
Bantuan untuk Gaza terus mengalir. Kali ini, giliran Lembaga Kemanusiaan Singapura (LSM), Mercy Relief yang ikut memberikan sumbangan tahap pertama sebesar 250 ribu dolar Singapura untuk membenahi krisis di Gaza.
Mercy Relief telah memonitor situasi di Gaza sejak konflik antara Palestina dengan Israel kembali pecah pada 8 Juli. Sejak saat itu mereka terus berhubungan dengan rekan kerja, Palestine Red Crescent Society (PRCS) dan Palestinian Wefaq Association (PWA).
Kemudian, kedua organisasi tersebut telah menekankan makanan dan obat-obatan adalah kebutuhan yang paling mendesak di lapangan untuk para pengungsi di Gaza.
Pada Minggu kemarin, PBB melaporkan total 1.784 orang di mana (1.717 orang Palestina, 66 warga Israel dan satu orang warga asing) telah tewas, dan tercatat lebih dari 9.078 warga Palestina terluka (2.744 di antaranya merupakan anak-anak).
Menurut Badan Bantuan PBB dan Pekerjaan (UNRWA) jumlah pengungsi sekarang lebih dari 450 ribu. Hal ini membuat kapasitas pengungsi di Kota Gaza dan Gaza utara tidak tertampung. Kepadatan penduduk di tempat penampungan telah menimbulkan kekhawatiran tentang wabah epidemi sehingga membutuhkan bantuan makanan yang lebih banyak lagi.
CEO Mercy Relief Goh Chin Siang mengatakan, krisis kemanusian di Gaza merupakan yang paling mengerikan sejak Mercy Relief pertama kali mengeluarkan respons terhadap konflik Palestina dan Israel yang terjadi periode 2009 dan juga 2012.
“Sekali lagi organisasi kami memberikan dukungan penuh terhadap misi ini (krisis kemanusiaan) dan akan terus terlibat, selama ada pasokan dana ke organisasi kami),” demikian pernyataannya, diberitakan Bernama, Selasa (5/8/2014).
Total, Mercy Relief telah mengumpulkan dana sebesar USD400 ribu. Namun, pembagian diberikan dengan beberapa tahap. Tahap awal bantuan makanan dengan dana sebesar USD60 ribu telah diberikan pada 1 Agustus kemarin. Mercy Relief akan melayani 6.000 masyarakat sipil korban di Gaza selama 20 hari.
Sedangkan sokongan untuk medis sebesar USD100 ribu. Dana untuk medis paling besar karena paling dibutuhkan untuk menyembuhkan masyarakat sipil karena banyaknya orang yang mengalami cedera.[dm/okezone]









