News Update :

PKS 1

PKS 1

PKS 2

PKS 2

PKS 3

PKS 3

PKS 4

PKS 4

PKS 5

PKS 5

Tiga Bulan Tidak Mampu Memandang Wajah Suami

Pernikahan itu telah berjalan empat (4) tahun, namun pasangan suami istri itu belum dikaruniai seorang anak. Dan mulailah kanan kiri berbisik-bisik: “kok belum punya anak juga ya, masalahnya di siapa ya? Suaminya atau istrinya ya?”. Dari berbisik-bisik, akhirnya menjadi berisik.

Tanpa sepengetahuan siapa pun, suami istri itu pergi ke salah seorang dokter untuk konsultasi, dan melakukan pemeriksaaan. Hasil lab mengatakan bahwa sang istri adalah seorang wanita yang mandul, sementara sang suami tidak ada masalah apa pun dan tidak ada harapan bagi sang istri untuk sembuh dalam arti tidak peluang baginya untuk hamil dan mempunyai anak.

Melihat hasil seperti itu, sang suami mengucapkan: inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, lalu menyambungnya dengan ucapan: Alhamdulillah.

Sang suami seorang diri memasuki ruang dokter dengan membawa hasil lab dan sama sekali tidak memberitahu istrinya dan membiarkan sang istri menunggu di ruang tunggu perempuan yang terpisah dari kaum laki-laki.

Sang suami berkata kepada sang dokter: “Saya akan panggil istri saya untuk masuk ruangan, akan tetapi, tolong, nanti anda jelaskan kepada istri saya bahwa masalahnya ada di saya, sementara dia tidak ada masalah apa-apa.

Kontan saja sang dokter menolak dan terheran-heran. Akan tetapi sang suami terus memaksa sang dokter, akhirnya sang dokter setuju untuk mengatakan kepada sang istri bahwa masalah tidak datangnya keturunan ada pada sang suami dan bukan ada pada sang istri.

Sang suami memanggil sang istri yang telah lama menunggunya, dan tampak pada wajahnya kesedihan dan kemuraman. Lalu bersama sang istri ia memasuki ruang dokter. Maka sang dokter membuka amplop hasil lab, lalu membaca dan mentelaahnya, dan kemudian ia berkata: “… Oooh, kamu –wahai fulan- yang mandul, sementara istrimu tidak ada masalah, dan tidak ada harapan bagimu untuk sembuh.

Mendengar pengumuman sang dokter, sang suami berkata: inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, dan terlihat pada raut wajahnya wajah seseorang yang menyerah kepada qadha dan qadar Allah SWT.

Lalu pasangan suami istri itu pulang ke rumahnya, dan secara perlahan namun pasti, tersebarlah berita tentang rahasia tersebut ke para tetangga, kerabat dan sanak saudara.

Lima (5) tahun berlalu dari peristiwa tersebut dan sepasang suami istri bersabar, sampai akhirnya datanglah detik-detik yang sangat menegangkan, di mana sang istri berkata kepada suaminya: “Wahai fulan, saya telah bersabar selama

Sembilan (9) tahun, saya tahan-tahan untuk bersabar dan tidak meminta cerai darimu, dan selama ini semua orang berkata:” betapa baik dan shalihah-nya sang istri itu yang terus setia mendampingi suaminya selama Sembilan tahun, padahal dia tahu kalau dari suaminya, ia tidak akan memperoleh keturunan”. Namun, sekarang rasanya saya sudah tidak bisa bersabar lagi, saya ingin agar engkau segera menceraikan saya, agar saya bisa menikah dengan lelaki lain dan mempunyai keturunan darinya, sehingga saya bisa melihat anak-anakku, menimangnya dan mengasuhnya.

Mendengar emosi sang istri yang memuncak, sang suami berkata: “istriku, ini cobaan dari Allah SWT, kita mesti bersabar, kita mesti …, mesti … dan mesti …”. Singkatnya, bagi sang istri, suaminya malah berceramah di hadapannya.

Akhirnya sang istri berkata: “OK, saya akan tahan kesabaranku satu tahun lagi, ingat, hanya satu tahun, tidak lebih”. Sang suami setuju, dan dalam dirinya, dipenuhi harapan besar, semoga Allah SWT memberi jalan keluar yang terbaik bagi keduanya.

Beberapa hari kemudian, tiba-tiba sang istri jatuh sakit, dan hasil lab mengatakan bahwa sang istri mengalami gagal ginjal. Mendengar keterangan tersebut, jatuhnya psikologis sang istri, dan mulailah memuncak emosinya. Ia berkata kepada suaminya: “Semua ini gara-gara kamu, selama ini aku menahan kesabaranku, dan jadilah sekarang aku seperti ini, kenapa selama ini kamu tidak segera menceraikan saya, saya kan ingin punya anak, saya ingin memomong dan menimang bayi, saya kan … saya kan …”. Sang istri pun bad rest di rumah sakit.

Di saat yang genting itu, tiba-tiba suaminya berkata: “Maaf, saya ada tugas keluar negeri, dan saya berharap semoga engkau baik-baik saja”. “Haah, pergi?”. Kata sang istri. “Ya, saya akan pergi karena tugas dan sekalian mencari donatur ginjal, semoga dapat”. Kata sang suami.

Sehari sebelum operasi, datanglah sang donatur ke tempat pembaringan sang istri. Maka disepakatilah bahwa besok akan dilakukan operasi pemasangan ginjal dari sang donatur.

Saat itu sang istri teringat suaminya yang pergi, ia berkata dalam dirinya: “Suami apa an dia itu, istrinya operasi, eh dia malah pergi meninggalkan diriku terkapar dalam ruang bedah operasi”.

