muslimin di penjara sangar dan superketat, penjara Thurra. Namun angkernya penjara, tak mampu menahan derasnya dorongan hidayah pada dirinya. Ia pun mengucapkan syahadat di depan para qiyadah Ikhwan, yang Mursyidnya divonis hukuman mati.

Peter Greste menulis, "Dari peristiwa ini saya meyakini, anggota jamaah Ikhwanul Muslimin adalah manusia yang murni bersih keimanannya kepada Tuhan mereka. Mereka mampu tegar menghadapi segala kesulitan. Teguh pendirian. Keimanannya tak tergoyahkan. Tentu semua berasal dari ideologi (akidah) yang kokoh dan kesabaran yang sangat menakjubkan."

Ia menambahkan, "Kudeta yang terjadi di Mesir, bukan hanya kudeta terhadap Presiden Mursi saja. Tapi ia merupakan kudeta terhadap Mesir, secara keseluruhan. Sedangkan diriku, kini menyaksikan kudeta tersendiri terhadap diriku (dengan memeluk Islam)."

Anggota DPRD Jogja Ini Perjuangkan 100 Milyar untuk Kesehatan

Islamedia.co - Hari ini saya berbahagia. Bahagia bukan karena dapat hadiah, bukan pula karena mendapat uang, namun bahagia karena terlintas sebuah ide mengatasi keresahan yang dirasakan banyak orang. Keresahan yang dirasakan oleh pelanggan maupun pemberi pelayanan di sebuah rumah sakit di Jogjakarta yang sudah lama belum kunjung terselesaikan.

Awalnya kami berdua berusaha mencarikan kamar untuk opname saudara kami yg sakit jantung yg akan direncanakan dipasang ring. Dokter akan melakukan tindakan tersebut setelah pasien mendapatan kamar di rumah sakit itu.

A : Mas, ini saya ada kawan sakit jantung, mau dipasang ring, tapi dokternya bilang harus cari kamar dulu, bisa minta tolong Mas?
B : O iya Pak, mari saya antarkan ke unit admisi. Unit admisi itu bagian yang bertugas mencarikan ruang pasien2 dari poli.

A : O ya Mas,
B : Ini Pak, unit admisi. Coba bapak lihat, berapa banyak pasien yg sedang mengantri utk dapat kamar, padahal dalam seharian belum tentu ada pasien pulang, belum lagi ada dari unit lain juga ngantri mau masuk ruang, yaitu dr UGD yg statusnya gawat darurat. Jadi belum tentu daftar antri sekarang besuk langsung dapat tempat. Kadang 1 pekan pun belum tentu dapat, saya pernah mengantrikan pasien dari unit admisi ini, 3 pekan belum dapat, baru dapat tempat setelah 1 bulan.

A: wah, kalau begini harus ditambah ni ruangannya
B: betul Pak, tapi masalahnya RSUP dr. Sarjito ini kalau mau diperluas, susah, lahannya nggak ada, kalau RSUP Karyadi itu, tanahnnya luas, jadi bisa diperlebar gedungnya, tp kalau sini, paling bisanya diperluas scr vertial

A: ya, tdk harus disini kan Mas, kan bisa mbangun di tempat lain, tapi masih bagaian dari Sarjito
B: oh, ide bagus itu Pak, memang itu diperlukan mengingat rs ini bukan rujukan DIY aja, tapi juga rujukan se jawa tengah selatan, kebumen, banyumas, purwokerto,dll

A: iya lah, nanti akan saya perjuangkan, ini memang harus mbangun lagi, kayak di RSUD Sleman itu, itu kita perjuangkan, diperluas, anggarannya 100 milyar.
B: iya Pak, setuju2, semoga usaha Bapak ini bisa terwujud

A: insya Alloh Mas, ini memang harus mbangun lagi, nanti ini akan jadi prioritas saya...

Subhanalloh, alhamdulillaah, dalam hati saya senang, ada usaha ke arah sana, dan saya salut dengan Aleg ini, sudah datang sendiri ke Rumah Sakit untuk mengantrikan warga (yg biasanya para aleg cukup titip diuruskan asistennya atau orang lain) masih juga mau memperjuangkan permasalahan yg sulit dipecahkan.

Dan dalam hati saya berucap, Alhamdulillaah, orang seperti ini lolos kembali menjadi wakil rakyat di DPRD DIY yg sebelumnya menjadi aleg DPRD Kabupaten Sleman dari PKS, Pak Huda Tri Yudiana, semoga beliau amanah dan terus akan berjuang mengurai satu demi satu benang masalah yg membelit di jogjakarta ini, amiin

keterangan :
A : Anggota DPRD DIY
B : Penulis

Nuri Sleman

Tanpa Toleransi, Risma Pastikan 19 Juni Dolly Harus Ditutup





Wali Kota Surabaya, Jawa Timur Tri Rismaharini menegaskan, lokalisasi prostitusi Dolly harus tetap ditutup sesuai jadwal yaitu 19 Juni 2014. Ia tetap bersikukuh meski warga sekitar lokalisasi menentangnya.


"Saya kan harus menyelamatkan anak-anak. Apalagi letak Dolly kan bercampur dengan permukiman warga sehingga menyebabkan terjadi perdagangan manusia, termasuk mucikari anak-anak,” ujarnya di Surabaya, Kamis (1/5).

Tak hanya itu, ia tidak ingin anak-anak disekitar Dolly hanya punya wawasan semata tempat prostitusi. Padahal mereka memiliki kemampuan yang sama dengan anak lain.

Karenanya, ia mengaku kaget ketika masyarakat Forum Pekerja Lokalisasi (FPL) menolak penutupan Dolly. Namun niat untuk menutup lokalisasi Dolly tetap tak berubah.

Ia akan tetap menutup tempat maksiat itu berdasarkan peraturan daerah (perda) larangan difungsikannya rumah tempat tinggal sebagai tempat asusila dan juga UU Perdagangan Orang. Orang nomor satu di Surabaya itu pun mengaku telah memiliki strategi khusus untuk mengatasi segala bentuk penolakan penutupan lokalisasi yang konon terbesar se-Asia Tenggara itu.

Sayangnya Risma enggan menjelaskan strategi dan taktik seperti apa yang dimaksud. "Yang jelas kami tidak akan membongkar permukiman warga. Kami hanya menutup Dolly," ujarnya.

Ia menjelaskan, jika benar-benar ditutup, para mantan pekerja seks komersial (PSK) Dolly akan mendapatkan pelatihan. Bahkan, ia bersedia memberikan pinjaman modal.[republika/im]

Dosen, Otak dan Tuhan


Seorang dosen Atheis di negara Perancis sedang memberikan mata kuliah. Disela-sela mengajar dosen ini nyeletuk. "Tuhan tidak ada."

Seketika itu semua mahasiswa diam.

Sang dosen melanjutkan ucapanya, Ini buktinya.
Coba yang ada diruangan ini minta uang ke Tuhan, detik ini juga minta dikasih.

Beberapa detik kemudian, dosen tertawa.

"Tuh kan, Tuhan kalian tidak kasih uang" ungkap sang dosen.

Jadi adalah goblog bila selama ini menyembah Tuhan yang notabene barang abstrak dan tidak ada, tidak bisa dilihat keberadaanya.

................................

Hening suasana dalam ruangan kelas, para mahasiswa saling berpandangan.

Tiba-tiba dari pojok belakang, seorang mahasiswa bertanya:

"Pa Dosen, boleh saya nanya?" tanya mahasiswa.

"oo tentu saja, silahkan. Asal jangan nanya Tuhan dimana? ya, karena memang tidak ada" jawab dosen dengan wajah tersenyum.


Mahasiswa itu melanjutkan ucapanya :" Tidak bahas Tuhan, begini. saya mau nanya, Saya tidak bisa melihat Otak Pa Dosen, apakah berarti saya bisa membuat kesimpulan bahwa Pa Dosen itu juga tidak punya otak?"


WKWKWKWKWKWKWK

Seketika itu seluruh ruangan menjadi ramai dan wajah dosen berubah 180 derajat, dari wajah tertawa yang cenderung menyeringai menjadi wajah malu.


Zaid Rahman

*)http://www.islamedia.co/2014/05/dosen-otak-dan-tuhan.html

Inilah Bukti Wanita Gaza Paling Subur Di Dunia

Bom demografi Palestina terus menghantui Israel. Meskipun setiap bulan membunuhi warga Palestina, penjajah Zionis Israel tidak mampu menghentikan laju pertumbuhan penduduk Palestina yang terus meningkat. Angka kelahiran baru yang dirilis Kantor catatan sipil di Kementerian Dalam Negeri Gaza sekaligus menjadi bukti bahwa wanita Gaza paling subur di dunia.

Seperti dikutip InfoPalestina, Senin (15/10), data itu menunjukkan perbandingan angka kelahiran dan kematian di Gaza adalah 15 dibanding 1. Selama empat bulan terakhir, terdapat 14,280 angka kelahiran baru. Terdiri dari 7.329 bayi laki-laki, atau 51,3 persen dan 6.955 wanita, atau 48,6 persen. Artinya, lebih dari 155 angka kelahiran terjadi setiap harinya.

Sedangkan angka kematian dalam periode yang sama berjumlah mencapai 974 orang. 523 orang atau 53,6 persen diantaranya adalah laki-laki dan 451 orang atau 46,3 persen adalah perempuan. Artinya kematian di Gaza mencapai 10 orang setiap harinya.

Data sebelumnya menunjukkan, wanita Gaza dikenal sebagai wanita paling subur di dunia. Tingkat kesuburan di Gaza mencapai 6 bayi per wanita. Angka itu jauh di atas tingkat kesuburan di Israel yang mencapai 2,6 bayi per wanita.

Laporan UNICEF pada 3 Maret 2009 lalu juga menunjukkan Gaza berlimpah anak muda. 793.520 atau 56 persen jumlah penduduk (PCBS) Gaza adalah anak muda. Sedangkan Israel tengah menderita tingginya prosentase usia tua. [IK/IP/bsb]