Operasi berhasil dengan sangat baik. Setelah satu pekan, suaminya datang, dan tampaklah pada wajahnya tanda-tanda orang yang kelelahan.

Ketahuilah bahwa sang donatur itu tidak ada lain orang melainkan sang suami itu sendiri. Ya, suaminya telah menghibahkan satu ginjalnya untuk istrinya, tanpa sepengetahuan sang istri, tetangga dan siapa pun selain dokter yang dipesannya agar menutup rapat rahasia tersebut.

Dan subhanallah …

Setelah Sembilan (9) bulan dari operasi itu, sang istri melahirkan anak. Maka bergembiralah suami istri tersebut, keluarga besar dan para tetangga.

Suasana rumah tangga kembali normal, dan sang suami telah menyelesaikan studi S2 dan S3-nya di sebuah fakultas syari’ah dan telah bekerja sebagai seorang panitera di sebuah pengadilan di Jeddah. Ia pun telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an dan mendapatkan sanad dengan riwayat Hafs, dari ‘Ashim.

Pada suatu hari, sang suami ada tugas dinas jauh, dan ia lupa menyimpan buku hariannya dari atas meja, buku harian yang selama ini ia sembunyikan. Dan tanpa sengaja, sang istri mendapatkan buku harian tersebut, membuka-bukanya dan membacanya.

Hampir saja ia terjatuh pingsan saat menemukan rahasia tentang diri dan rumah tangganya. Ia menangis meraung-raung. Setelah agak reda, ia menelpon suaminya, dan menangis sejadi-jadinya, ia berkali-kali mengulang permohonan maaf dari suaminya. Sang suami hanya dapat membalas suara telpon istrinya dengan menangis pula.

Dan setelah peristiwa tersebut, selama tiga bulanan, sang istri tidak berani menatap wajah suaminya. Jika ada keperluan, ia berbicara dengan menundukkan mukanya, tidak ada kekuatan untuk memandangnya sama sekali.

(Diterjemahkan dari kisah yang dituturkan oleh teman tokoh cerita ini, yang kemudian ia tulis dalam email dan disebarkan kepada kawan-kawannya)

Hak Anak Perempuan

Dan orang yang mendapatkan rahmat Allah SWT, ia akan hidup dengan kehidupan yang baik, mendapatkan nikmat lahir batin, dan akan berakhir dengan kebaikan (husnul khatimah).
عن عائشة زوج النبي ـ صلى الله عليه وسلم ـ قالت : جاءتني امرأة معها ابنتان تسألني ، فلم تجد عندي غير تمرة واحدة فأعطيتها ، فقسمتها بين ابنتيها ، ثم قامت فخرجت ، فدخل النبي ـ صلى الله عليه وسلم ـ ، فحدثته ، فقال : ما يلي من هذه البنات شيئاً فأحسن إليهم كن له ستراً من النار . رواه البخاري ، ومسلم ، الترمذي .

Ilustrasi (inet)
Dari Aisyah – istri Rasulullah SAW – berkata: “Telah datang padaku seorang wanita bersama dengan dua orang anaknya meminta sesuatu kepadaku. Aku hanya memiliki sebutir korma, lalu aku berikan padanya. ibu itu kemudian membaginya untuk kedua anaknya, lalu pergi. Kemudian Rasulullah SAW  datang dan aku ceritakan kepadanya. Nabi bersabda: barangsiapa yang dikaruniai  anak-anak perempuan lalu berbuat baik kepada mereka, maka anak-anak itu akan menjadi penghalangnya dari neraka”. (HR Al Bukhari, Muslim dan At Tirmidzi)
Penjelasan:
معها ابنتان Membawa dua anaknya
تسألني فلم تجد عندي تمرة واحدة فأعطيتها Ia memintaku, lalu aku tidak temukan kecuali sebutir kurma, lalu aku berikan kepadanya. Hal ini menunjukkan kedermawanan Ummul Mukminin Aisyah –RA. Ketika tidak ada sesuatupun yang bisa diberikan kecuali sebutir kurma, ia lebih prioritaskan untuk wanita itu, daripada dirinya sendiri.
فقسمتها بين ابنتيها  Kemudian wanita itu membaginya untuk kedua anaknya. Secara tekstual hadits ini menerangkan bahwa ibu itu tidak makan sedikit pun.  Seorang ibu yang memprioritaskan anaknya daripada dirinya adalah bentuk kasih sayang yang tidak diragukan lagi.
ثم قامت فخرجت  Kemudian wanita itu bangkit dan keluar, bersama dengan kedua anaknya dari rumah Aisyah RA.
” فدخل النبي ـ صلى الله عليه وسلم ـ فحدثته Kemudian Rasulullah saw masuk, lalu Aisyah RA menceritakan hal ini kepadanya.
Lalu Rasulullah saw bersabda:  من يلي “  dari kata: الولاية : menguasai. Dalam riwayat lain من بُلى huruf ba’ dibaca dhammah, dari kata: البلاء : ujian.
Dalam riwayat lain من ابتلى : barang siapa yang diuji.
Artinya barang siapa yang diuji seperti ujian anak-anak ini; untuk dinilai; apakah akan memperlakukan mereka dengan baik atau tidak baik. Maka pahala akan diberikan kepada pelaku kebaikan kepada satu anak perempuan sebagaimana balasan kebaikan itu akan diperoleh pelaku kebaikan kepada lebih dari satu anak perempuan. Berbuat baik kepada anak antara lain dengan infaq (membiayai) ta’dib ( mendidik) dsb.
Secara zhahir; pahala yang disebutkan di atas itu akan diperoleh pelaku kebaikan sehingga anak itu mandiri dengan menikah atau lainnya.
” كن له ستراً “   Mereka menjadi penghalang. Dalam riwayat lain:  كن له حجاباً mereka menjadi hijab (penutup). Kata satr dan hijab memiliki makna yang sama.
Hadits ini menegaskan tentang hak anak perempuan. Karena pada umumnya mereka lemah dalam memenuhi kebutuhan pribadinya. Berbeda dengan laki-laki, yang secara fisik lebih kuat, lebih cair dalam berfikir, mampu memenuhi kebutuhannya, pada umumnya.
Dari hadits ini dapat diambil pelajaran:

    Orang yang sangat membutuhkan diperbolehkan meminta-minta. Seperti yang dilakukan oleh ibu dari dua anak perempuan tadi kepada Aisyah RA
    Sebaiknya bersedekah dengan apa yang ada, sedikit atau banyak. Seperti yang dilakukan oleh Aisyah RA, dengan sebutir kurma. Kurang berharganya sebutir kurma itu tidak menghalanginya dari bersedekah.
    Diperbolehkan menceritakan kebaikan yang dilakukan, selama tidak bertujuan untuk membanggakan diri dan membangkit pemberian. Seperti yang dilakukan oleh Ummul Mukminin Aisyah RA dalam bercerita kepada Rasulullah tentang wanita itu dan kedua anaknya.
    Sesungguhnya menyayangi anak perempuan dan berbuat baik kepadanya akan menjaga dari api neraka, yang menjadi pekerjaan orang-orang baik untuk berusaha terlindung dan selamat darinya.

(hdn)

*) http://www.dakwatuna.com/2011/09/14953/hak-anak-perempuan/#ixzz1tGGj9YlI

NIKAH tanpa CINTA atau CINTA tanpa NIKAH



Ooppzzzz
judulnya extreme amat yak!!
jangan negative thinking dulu ya BACA baru KOMENTAR....

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarraktuh

MENIKAH
Merupakan suatu dambaan bagi setiap orang bila pernikahannya hanya terjadi satu kali dalam hidupnya. Hanya maut yang memisahkan. Begitu kata populernya.

Namun apa mau dikata, “Kami berdua sudah tidak ada kecocokan.” Begitu alasan klise pasangan yang akhirnya bercerai. Padahal kalau dilihat lagi ke masa lalu, mereka begitu saling mencinta sehingga memutuskan untuk menikah. Segala macam rintangan bisa disingkirkan demi menggapai pernikahan.
Ada juga pasangan yang awet sampai nenek-kakek. Tapi sebenarnya mereka berselingkuh. Dan keduanya pun sama-sama saling mengetahui. Mereka tetap dalam ikatan pernikahan demi alasan ‘gengsi bercerai’. Padahal dulu mereka berpacaran 7 tahun dan bisa saling setia meski tak dapat restu orangtua.

Ada lagi kisah seorang perempuan yang menikah sampai beberapa kali (lebih dari hatrick). Semua pernikahannya diawali dengan pacaran dan saling cinta. Namun semuanya kandas.

Dari cerita-cerita diatas, saya jadi merenung. Ternyata cinta pada awal pernikahan memang bukan hal pokok untuk mengantar sebuah pernikahan menjadi harmonis dan langgeng. Lantas apa sebenarnya yang membuat pernikahan bahagia sampai akhir hayat? Bisakah hanya dengan kekuatan cinta, pernikahan bisa selamat sampai ajal menjelang?

Menurut saya yang sok tahu, banyak faktor yang mendukung langgeng dan harmonisnya sebuah pernikahan. Beberapa mungkin ini.(Urutannya bukan berdasarkan paling penting ke tidak penting ya…)

1. Materi.

Seberapa lama orang bisa bertahan dalam kondisi morat-marit? Setiap orang mempunyai batas toleransi tertentu dalam hal materi. Orang yang terbiasa kere pun punya batas toleransi. Mungkin beberapa tahun pertama pernikahan bisa menerima dengan lapang dada kondisi megap-megap itu. Kalau kelamaan, apa masih tahan? Lihat kasus banyak ibu yang depresi karena kemiskinan. Terutama dikarenakan ia khawatir masa depan anaknya.

2. Tampilan fisik

Tidak munafik, poin ini penting. Bukan melulu masalah wajah ganteng/ cantik dan body aduhai. Tapi kebersihan, kerapihan, dan bahasa tubuh. Pokoknya: tidak cemberut dan tidak bau.

3. Keluarga pasangan

Kadang ada keluarga yang hobi ikut campur masalah rumahtangga orang lain. Yang begini biasanya malah memperkeruh suasana. Memang benar pepatah yang bilang kalau kita menikah, nikahi pula keluarganya. Jadi keluarga pasangan juga harus ‘dilihat’.

4.Simbiosis mutualisme
Keberadaan pasangan harus dirasa saling menguntungkan.

5. Respek satu sama lain
Kalau sudah ada respek, tentu tidak akan ada keinginan untuk menyakiti. Seperti menghardik, membentak, memukul, sampai selingkuh!

6. …
7. …
dan seterussnyaaaaa.... --"

Intinya sih menurut saya adalah agama. Orang yang paham agama pasti ia akan berusaha memberi nafkah yang terbaik untuk keluarganya. Berusaha tampil menawan dihadapan pasangannya. Bisa bersosialisasi dengan keluarga pasangan. Berakhlak baik kepada pasangan.

Nah, kalau kita sudah bertemu dengan orang yang sebegini baik, masa sih kita tidak jatuh cinta? Apalagi ada pepatah witing tresno jalaran suko kulino. Cinta karena sering bertemu. Apalagi bertemunya dengan orang yang sangat baik dan perhatian dengan kita. Belum lagi ada acara (maaf) yang dalam bahasa sundanya making love artinya kan membuat cinta *heuyeuh maksa*

Jadi, jangan takut memutuskan untuk menikah orang yang belum kita cintai. CINTA ITU BUAH DALAM PERNIKAHAN, BUKAN AKAR PERNIKAHAN. Jika bibit, bebet, bobot sudah dia miliki, kenapa tidak? Jaman sekarang, sudah jarang lho yang punya kombinasi ketiganya. Kalau sudah ketemu, hajar saja Bleh!. Apalagi ada hadits yang mengatakan: “Apabila datang padamu seorang muslim yang shaleh, terimalah ia. Jika ia mencintai istrinya, maka ia akan memuliakannya. Jika tidak, maka ia tidak akan menyakiti istrinya.”

Atau hadits yang populer ini: “ Wanita dinikahi karena empat perkara: yakni karena harta bendanya, karena kedudukanya, karena kecantikanya dan karena agamanya. Maka pilihlah wanita yang memiliki agama, niscaya kamu beruntung.” (HR.Imam Bukhari Muslim: melalui Abu Hurairah ra.)

Yang pasti, yang saya rasakan sekarang pernikahan saya bahagia. Meski dulu saya menikah tidak diawali dengan perasaan cinta. Yang ada cuma perasaan respek. Dan perasaan klik. Ini dia, the right man for my future. Begitu kata hati saya.

Insya Allah keputusan saya itu benar. Dengan bekal komitmen kuat ‘hanya maut memisahkan’ dan saling menghargai, akhirnya cinta itu pelan-pelan datang dan terpupuk dengan sendirinya.(asepwandinugraha)

Perolehan Suara Meningkat, Analis: PKS Lampung Efektif Bekerja






Menanggapi kenaikan suara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di tingkat DPRD Kota/Kabupaten, Provinsi dan DPR RI se-Lampung, Analis Kebijakan Publik FISIP Universitas Lampung (Unila), Dedi Hermawan menyampaikan bahwa kenaikan suara PKS khususnya di Provinsi Lampung menunjukkan bahwa ditengah badai yang satu tahun belakangan menghantam partai dakwah ini, soliditas kader, caleg dan struktur terlihat solid dan efektif bekerja dalam pemenangan pemilu.

“Dugaan saya, pemilu tahun ini adalah puncak soliditas kader-kader PKS dibanding pemilu-pemilu sebelumnya,” kata Dedi ketika dihubungi Humas PKS Lampung.

Disamping sisi soliditas kader, caleg dan struktur PKS, kepemimpinan Anis Matta sebagai Presiden PKS juga tampak efektif mensolidkan dan menggerakkan seluruh resource (sumber daya) yang di miliki oleh PKS.

“Menurut saya, ini entry point, bahwa disamping sebagai pemimpin, Anis Matta juga mampu mensolidkan dan kemudian memotivasi seluruh kader dan resource yang dimiliki PKS untuk bergerak memenangkan partai tersebut,” ungkap Dedi.

Satu hal lagi yang tak kalah penting menurut Akademisi FISIP Unila ini bahwa kepemimpinan PKS di daerah juga menjadi variabel yang tidak bisa dikesampingkan.

“Karena bagaimanapun juga pemimpin PKS di daerah langsung bersentuhan dengan kader-kader dan simpatisan partai. Sehingga kemudian pemimpin PKS di daerah, Lampung misalnya, dinilai berhasil memompa semangat kader untuk bergerak memenangkan PKS, dan mampu membedakan persoalan pribadi dengan persoalan institusi," pungkas Dedi.

Sumber: Humas PKS Lampung

Suara Naik Berlipat, PKS NTB Gelar Safari dan Rihlah

Pasca pemungutan suara pada pemilu 9 April lalu, PKS mempertahankan jumlah kursi di DPRD provinsi NTB, dan menambah 3 kursi baru di level kabupaten/kota. Namun bila dilihat dari jumlah suara, perolehan suara PKS naik cukup signifikan. Untuk DPR RI PKS mencapai angka 253 ribu suara, naik dari angka 150 ribu di tahun 2009. Sementara untuk tingkat DPRD provinsi, suara PKS mencapai angka 260 ribu suara, naik hampir 2 kali lipat diabanding pemilu 2009.

"Selamat kepada seluruh kader dan simpatisan karena telah berhasil mempertahankan capaian elektoral," tegas Ketua Umum PKS NTB Suryadi Jaya Purnama, ST pada acara rihlah (rekreasi) kader, caleg dan pengurus PKS Lombok Utara Kamis 1/52014 di pantai Montong Pal.

Sejak pekan lalu pengurus wilayah PKS NTB memang mengagendakan kunjungan ke seluruh kabupaten kota untuk memberikan apresiasi atas kerja keras kader dan simpatisan pada pemilu lalu.

"Kita sudah mulai kunjungan ke caleg, kader dan pengurus PKS kota Mataram. Hari ini di Lombok Utara, dan akhir pekan ini kami lanjutkan ke seluruh pulau Sumbawa," jelas Sekretaris Umum PKS NTB H. Abdul Hadi, SE, MM.

Sebelum pemilu, berbagai pengamat dan survei memang memprediksi PKS tidak akan mampu melewati ambang batas elektoral 3,5%. Karena itu menurut Suryadi, kader PKS wajib mensyukuri kesuksesan ini. Ia juga menyampaikan ucapan selamat dan berterima kasih kepada seluruh kader dan simpatisan atas kegigihannya mulai dari kampanye hingga mengamankan suara PKS.

Berkah Berjama'ah



By: Muhammad Imron Rosadi

Diskusi, dan obrolan teman-teman yang coba saya rangkum...

Jihad siyasi  9 April tempo hari memang banyak membuahkan cerita yang unik dan menarik… dari mulai cerita heroik, sampai pada cerita lucu menggelitik …..

Beberapa cerita heroik jihad syiasi yang sempat membuat saya terharu …

#Ada Ikhwah kita, yang menjadi  salah satu penanggung jawab Kelurahan, malam, H-2 masih sibuk mencari saksi pengganti dan melatih saksi TPS yang baru, … padahal  besok pagi beliau harus mengurus proses operasi putrinya…  akhirnya DPC sepakat meminta beliau off dulu, sehingga beliau bisa fokus mengurus operasi putrinya ….Subhanallah … semoga Allah Merahmati si fullan…

#Seorang ikhwah di Bandar lampung sampai ada yang menginap di wilayah kerjanya, dikarnakan memang akses ke lokasi memang harus melewati perkebunan dan perbukitan yang sepi, sehingga tidak memungkinkan untuk pulang dini hari.

Bahkan yang membuat penulis terharu H+1, saya di telpon oleh salah seorang kakak beliau, bahwa si fullan sampai tanggal 10 April sore belum pulang ke rumah… Usut punya usut ternyata sang Ikhwah tetap stand by di zona dakwahnya …menjaga pengamanan saksi dan suara …dan itu semua dilakukan ”sendirian kawan”, bahkan si fullan H+2 pagi baru turun ke Posko dengan membawa berita acara dari sidang di PPS… Subhanallah …semoga Allah Merahmati si fullan…

#Ada lagi kisah seorang Ikhwah di pesisir Bandar Lampung yang harus menyewa perahu untuk mengawal saksi dan mengambil C1 di TPS yang memang lokasinya terletak di sebuah pulau. dan itu semua dilakukan ”sendirian kawan”,.. semoga Allah Merahmati si fullan…

#Ada kisah beberapa Ikhwah yang menjadi saksi PPS dan korlap mengungkapkan “ Udah akh, honor ana jadi saksi PPS dan korlap, dimasukan ke kas DPC aja, lumayan untuk tambah-tambah konsumsi Saksi “ Allahu Akbar…

#Dan tetunya masih banyak lagi kisah yang lebih heroik, yang belum saya dengar, yang dipersembakan para kader di seantero tanah air dan belahan dunia…

***

Ikhwah, beberapa kisah diatas tentunya menggambarkan kepada kita bahwa, begitu luar biasanya jama’ah dakwah ini “Luar biasa bagaimana?”… Luar biasa lah, sehingga mampu mencetak kader-kader yang memiliki intregritas seperti diatas.

Bila kita Tanya kepada mereka, dan mungkin kepada diri kita sendiri …“Apa yang  antum, kita harapkan dari kerja-kerja dakwah ini …Apakah  Harta? Jabatan?… atau  ….? Maka bisa dipastikan jawabannya TIDAK.

Saya amat yakin, bahwa kader-kader dakwah hanya ingin mengharapkan Ridho Allah SWT.. hanya ingin bahwa segala pengorbanan yang telah dilakukan merupakan salah upaya agar kita semua termasuk dalam golongan hamba-hamba Allah yang mengejawantahkan ayat..

"Hai orang-orang mu'min, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu." (QS:Muhammad : 7)

Kita hanya ingin, dengan perantara kerja-kerja dakwah ini, Allah SWT, lantas menolong kehidupan kita, meneguhkan kedudukan dan pijakan kita, dan kemudian Allah SWT menaikan derajat kita di sisiNya.

Ikhwah, itulah sebabnya diawal saya mengungkapkan “Luar biasa” jama’ah dakwah ini. Luar biasa telah men tarbiyah kita semua, kita diajari bagaimana memaknai keikhlasan kerja, belajar berkomitmen untuk menjalankan perintahNya, bahkan yang paling penting kita diajari tentang makna hidup yang sesungguhnya. Terima kasih atas hidayah ini Yaa Rabb..

Ikhwah, ini mungkin kita pernah mendengar cerita, ada beberapa kader yang mengeluh merasa kurang diperhatikan jama’ah, baik itu karena persoalan ekonomi, keluarga, komunikasi antara qiyadah dan jundi, dsb.

Saya ingat taujih seorang qiyadah kita … taujih itu beliau berikan ketika ada seorang kader yang curhat tentang kurang perhatiannya jama’ah ini terhadapnya.

Panjang lebar sang kader bercerita berkaitan keluh kesahnya, sang qiyadah pun mendengarkan dengan seksama apa-apa yang ceritakan. Setelah itu qiyadah mengatakan,

"Akhi, antum tadi mengungkapkan bahwa jama’ah kurang memperhatikan antum, jama’ah sepertinya meninggalkan antum... Apakah antum lupa “akh”… jama’ah ini telah menjadi perantara Allah, sehingga antum saat ini bisa menjadi orang baik…lewat perantara jamaa’ah ini, antum bisa dikarunia istri yang sholehah, anak-anak yang menjadi qurrota a’yun. Dan jangan lupa, jama’ah ini setiap pekan membuat system sehingga bisa memutaba’ah ibadah-ibadah antum... Akhi, mari kita kembali luruskan pemahaman kita, coba antum renungkan kembali apa yang telah kita dapat dari jama'ah ini... nikmat yang melebihi dunia dengan segala isinya..."

Ikhwah, mari kita bersama teguhkah pijakan kita untuk tetap bersama dalam barisan dakwah ini. Mari kita saling memikul beban dakwah ini, dimanapun saat ini amanah kita, mari kita bekerja sekuat tenaga... Dan pada saatnya nanti, saat Allah SWT mengistirahatkan kita, kita semua bisa bercengkrama, bercanda sambil bercerita di jannahNya... Amiiin...

"Indonesia Harus Dicegah Jadi Kacung Kapitalisme Global" by @Fahrihamzah



Twit @Fahrihamzah
(1/5/2014)

Faktanya produksi lokal meningkat...artinya supply naik...kok harga naik? WHO Control the price?

Apa ada tugas kementan tekan Import? Siapa yg kendalikan lalu lintas barang?

Jadi harga urusan siapa?

Akalnya gitu, kalau rakyat lagi menikmati produksi petani sejahtera...statistiknya ditekan...

Sebagus apapun kementan bekerja tingkatkan produksi, kartel mainkan harga...dan keran Import dibuka...

Hampir semua bahan pokok digitukan...karena itu petaninya miskin secara permanen..

Insentif menjadi petani dibunuh oleh kartel...

Itulah jahatnya modal, mereka tidak suka rakyat punya tradisi produksi mandiri...

Modal besar selalu ingin rakyat hanya menjadi skrup industri...

Sekarang dalam kasus sapi, mereka kewalahan sebab basis dari pertumbuhan produksi harus petani...

Sayang sekali pemerintahnya gak mantap...sehingga kucing2an dalam kabinet...

Sekarang modal besar ingin masuk ke sektor ini....(hati2 om Joko)..jangan rampas tradisi produksi rakyat..

Negara harusnya jaga tradisi produksi yang akan menjadi sebab tumbuhnya kelas menengah kuat..

Negara jangan kayak sekarang...setiap petani panen dan mulai menikmati hasil...impor dibuka..

Lalu seolah produksi petani diadudomba dengan harga di tingkat rakyat konsumen...

Harga mahal! Menteri pertanian gagal! Gimana logikanya.? Padahal petani lagi pesta!

Tapi, ini soal kepercayaan...orang2 itu tidak percaya rakyat...mereka percaya pasar...

Negara harus memiliki ketegasan untuk berpihak kepada rakyat...!

Saya bukan anti modal besar...

Tapi manusia lebih penting dari uang....

Negara kita harus melawan kapitalisme yang membuat manusia kehilangan harga...

Pasar bisa sempurna tapi pasar tak bisa adil...

Para ekonom memakai statistik untuk membenarkan tindakan pasar....

Tapi kita akan menggunakan negara untuk membela kepentingan umum...

Indonesia harus dicegah menjadi bagian dari kacung2 kapitalisme global...

Saya tahu ekonomi itu saintifik...tapi soal politik yang mendikte ya kita perlu ketahui lebih dalam...

Makanya Presiden tidak boleh bodoh....bahaya...

Tapi kecenderungan kendali sistem global inginnya orang yang gampang disetir....

Orang2 yang minder dengan yang berbau asing....

Orang2 yang sudah dijinakkan oleh modal besar....

Kultwit Presiden PKS di Hari Buruh



Twit @anismatta
(1 Mei 2014)

1. Mari kita memperingati Hari Buruh dgn semangat saling menghormati dan kesadaran interdependensi dlm sistem perekonomian..

2. Suatu perekonomian tidak dapat berjalan sehat tanpa Buruh yg terpenuhi haknya, dlm kerangka konsensus yg sehat..

3. Kemampuan membangun konsensus adlh ciri orang modern.. Perbedaan tidak harus berujung konflik, tapi didebatkan dgn terbuka..

4. Begitu juga perbedaan kepentingan antara perusahaan, Buruh, masyarakat, pemerintah.. Harus dibicarakan terbuka..

5. PKS memiliki hubungan yg sangat produktif dgn buruh.. 2 org anggota DPR FKS saat ini berasal dr kalangan Buruh..

6. Pada pileg 2014 yg baru lalu, 20 org caleg PKS berasal dr kalangan Buruh..

7. Hari Buruh adlh momentum yg tepat mengelaborasi ide-ide ttg jalan menuju kesjahteraan..

8. Negara-bangsa Indonesia tercipta, krn manusia Indonesia ingin sejahtera.. Lepas dari penjajahan dan hidup layak sbg orang merdeka..

9. Setelah menjadi Indonesia merdeka, kita bergulat dlm debat ideologis ttg bagaimana cara menjadi sejahtera itu..

10. Pd Orde Lama, ada kebebasan, tp tdk ada kesejahteraan.. Politik sbg panglima..

11. Pd Orde Baru, kesejahteran material tumbuh, dgn ongkos tiadanya kebebasan.. Politik dibungkam. Ekonomi sbg panglima..

12. Reformasi adlh sintesis dr tesis Orde Lama sbg tesis dan Orde baru sbg antitesisnya..

13. Kesejahteraan terus tumbuh, kebebasan politik dan kualitas demokrasi juga terus kita kembangkan..

14. Aktor2 dlm ekulibrium itu adlh: kampus, media, partai politik dan civil society, di dalamnya termasuk gerakan Buruh..

15. Krn itu hrs ada prubahan mindset di pemerintah, aparat keamanan dan pengusaha.. Gerakan Buruh bukan ancaman dan gangguan, tp potensi..

16. Kt jg mlihat prubahan dlm gerakan Buruh.. Pngorganisasian yg lbh baik dan artikulasi dlm menympaikan kepentingan mrk.. Di DPR misalnya..

17. Gerakan Buruh mulai mampu mngintegrasikan perspektif tuntutan normative (kesejahteraan) dan konfigurasi lingkungn makro, trtma politik..

18. Dlm hal kesejahteraan, dua isu utama Buruh adalah: upah dan jaminan sosial.. Masalahnya, kita punya limit pd keduanya..

19. Sementara, kita hidup dlm ekonomi konsumtif yg memuja kenyamanan hidup secr unlimited.. Pdhl kemampuan kita sangat terbatas..

20. Krn itu, jika kita ingin meningkatkan kesejahteraan , yg perlu ditransformasi adlh kapablitas Buruh Indonesia menjd knowledge worker..

21. Diluar tuntutan upah dan jaminan sosial, kita juga menuntut diri kita sendiri utk terus meningkatkan pengetahuan dan kapasitas..

22. Dgn pengetahuanlah, kt bisa meningkatkan efektivitas, efisiensi, produktivitas, dan meningkatkan nilai kt di dalam sistem perekonomian..

23. Sehingga, komponen utama pekerjaan di masa datang bukan lagi jam kerja, tapi pengetahuan..

24. Jika ini terpenuhi, maka orang Indonesia ke depan insyaALLAH akan punya 3 ciri utama:

25. Orang Indonesia akan makin berpengetahuan, makin sejahtera dan makin religius..

26. Inilah tantangan kt bersama, mnjadikan bangsa ini lbh maju.. Gerakan Buruh punya peran strategis dlm mwarnai sistem ekonomi Indonesia..

27. Buruh yg sejahtera memastikan pendidikan utk anak2nya..

28. Buruh yg terorganisir baik, tdk anarkis, mampu mendialogkan kepentingannya, adlh modal demokrasi..

29. Selamat Hari Buruh.. Kobarkan semangat Indonesia!!

Potensi Kecurangan Pemilu di Kabupaten Gowa


KPUD Gowa melakukan perhitungan ulang surat suara di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Gowa, Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Sulsel, Jumat (26/4). Sebanyak 944 kotak suara dari 236 Tempat Pemungutan Suara (TPS) dihitung ulang karena data saksi, Panwaslu Gowa dan KPU Gowa berbeda.

Menurut salah seorang Saksi Perhitungan ulang surat suara dari DPD PKS Gowa bernama Rahmat, Potensi Kecurangan sangat terlihat dari proses perhitungan ulang ini. ada beberapa poin penting yang menurut beliau.
  • Tidak adanya DPT di hampir semua Kotak Suara TPS.
  • Tidak adanya Surat Suara yang tidak terpakai di hampir semua Kotak Suara TPS.
  • Beberapa Kotak Suara, tidak di temukan C1 Plano dengan alasan terbakar, hilang dan lain lain. sehingga tidak ada pembanding antara perhitungan yang lama dengan perhitungan yang baru
  • Pengganti C1 Plano yang tidak ada adalah C1 Plano yang berbeda. misal C1 Plano DPR-RI di ganti dengan C1 Plano Propinsi. sehingga seluruh nama caleg di coret karena nama Caleg DPR-RI Berbeda dengan Caleg Propinsi.
  • Hasil perhitungan C1 Plano yang tidak ada sangat jauh berbeda dengan perhitungan yang lama menurut data dari beberapa saksi partai. misal hasil perhitungan yang lama, total suara Partai Golkar adalah 96, setelah di lakukan perhitungan ulang, total suara Golkar berubah menjadi 23.
  • Tidak ada satu pun ketua KPPS di TPS masung yang melakukan perhitungan ulang surat suara ulang. padahal yang boleh merubah perhitungan ulang surat suara adalah hanya ketua KPPS.
  • Sebagian besar yg melakukan perhitungan ulang adalah relawan dengan kwalitas yang tidak layak.
  • Kondisi Perhitungan di hampir seluruh seperti pasar ikan, bahkan lebih buruk. Bising, teriak teriak yg tidak jelas, membuat kebisingan dengan memukul mukul kotak suara. bahkan melecehkan salah satu partai karena penyebutan nomor urut partai tersebut mirip dengan kemaluan wanita dalam bahasa daerah.
  • Kondisi tempat yang sangat kotor dengan bekas tempat makanan dan minuman
Dan masih banyak hal hal yang sepeleh lain nya yang menurut beliau perhitungan ulang surat suara ini tidak layak di laksanakan


Contoh Pengganti C1 Plano yang hilang dengan alasan terbakar. seharusnya C1 Plano pengganti adalah C1 Plano DPR-RI tetapi di ganti dengan C1 Plano Propinsi sehingga seluruh nama caleg di coret

Usut Otak Kecurangan di Gowa

Gunung Sari - Gowa, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Gowa berjanji  segera merampungkan berkas pemeriksaan terhadap lima orang anggota PPK Kecamatan Somba Opu. Gakkumdu juga akan mencari otak dari dugaan kecurangan yang terjadi di 236 TPS di Somba Opu.

Ketua Divisi Umum Panwaslu Gowa, Alfian Ali Nompo yang juga sekretaris sentra penegakan hukum terpadu (Gakkumdu) Gowa mengatakan, Gakkumdu telah melayangkan surat panggilan kepada lima orang anggota PPK kecamatan Somba Opu itu. Kelima PPK itu masing-masing adalah Ridwan, Alimuddin, Muh Fajar Karna, Herlinawati dan Zulkifli.

"Mereka kita periksa masih sebatas saksi saja. Besok (hari ini) baru kita periksa," jelas Alfian.

Dari kelima nama itu, Alimuddin adalah petugas PPK yang tertangkap tangan melakukan kecurangan. Beberapa saksi melihat langsung aksi Alimuddin saat proses penghitungan ulang di halaman kantor KPU Gowa. Alfian mengatakan, Gakkumdu bersama penyidik kepolisian akan berupaya untuk mengorek keterangan dari para saksi-saksi itu. Termasuk mencari siapa yang mendalangi aksi curang itu.

"Kita akan periksa dan mintai keterangannya dahulu. Siapa yang menjadi otak akan kita pelajari nanti," jelasnya.

Alfian mengatakan, sesuai dengan pasal 204 ayat 2 dan 3 UU Pemilu nomor 8 tahun 2012, kelima anggota PPK itu bisa dijerat ancaman hukuman 4 tahun penjara apabila terbukti melakukan tindak pidana pemilu. Jika bukti permulaan dari Gakkumdu sudah kuat, maka pihaknya akan menyerahkan bukti itu ke kepolisian untuk ditindak lanjuti.

Kepala Kepolisian Resor Gowa, AKBP Lafri Prasetyono mengatakan, kasus dugaan pelanggaran pemilu itu masih ditangani oleh pihak Gakkumdu. Pihaknya masih menunggu hasil kajian dari Gakkumdu untuk selanjutnya diselesaikan berkasnya.

"Laporannya memang sudah ada. Kita tinggal menunggu hasil kajian dari Gakkumdu dahulu," jelas dia.

Lafri mengaku kepolisian siap memback up Gakkumdu jika indikasi kecurangan sudah menguat. Polisi tidak akan main-main terhadap kasus ini.

Kepala Satuan Reserse Polres Gowa, AKP Akbar mengatakan, saat ini baru satu kasus pidana pemilu yang sudah kuat untuk ditingkatkan ke status penyidikan. Kasus itu adalah dugaan penggelembungan suara untuk satu TPS di Kecamatan Barombong. "Baru kasus itu yang sudah ada di kepolisian.Yang lainnya, kita masih tunggu," jelas dia.

Penghitungan ulang di KPU Kabupaten Gowa berlangsung lambat, Minggu 27 April, kemarin. Dari 60 titik yang direncanakan KPU, hanya ada  48 titik yang melakukan penghitungan ulang. Hal ini terjadi karena kurangnya petugas PPS yang melakukan penghitungan ulang.

Hingga malam tadi, sudah ada 260 kotak suara yang telah dihitung ulang. Sayangnya, belum ada satu kelurahan pun yang selesai melakukan penghitungan ulang di TPS masing-masing. Proses merekap suara juga belum dilakukan.

"Belum ada yang di rekap. Semua masih penghitungan di tingkat TPS saja," jelas komisioner KPU, Muhtar Muis.

Dia mengatakan, proses hitung ulang ini dilakukan untuk menjamin transparansi penghitungan surat suara di kecamatan Somba Opu. Dia berharap, dengan penghitungan ulang ini, tidak ada lagi masalah untuk kecamatan Somba Opu.

"Ini untuk transparansi kita. Harapannya proses di kecamatan Somba Opu ini berjalan bersih," jelas dia.

Dia menargetkan, proses penghitungan sudah selesai dalam waktu tiga hari kedepan. KPU Gowa menargetkan selesai paling lambat penghitungan Sulsel di tingkat Nasional. "Semoga semuanya selesai besok lusa," jelas dia

*)http://www.fajar.co.id/politik/3226176_5665.html

Masyarakat Gowa Bersatu Laporkan Dugaan Kecurangan Pemilu di Kabupaten Somba Opu

 Puluhan warga yang mengatasnamakan Masyarakat Gowa Bersatu berunjuk rasa melaporkan penggelembungan suara yang dilakukan pihak penyelenggara tingkat kecamatan PPK Palangga di kantor Panwaslu Gowa, Jl Poros Malino, Senin (28/4/2014)


Gunung Sari - Gowa. Puluhan warga yang mengatasnamakan Masyarakat Gowa Bersatu berunjuk rasa melaporkan penggelembungan suara yang dilakukan pihak penyelenggara tingkat kecamatan PPK Palangga terhadap seorang caleg DPRD provinsi dari partai PPP, Asrul Makkaraus di kantor Panwaslu Gowa, Jl Poros Malino, Senin (28/4/2014).

Dalam bukti hasil rekap C1 yang dibawa seorang LSM, Said, ke hadapan komisioner panwaslu, Ratnawaty, terlihat bahwa suara Asrul Makkaraus yang juga adik dari Amir Uskara tersebut digelembungkan menjadi 6.367 dari yang seharusnya hasil rekap C1 hologram hanya 5.931 dari 16 Kelurahan/desa di Kecamatan Palangga.

Selain itu, dalam aksi yang dipimpin Syafriadi Djaenaf, mendesak Panwaslu agar mengeluarkan rekomendasi atas pelanggaran yang dilakukan penyelenggara dengan melakukan pemilu ulang. Di mana menurut Syafriadi banyaknya pelanggaran pidana dan administrasi dikarenakan tidak lengkapnya form C1.

Tak hanya di Palangga, sebelumnya juga suara Asrul Makkaraus Sujiman digelembungkan di  TPS 22 Kelurahan Tombolo, Kecamatan Somba Opu saat pileg kemarin. Suaranya saat rekap pileg mencapai 41, namun setelah dihitung ulang suaranya hanya 22.

Sementara caleg DPRD kabupaten dari partai Golkar, Ridwan Salewangan suaranya juga bertambah. Suara Ridwan yang saat pencoblosan di TPS 22 Kelurahan Bonto-bontoa berjumlah 134, dan ketika penghitungan ulang menjadi 102.